Siapa yang Pertama Kali Melaksanakan Salat Jumat dalam Islam? Ini Sejarah Lengkapnya

Siapa yang Pertama Kali Melaksanakan Salat Jumat dalam Islam? Ini Sejarah Lengkapnya

Pernahkah Sobat YKB bertanya, siapa sebenarnya yang pertama kali melaksanakan salat Jumat dalam Islam? Apa langsung dipimpin oleh Rasulullah SAW, atau sudah ada sebelum beliau hijrah ke Madinah?

Banyak umat Islam mengira bahwa salat Jumat pertama kali dilaksanakan oleh Rasulullah setelah hijrah ke Madinah. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi ada kisah menarik yang sering kali belum banyak diketahui.

Di balik ibadah yang setiap pekan kita jalankan, tersimpan sejarah perjuangan para sahabat dalam menyebarkan Islam. Bahkan sebelum Rasulullah tiba di Madinah, kaum Muslim telah lebih dahulu berkumpul untuk melaksanakan salat Jumat sebagai simbol persatuan dan semangat menegakkan syiar Islam.

Lalu, bagaimana kisah sebenarnya? Yuk, kita simak bersama.

Awal Mula Disyariatkannya Salat Jumat

Salat Jumat merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan bagi laki-laki Muslim yang telah memenuhi syarat. Perintah ini ditegaskan Allah SWT

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Namun sebelum ayat ini turun, umat Islam telah lebih dahulu memiliki keinginan untuk berkumpul dalam satu hari tertentu sebagai bentuk persaudaraan dan ibadah bersama.

Pada masa awal dakwah di Makkah, kaum Muslim masih menghadapi tekanan dan penindasan dari kaum Quraisy. Karena kondisi tersebut, mereka belum dapat melaksanakan salat Jumat secara terbuka maupun berjamaah dalam jumlah besar. Keadaan mulai berubah ketika dakwah Islam diterima oleh penduduk Yastrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah.

Peran Mush’ab bin Umair di Madinah

Sebelum Rasulullah SAW hijrah, beliau mengutus seorang sahabat muda, yaitu Mush’ab bin Umair, untuk mengajarkan Islam kepada masyarakat Madinah. Mush’ab dikenal sebagai dai pertama yang diutus Rasulullah SAW. Berkat kelembutan akhlak dan kepiawaiannya berdakwah, semakin banyak penduduk Madinah memeluk Islam.

Seiring bertambahnya kaum Muslim, muncul keinginan agar mereka memiliki hari khusus untuk berkumpul, mendengarkan nasihat agama, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Menurut sejumlah riwayat, atas arahan Rasulullah SAW, Mush’ab bin Umair kemudian memimpin pelaksanaan salat Jumat bersama kaum Muslim di Madinah. Inilah yang oleh banyak ulama disebut sebagai pelaksanaan salat Jumat pertama dalam sejarah Islam.

Dengan kata lain, salat Jumat pertama tidak dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, melainkan oleh Mush’ab bin Umair sebagai utusan beliau di Madinah.

Riwayat Lain Tentang Salat Jumat Pertama

Selain riwayat tentang Mush’ab bin Umair, terdapat riwayat yang menyebut bahwa As’ad bin Zurarah menjadi orang yang pertama mengumpulkan kaum Muslim untuk melaksanakan salat Jumat di Madinah sebelum hijrah Rasulullah SAW. Sebagian ulama menjelaskan bahwa kedua riwayat tersebut tidak saling bertentangan. Ada yang berpendapat As’ad bin Zurarah menjadi pelopor pengumpulan jamaah, sementara Mush’ab bin Umair memimpin pelaksanaannya sebagai utusan Rasulullah SAW.

Perbedaan riwayat seperti ini merupakan hal yang wajar dalam kajian sejarah Islam. Yang terpenting adalah semangat para sahabat dalam menjaga persatuan umat dan menegakkan syiar Islam sejak masa-masa awal.

Salat Jumat Pertama yang Dipimpin Rasulullah SAW

siapa yang pertama kali melaksanakan salat jumat

Setelah hijrah dari Makkah menuju Madinah, Rasulullah SAW singgah di perkampungan Bani Salim bin Auf. Di tempat inilah beliau memimpin salat Jumat pertama yang dilaksanakan bersama para sahabat sebelum melanjutkan perjalanan menuju pusat Kota Madinah.

Peristiwa ini menjadi momen bersejarah dalam perkembangan Islam. Salat Jumat tidak hanya menjadi ibadah mingguan, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan nasihat, mempererat persaudaraan, dan membangun masyarakat Islam yang kuat. Sejak itu, salat Jumat dilaksanakan rutin hingga menjadi syiar Islam yang diwariskan kepada umat Islam di seluruh dunia sampai hari ini.

Kisah ini mengajarkan bahwa syiar Islam tidak lahir begitu saja, melainkan melalui perjuangan, persatuan, dan semangat untuk terus menyebarkan kebaikan. Semoga setiap langkah kita menuju masjid pada hari Jumat tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi pengingat akan perjuangan para pendahulu dalam menjaga agama ini.

Untuk Sobat YKB yang ingin mendapatkan lebih banyak artikel edukasi Islami dan inspirasi kebaikan lainnya, kunjungi website kami di ykb.or.id dan ikuti media sosial YKB di InstagramFacebook, dan YouTube.

Home

Laporan

Donasi

Blog

Chat