Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sering kali terlupakan hingga benar-benar sulit didapatkan. Inilah yang selama bertahun-tahun dirasakan oleh para santri di Pondok Pesantren An-Nazi’at, sebuah pesantren salafi sederhana yang terletak di Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Melalui program sumur bor pesantren, Yayasan Komitmen Bersama berupaya menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan air bersih yang berkelanjutan, tidak hanya untuk santri, tetapi juga masyarakat sekitar.
Kehidupan Santri di Ponpes An-Nazi’at
Ponpes An-Nazi’at berdiri sejak tahun 2018 atas inisiatif H. Habiballah. Pesantren ini saat ini membina 30 santri putra, termasuk dua anak usia sekolah dasar. Rentang usia santri dimulai dari SMP kelas 1 hingga usia 23 tahun.
Seluruh proses pendidikan di pondok ini dijalankan dengan konsep gratis dan seikhlasnya. Untuk kebutuhan operasional sehari-hari, pesantren sangat bergantung pada kemampuan keluarga ustadz pendiri yang bekerja sebagai petani. Di tengah keterbatasan tersebut, para santri tetap menjalani hari-hari dengan penuh semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Krisis Air Bersih yang Berkepanjangan

Masalah utama yang dihadapi Ponpes An-Nazi’at adalah keterbatasan sumber air bersih. Selama ini, pondok hanya mengandalkan pemipaan air dari mata air di bukit dengan jarak sekitar 1.600 meter, menggunakan lebih dari 400 pipa sambungan.
Sayangnya, debit air sangat bergantung pada hujan. Jika hujan tidak turun selama satu pekan, air akan berhenti mengalir. Secara kualitas, air pun tidak terlalu jernih. Upaya pengeboran sumur pada tahun 2016 pernah dilakukan, namun gagal karena debit air kecil dan kualitas air yang kurang layak
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada santri, tetapi juga masyarakat sekitar. Masih banyak warga Desa Margajaya yang terpaksa menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci, meskipun airnya dalam kondisi kotor.
Proses Pembangunan Sumur Bor Ponpes An-Nazi’at
Melihat kondisi tersebut, Yayasan Komitmen Bersama melakukan survey lokasi pada 19 oktober sebagai langkah awal pembangunan sumur bor ponpes An-Nazi’at. Setelah melalui kajian teknis dan kebutuhan air.

Proses pengeboran dimulai pada 27 November. pada tahap awal, air yang keluar masih terlihat keruh. Namun bagi para santri, ini adalah tanda harapan baru. Tim di lapangan terus melanjutkan proses hingga kualitas air semakin baik dan layak digunakan untuk kebutuhan MCK serta aktivitas harian santri.

Instalasi Menara dan Toren Air
Sebagai bagian dari sistem distribusi, pada 10 Desember 2025 dilakukan pemasangan menara dan toren air. Proses ini meliputi pengurugan, pemasangan struktur besi, hingga toren yang kini berfungsi sebagai penampung utama air bersih.

Peresmian Sumur Bor
Alhamdulillah, pada 14 Desember 2025, pembangunan sumur bor Ponpes An-Nazi’at resmi dituntaskan dan dilakukan acara peresmian sumur bor, Momen ini menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi para santri, pengurus pesantren, serta masyarakat sekitar. Setelah melalui proses panjang mulai dari survey lokasi, pengeboran, pengujian air, hingga pemasangan menara dan toren, akhirnya sumur bor dinyatakan siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Air bersih ini kini digunakan untuk berbagai kebutuhan penting seperti wudhu, mandi, mencuci, memasak, serta kebutuhan MCK harian santri. Tidak lagi ada kekhawatiran kekurangan air saat musim kemarau tiba, sebagaimana yang selama ini sering dialami. Bagi mereka, kehadiran sumur bor ini bukan sekadar fasilitas, tetapi juga jawaban atas doa dan harapan yang telah lama dipanjatkan. Akses air bersih yang layak akan sangat menunjang kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan dalam menjalani aktivitas belajar.
Mari Berbagi Kebaikan, Hadirkan Sumur Bor Lainnya
Program sumur bor pesantren ini terwujud berkat dukungan para donatur yang telah berbagi rezeki. Masih banyak pesantren dan daerah pelosok lain yang menghadapi kesulitan serupa dalam mendapatkan air bersih.
Bagi kamu yang ingin ikut berbagi dan mendukung pembangunan sumur bor ponpes, silakan klik link berikut : Campaign Sumur Bor dan bergabung dalam kebaikan bersama Yayasan Komitmen Bersama.
Terima kasih atas setiap doa dan dukungan.
Semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, sebagaimana air yang kini mengalir untuk para santri. Aamiin…















