






Bulan suci Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk dalam mendukung pendidikan AlQuran bagi generasi muda. Melalui program 30 Days Kindness, Yayasan Komitmen Bersama kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar manfaat dengan menyalurkan Alquran, Juz Amma, dan Iqro kepada para santri.
26 Februari 2026, tim Yayasan Komitmen Bersama melakukan kunjungan dan penyaluran bantuan Alquran ke TPA Nurul Ikhsan yang berlokasi di: Kp. Tegal Odeng RT 001 RW 009, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Bogor
Anak-anak sudah berkumpul di ruang belajar sederhana. Sebagian duduk bersila dengan buku Iqro di tangan, beberapa lainnya melantunkan ayat-ayat pendek dari Juz Amma. Di sudut ruangan, terdengar lantunan AlQuran yang dibaca perlahan namun penuh kesungguhan.
Di tempat inilah, anak-anak setiap hari belajar mengenal huruf-huruf hijaiyah, merangkainya menjadi ayat, lalu perlahan memahami maknanya. Mereka dibimbing dengan sabar oleh Ustad Umar, yang setia mendampingi perjalanan belajar para santri.
Lebih dari 70 santri di TPA dengan keterbatasan fasilitas dan sebagian mushaf sudah mulai usang, semangat mereka tidak pernah surut. Ada yang masih mengeja huruf demi huruf, ada yang mengulang hafalan, dan ada yang mulai lancar membaca ayat-ayat panjang.


Melihat ketulusan itu, Yayasan Komitmen Bersama melalui program 30 Days Kindness menghadirkan bantuan berupa Alquran baru, buku Iqro, dan Juz Amma untuk TPA Nurul Ikhsan menunjang proses belajar mereka.
Saat mushaf baru dibagikan, wajah-wajah kecil itu tampak berbinar. Bagi sebagian anak, memiliki Al-Qur’an sendiri adalah kebahagiaan yang tak ternilai.
Sambil menanti waktu berbuka, relawan juga membagikan 50 paket takjil kepada para santri. Anak-anak duduk rapi, menahan lapar dengan penuh kesabaran. Senyum mereka merekah saat menerima makanan berbuka.
Momen sederhana itu terasa begitu hangat. Tidak hanya tentang takjil atau bantuan fisik, tetapi tentang rasa diperhatikan dan disayangi.

Ramadhan memang bulan yang istimewa. Allah SWT berfirman:
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan AlQuran sebagai petunjuk bagi manusia…”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan dan AlQuran tidak dapat dipisahkan. Mendukung pendidikan AlQuran di bulan suci adalah salah satu bentuk amal yang penuh keberkahan.
Program ini merupakan bagian dari gerakan 30 Days Kindness, komitmen Yayasan Komitmen Bersama untuk menghadirkan aksi nyata selama 30 hari penuh di bulan Ramadhan.
Setiap hari adalah kesempatan untuk berbagi. Setiap mushaf yang dibaca, setiap huruf yang dilafalkan, dan setiap doa yang dipanjatkan menjadi pahala yang terus mengalir.

Bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana. Namun dampaknya bisa panjang—menjadi bekal ilmu bagi anak-anak hingga dewasa nanti.
Perjalanan ini belum selesai. Masih banyak TPA dan santri yang membutuhkan AlQuran, Iqro, dan dukungan pendidikan.
Mari bersama Yayasan Komitmen Bersama terus menebar kebaikan.
Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rekening: 717 711 5309
a.n. Yayasan Komitmen Bersama
Semoga setiap donasi menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama ayat-ayat Al-Qur’an dibaca dan diamalkan.
Karena satu mushaf di tangan seorang anak hari ini, bisa menjadi cahaya bagi masa depan esok hari.
Ramadhan 2026 menjadi momentum penuh makna bagi Yayasan Komitmen Bersama dalam menghadirkan program kebaikan bertajuk 30 Days Kindness. Salah satu aksi nyatanya adalah kegiatan Sahur On The Road, yaitu berbagi makan sahur sehat untuk para pejuang nafkah yang sudah bekerja sejak dini hari.

Di saat sebagian besar masyarakat masih terlelap dalam dingin dan gelapnya malam, ada saudara-saudara kita yang sudah memulai aktivitas demi menjemput rezeki. Mereka tetap bekerja meski dalam keadaan berpuasa, bahkan tak jarang tidak sempat menikmati sahur.
Melalui program ini, Yayasan Komitmen Bersama hadir langsung di jalanan untuk memastikan mereka tetap bisa menyantap makanan sahur yang layak dan bergizi.
Sejak dini hari, tim relawan bergerak menyusuri sejumlah titik jalan. Udara masih dingin, langit masih gelap, namun semangat para pejuang nafkah sudah menyala.

Beberapa di antaranya adalah:
Tidak sedikit dari mereka yang mengaku belum sempat sahur, bahkan ada yang hanya mengandalkan air putih sebelum memulai pekerjaan.
Melihat kondisi tersebut, program Sahur On The Road Ramadhan 2026 menjadi bentuk kepedulian nyata agar mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih kuat dan sehat.
Program Sahur On The Road merupakan bagian dari gerakan 30 Days Kindness, yaitu komitmen untuk menghadirkan aksi kebaikan setiap hari selama bulan Ramadhan.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang memperluas empati. Dengan berbagi sahur, kita tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga memberikan perhatian dan semangat.
Kegiatan Sahur On The Road ini menjadi pengingat bahwa masih banyak saudara kita yang berjuang dalam sunyi, bekerja dalam gelapnya malam, demi keluarga yang mereka cintai. kebaikan tidak harus menunggu siang hari. Bahkan di waktu sahur, kebaikan tetap bisa ditebarkan.
Program Sahur On The Road masih terus berjalan selama Ramadhan. Masih banyak pejuang nafkah yang membutuhkan dukungan kita.
Mari bersama Yayasan Komitmen Bersama melanjutkan gerakan 30 Days Kindness. Setiap donasi yang Anda titipkan akan disalurkan secara amanah kepada mereka yang membutuhkan.
Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rekening: 717 711 5309
Kebaikan Anda hari ini bisa menjadi kekuatan bagi mereka untuk menjalani puasa esok hari.
Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Yayasan Komitmen Bersama kembali menghadirkan aksi nyata kepedulian melalui program Sembako Ramadhan untuk Pejuang Nafkah pada 26 februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kebaikan bertajuk 30 Days Kindness, yang menjadi program yayasan dalam menebar manfaat selama bulan penuh berkah.
Di sepanjang Jalan Transyogi Cibubur, tim relawan menyapa dan menyalurkan bantuan sembako kepada para pejuang rupiah yang tetap bekerja di tengah teriknya siang hari, meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat empati dan kepedulian. Di siang hari yang panas, tim Yayasan Komitmen Bersama melihat banyak pejuang nafkah yang terus berjuang demi keluarga tercinta.
Mulai dari pedagang perabot keliling, penyedia jasa jahit dengan mesin sederhana di pinggir jalan, hingga pemulung yang mengais rezeki dari barang-barang bekas. Mereka tetap berikhtiar tanpa mengeluh, meski tubuh lelah dan tenggorokan kering karena berpuasa.
Melihat keteguhan dan semangat tersebut, program Sembako Ramadhan Pejuang Nafkah hadir sebagai bentuk dukungan moral dan material agar mereka tetap kuat menjalani hari-hari di bulan suci.

Kegiatan ini merupakan bagian dari campaign 30 Days Kindness, sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Yayasan Komitmen Bersama untuk mengisi Ramadhan dengan aksi nyata setiap harinya.
Ramadhan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Setiap paket sembako yang diberikan bukan hanya sekadar bantuan bahan pokok, tetapi juga simbol kepedulian dan perhatian dari para donatur yang telah mempercayakan amanahnya.
Raut wajah haru dan senyum tulus terlihat saat para pejuang nafkah menerima bantuan tersebut. Ada rasa syukur yang tak terucap, namun tergambar jelas dari ekspresi mereka.

Bagi sebagian orang, bantuan sembako mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian, bantuan ini sangat berarti. Terlebih di bulan Ramadhan, di mana kebutuhan seringkali meningkat sementara penghasilan tidak selalu menentu.
Semoga bantuan ini dapat:
Bulan suci Ramadhan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar. Masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang di jalanan, bekerja tanpa kenal lelah demi sesuap nasi untuk keluarga.


Bantuan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan bisa dimulai dari langkah sederhana: menyapa, peduli, dan berbagi. Yayasan Komitmen Bersama mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam program ini. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah, dilipatgandakan pahalanya, dan menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.
Program Sembako Ramadhan untuk Pejuang Nafkah ini masih terus berjalan. Masih banyak saudara-saudara kita di jalanan yang berjuang demi keluarga mereka—di bawah terik matahari, dalam keadaan berpuasa, dengan penghasilan yang tidak menentu setiap harinya.
Kini, giliran kita untuk ambil bagian.
Mari bersama Yayasan Komitmen Bersama melanjutkan gerakan kebaikan ini. Setiap donasi yang Anda titipkan akan disalurkan secara amanah kepada para pejuang nafkah dan masyarakat yang membutuhkan.
Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rekening: 717 711 5309
a.n. Yayasan Komitmen Bersama
Pendidikan yang layak harus didukung dengan fasilitas dasar yang memadai, terutama akses terhadap air bersih. Namun, hal ini sempat menjadi tantangan besar bagi Pondok Pesantren Hidayatus Sundus yang berlokasi di Kampung Cileuweung, Desa Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, Banten.
Berdiri sejak akhir tahun 2019, pesantren ini membina 25 santri, di mana 12 di antaranya adalah santri mukim yang menetap dan menuntut ilmu secara gratis tanpa biaya mondok. Untuk bertahan sehari-hari, mereka memenuhi kebutuhan secara mandiri, mulai dari mencari bahan makanan hingga memasak bersama.


Ketersediaan air bersih menjadi kendala utama dalam keberlangsungan aktivitas pesantren. Sumur lama yang ada hanya berskala kecil dengan debit air yang sangat terbatas. Pada jam-jam sibuk seperti saat mandi, wudu, atau memasak air sering kali tidak mencukupi.
Kondisi ini memaksa para santri harus bergantian memutar otak, bahkan tak jarang terpaksa berbagi pemakaian dengan fasilitas kamar mandi santri putri demi menghemat air. Masalah ini semakin pelik karena penampungan air (toren) berkapasitas 500 liter yang mereka miliki sudah bocor dan tidak dapat digunakan lagi. Tentu saja, keterbatasan ini berdampak langsung pada kebersihan lingkungan, kesehatan santri, dan kelancaran proses belajar mengajar.
Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, Yayasan Komitmen Bersama tergerak untuk memberikan solusi nyata. Pembangunan sumur bor air bersih yang layak, berdebit tinggi, dan berkelanjutan menjadi program prioritas agar para santri bisa kembali fokus belajar tanpa harus khawatir kehabisan air untuk wudu maupun kebutuhan harian lainnya.

1. Survei Lokasi dan Geolistrik (20 Januari & 2 Februari 2026)
Langkah pertama yang dilakukan tim adalah memastikan titik sumber air terbaik. Survei lokasi dilakukan pada 20 Januari, disusul dengan pengukuran geolistrik pada 2 Februari untuk memetakan akuifer (lapisan pembawa air) di bawah tanah agar sumur tidak mudah kering saat kemarau.
2. Proses Pengeboran (Mulai 11 Februari 2026)
Setelah titik mata air ditentukan, alat berat diturunkan dan proses pengeboran tanah mulai dilakukan oleh tim teknisi.

3. Pemasangan Pipa Casing & Pompa Satelit (12 Februari 2026)
Sehari setelah pengeboran mencapai kedalaman ideal, tim langsung melakukan pemasangan pipa casing. Di hari yang sama, pompa air rendam (satelit) dengan spesifikasi Shimizu 3/4 PK dipasang agar air dapat disedot dengan tenaga yang maksimal namun tetap efisien.
4. Instalasi Menara Air, Pipa, dan Toren (18 – 19 Februari 2026)
Untuk menggantikan toren lama yang bocor, tim membangun menara air besi yang kokoh dan menaikkan toren baru. Setelah menara siap, dilanjutkan dengan tahap plumbing atau instalasi jalur pipa dari pompa satelit menuju toren, lalu disalurkan ke keran-keran di kamar mandi dan area wudu santri.


Hari peresmian menjadi momen yang sangat mengharukan. Para santri berkumpul dengan penuh antusias menyaksikan secara langsung air bersih yang kini dapat mereka akses dengan lebih mudah. Senyum dan rasa syukur terpancar dari wajah para santri.
Kami segenap tim Yayasan Komitmen Bersama dan keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatus Sundus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya.

Apa yang Anda berikan bukan sekadar air, melainkan sebuah denyut kehidupan baru bagi para penuntut ilmu agama. Insyaallah, setiap tetes air yang mengalir dan digunakan oleh para santri untuk bersuci, mengambil wudu, melaksanakan salat, menghafal Al-Qur’an, dan merawat kebersihan diri, akan mengalirkan pahala jariyah yang tak pernah terputus bagi Anda dan keluarga. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Anda dengan keberkahan rezeki, kesehatan, dan perlindungan di dunia maupun di akhirat. Amin Ya Rabbal Alamin.
Ponpes Hidayatus Sundus hanyalah satu dari sekian banyak pesantren dan pelosok desa yang masih berjuang melawan krisis air bersih. Masih banyak saudara-saudara kita para santri yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer atau menggunakan air keruh demi bertahan hidup.
Jangan biarkan aliran kebaikan ini berhenti di sini. Bersama Yayasan Komitmen Bersama kita alirkan lebih banyak lagi kebahagiaan dan kehidupan ke berbagai pelosok negeri melalui program Wakaf Sumur Bor.
Salurkan Donasi/Wakaf Terbaik Anda melalui:
Rekening Donasi:
Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rekening: 717 711 5309
a.n. Yayasan Komitmen Bersama
Satu tetes air yang Anda wakafkan, adalah ribuan doa yang mengalir dari para penghafal Al-Qur’an. Mari berwakaf sekarang!
Alhamdulillah, di penghujung bulan Januari, tepatnya pada 31 Januari 2026, Yayasan Komitmen Bersama kembali melaksanakan program bulanan penyaluran sembako bagi para lansia dhuafa yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap mereka yang telah lanjut usia dan hidup dalam keterbatasan, khususnya di Kampung Cibeber, Klapanunggal, Bogor.

Sebanyak 24 paket sembako berhasil disalurkan kepada para penerima manfaat. Setiap paket diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok harian serta meringankan beban hidup para lansia yang sudah tidak lagi memiliki penghasilan tetap.

Kami menyusuri langsung rumah-rumah para lansia dhuafa. Hal ini dilakukan karena banyak dari mereka yang sudah tidak mampu bepergian, baik karena kondisi fisik yang melemah maupun keterbatasan sarana, agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan tanpa memberatkan penerima manfaat.
Tak hanya menyerahkan paket sembako, kehadiran tim juga membawa senyum, sapaan hangat, dan perhatian bagi para lansia. Di tengah kondisi hidup yang serba terbatas dan sering kali dilalui dalam kesendirian, momen sederhana seperti berbincang dan didengarkan menjadi hal yang sangat berarti bagi mereka.
Bagi para lansia, bantuan ini bukan sekadar kebutuhan pangan, tetapi juga penguat hati bahwa mereka tidak sendiri dan masih ada yang peduli.
Program penyaluran sembako ini diharapkan dapat:
Setiap paket yang disalurkan menyimpan harapan agar para lansia dapat menjalani hari-hari dengan lebih tenang dan bermakna.


Program ini dapat terlaksana berkat dukungan, doa, dan amanah kebaikan dari para donatur yang terus membersamai langkah Yayasan Komitmen Bersama. Kepercayaan yang diberikan menjadi energi bagi kami untuk terus menjaga konsistensi program-program kemanusiaan yang berkelanjutan.
Salurkan donasi terbaik Anda melalui:
Rekening Donasi:
Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rekening: 717 711 5309
a.n. Yayasan Komitmen Bersama
Campaign Donasi : https://ykb.or.id/campaign/santunan-dhuafa-lansia-d7f
Informasi lengkap & program lainnya:
🌐 Website: ykb.or.id
Setiap rupiah yang Anda titipkan akan menjadi harapan, senyum, dan keberkahan bagi mereka yang membutuhkan. Mari kuatkan komitmen dalam berbagi, karena kebaikan sekecil apa pun akan selalu berarti.
Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sering kali terlupakan hingga benar-benar sulit didapatkan. Inilah yang selama bertahun-tahun dirasakan oleh para santri di Pondok Pesantren An-Nazi’at, sebuah pesantren salafi sederhana yang terletak di Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Melalui program sumur bor pesantren, Yayasan Komitmen Bersama berupaya menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan air bersih yang berkelanjutan, tidak hanya untuk santri, tetapi juga masyarakat sekitar.
Ponpes An-Nazi’at berdiri sejak tahun 2018 atas inisiatif H. Habiballah. Pesantren ini saat ini membina 30 santri putra, termasuk dua anak usia sekolah dasar. Rentang usia santri dimulai dari SMP kelas 1 hingga usia 23 tahun.
Seluruh proses pendidikan di pondok ini dijalankan dengan konsep gratis dan seikhlasnya. Untuk kebutuhan operasional sehari-hari, pesantren sangat bergantung pada kemampuan keluarga ustadz pendiri yang bekerja sebagai petani. Di tengah keterbatasan tersebut, para santri tetap menjalani hari-hari dengan penuh semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an.

Masalah utama yang dihadapi Ponpes An-Nazi’at adalah keterbatasan sumber air bersih. Selama ini, pondok hanya mengandalkan pemipaan air dari mata air di bukit dengan jarak sekitar 1.600 meter, menggunakan lebih dari 400 pipa sambungan.
Sayangnya, debit air sangat bergantung pada hujan. Jika hujan tidak turun selama satu pekan, air akan berhenti mengalir. Secara kualitas, air pun tidak terlalu jernih. Upaya pengeboran sumur pada tahun 2016 pernah dilakukan, namun gagal karena debit air kecil dan kualitas air yang kurang layak
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada santri, tetapi juga masyarakat sekitar. Masih banyak warga Desa Margajaya yang terpaksa menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci, meskipun airnya dalam kondisi kotor.
Melihat kondisi tersebut, Yayasan Komitmen Bersama melakukan survey lokasi pada 19 oktober sebagai langkah awal pembangunan sumur bor ponpes An-Nazi’at. Setelah melalui kajian teknis dan kebutuhan air.

Proses pengeboran dimulai pada 27 November. pada tahap awal, air yang keluar masih terlihat keruh. Namun bagi para santri, ini adalah tanda harapan baru. Tim di lapangan terus melanjutkan proses hingga kualitas air semakin baik dan layak digunakan untuk kebutuhan MCK serta aktivitas harian santri.

Sebagai bagian dari sistem distribusi, pada 10 Desember 2025 dilakukan pemasangan menara dan toren air. Proses ini meliputi pengurugan, pemasangan struktur besi, hingga toren yang kini berfungsi sebagai penampung utama air bersih.

Alhamdulillah, pada 14 Desember 2025, pembangunan sumur bor Ponpes An-Nazi’at resmi dituntaskan dan dilakukan acara peresmian sumur bor, Momen ini menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi para santri, pengurus pesantren, serta masyarakat sekitar. Setelah melalui proses panjang mulai dari survey lokasi, pengeboran, pengujian air, hingga pemasangan menara dan toren, akhirnya sumur bor dinyatakan siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Air bersih ini kini digunakan untuk berbagai kebutuhan penting seperti wudhu, mandi, mencuci, memasak, serta kebutuhan MCK harian santri. Tidak lagi ada kekhawatiran kekurangan air saat musim kemarau tiba, sebagaimana yang selama ini sering dialami. Bagi mereka, kehadiran sumur bor ini bukan sekadar fasilitas, tetapi juga jawaban atas doa dan harapan yang telah lama dipanjatkan. Akses air bersih yang layak akan sangat menunjang kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan dalam menjalani aktivitas belajar.
Program sumur bor pesantren ini terwujud berkat dukungan para donatur yang telah berbagi rezeki. Masih banyak pesantren dan daerah pelosok lain yang menghadapi kesulitan serupa dalam mendapatkan air bersih.
Bagi kamu yang ingin ikut berbagi dan mendukung pembangunan sumur bor ponpes, silakan klik link berikut : Campaign Sumur Bor dan bergabung dalam kebaikan bersama Yayasan Komitmen Bersama.
Terima kasih atas setiap doa dan dukungan.
Semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, sebagaimana air yang kini mengalir untuk para santri. Aamiin…
Udara adalah sumber kehidupan. Namun, bagi para santri di Pondok Pesantren Daarut Tawabin , Kampung Kebon Panas RT 4 RW 4, Desa Koleang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, mendapatkan air bersih bukanlah hal yang mudah. Setiap hari mereka harus berjalan cukup jauh ke sungai untuk mandi, mencuci, bahkan mengambil air untuk wudhu dan memasak.

Para santri terpaksa memanfaatkan aliran sungai untuk mandi dan mengambil air karena tidak adanya sumber air bersih di lingkungan pondok.
Namun, ketika hujan turun deras, sungai berubah menjadi deras dan berbahaya. Sampah dan lumpur terbawa arus, membuat udara menjadi keruh dan tidak layak digunakan. Banyak santri yang mengalami gatal-gatal, bahkan ada yang merasa takut untuk mandi di sungai. Kondisi ini sering membuat para santri merasa cemas, bahkan ada yang berpikir ulang untuk melanjutkan mondok di sana.

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Komitmen Bersama tergerak untuk menghadirkan solusi nyata melalui program bantuan sumur bor untuk ponpes Darul Tawwabin. Harapannya, dengan tersedianya sumber air bersih, para santri dapat hidup lebih sehat, beribadah dengan tenang, dan belajar dengan semangat tanpa khawatir akan air yang kotor.

Alhamdulillah, pada tanggal 21 September 2025 , proses pengukuran geolistrik dilakukan di Ponpes Darul Tawwabin. Pengukuran ini dilakukan dari pukul 09.00 hingga 11.50 WIB , untuk menentukan titik potensial sumber air bawah tanah. Setelah hasil rekomendasi lokasi sumur diperoleh dalam 1–2 hari kerja, tahap selanjutnya adalah pengeboran sumur .
Berkat doa dan dukungan para dermawan, proses pengeboran dimulai pada Rabu, 22 September 2025 . Hingga Kamis pagi, pengeboran telah mencapai kedalaman 45 meter dari target 84 meter .

Pada kedalaman 40–60 meter, sempat terhenti karena ditemukannya batuan lempung tufa . Batuan jenis ini cukup keras dan membuat proses pengeboran berjalan lebih lambat. Meski begitu, tim di lapangan tetap bersemangat, karena kehadiran batuan tufa sering kali menjadi pertanda bahwa sumber udara sudah semakin dekat.
Hingga dini hari, pengeboran berhasil menembus kedalaman 60 meter , dan beberapa hari kemudian mencapai 85 meter sesuai rekomendasi geolistrik. Di titik ini, sumber air bersih akhirnya ditemukan menjadi tanda harapan baru bagi para santri di Darul Tawwabin.
Setelah sumber air ditemukan, proses dilanjutkan dengan:

Selama proses ini, tim juga terus melakukan penjernihan air agar air yang dihasilkan benar-benar bersih dan layak digunakan untuk kebutuhan harian santri.
Alhamdulillah, pada Minggu, 7 Oktober 2025 , sumur bor ponpes Darul Tawwabin resmi diresmikan . Kini, para santri kini sudah bisa menikmati air jernih langsung dari sumur bor. Tidak ada lagi langkah kaki menuju sungai, tidak ada lagi rasa takut akan air yang kotor, dan tidak ada lagi rasa gatal di kulit akibat mandi di air keruh.


Air bersih kini mengalir di lingkungan pesantren, memberikan semangat baru bagi para santri untuk belajar dan beribadah dengan lebih nyaman.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan dan doa para dermawan yang telah berpartisipasi dalam program bantuan sumur bor ini. Setiap tetes air yang kini mengalir menjadi saksi amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir.
Dengan hadirnya sumber air bersih, Pondok Pesantren Darul Tawwabin kini dapat berkembang lebih baik, para santri lebih sehat, dan semakin banyak generasi muda yang siap menimba ilmu agama dengan tenang.
Air bersih adalah kebutuhan dasar setiap manusia, dan dengan berbagi kita bisa memberi kehidupan. Melalui program bantuan sumur bor pesantren , kami ingin terus menghadirkan manfaat untuk pondok-pondok lain yang masih kesulitan air bersih.
Untuk membantu menghadirkan sumur bor di pesantren-pesantren lainnya , Anda dapat berdonasi melalui campaign resmi Yayasan Komitmen Bersama dengan klik link berikut:
Sedekah Sumur Air Untuk Ponpes
Atau bisa juga langsung chat admin YKB melalui WhatsApp di:
+62 852-8783-0170
Setiap tetes donasimu akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir , membantu para santri dan masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak. Bersama kita alirkan manfaat, setetes air untuk sejuta kebaikan.
Alhamdulillah, Selasa sore 30 Oktober 2025, Yayasan Komitmen Bersama kembali menggelar kegiatan rutin penuh makna di penghujung bulan. Kali ini, tim YKB hadir di Pondok Pesantren Al Fathiyah, yang berlokasi di Desa Lulut, Klapanunggal, Bogor, untuk menyalurkan program Beras dan Gizi Santri.

Dalam kegiatan ini, para santri menerima paket bingkisan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, kecap, dan tepung. Meskipun sederhana, bantuan ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri yang tengah menimba ilmu agama di pesantren.
Program berbagi beras dan gizi ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen YKB dalam mendukung kesejahteraan dan kesehatan para santri.
Santri adalah generasi penerus yang tidak hanya menuntut ilmu agama, tapi juga membangun karakter dan akhlak mulia. Melalui asupan gizi yang cukup, diharapkan mereka bisa belajar dengan lebih semangat dan fokus.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa peduli dan berbagi di tengah masyarakat. Karena dengan saling membantu, kita semua bisa ikut berkontribusi menciptakan generasi yang kuat, sehat, dan berilmu.
Sore itu berlangsung dengan penuh kehangatan meski sedang hujan. Para santri menyambut kedatangan kami dengan wajah ceria. Saat paket beras dan bahan pokok dibagikan, “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada para donatur yang sudah peduli. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan santri kami,” ucap pengurus Ponpes Al Fathiyah dengan rasa syukur.
Setiap senyum dari para santri adalah hadiah yang luar biasa. Kegiatan seperti ini bukan sekadar menyalurkan bantuan, tapi juga membangun silaturahmi dan menghadirkan semangat berbagi antar sesama.

Setiap akhir bulan, Yayasan Komitmen Bersama memang memiliki berbagai program rutin berbagi, di antaranya:
Yayasan Komitmen Bersama mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang terus mendukung setiap langkah kami. Setiap beras yang disalurkan, setiap senyum yang muncul, semuanya adalah bagian dari amal jariyah yang insya Allah akan terus mengalir pahalanya.
Sahabat, mari bersama-sama terus mendukung program berbagi ini. Dengan berdonasi melalui Yayasan Komitmen Bersama, Anda ikut membantu santri, yatim, lansia, dan dhuafa agar tetap semangat menjalani hari-harinya.
🌐 Donasi dapat disalurkan melalui:
ykb.or.id
💳 Rekening BSI: 7177115309 a.n. Yayasan Komitmen Bersama
Setiap sedekah, sekecil apa pun, punya makna besar bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah limpahkan keberkahan untuk semua pihak yang terlibat dalam kebaikan ini.
Alhamdulillah, rangkaian acara dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia di Yayasan Komitmen Bersama berlanjut ke Part 2 yang tak kalah meriah. Pada Sabtu, 10 Agustus 2024, halaman yayasan kembali dipenuhi tawa riang anak-anak yatim dan binaan yang ikut serta dalam perlombaan seru. Suasana sore itu penuh semangat kebersamaan, kegembiraan, dan keceriaan.

Kegiatan dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan lomba bulu tangkis. Dari anak-anak yang masih belajar memegang raket hingga yang sudah lihai bermain, semuanya tampil penuh semangat. Ada momen lucu ketika beberapa anak bingung memukul kok, namun sorak-sorai teman-temannya membuat suasana makin hangat.


Tak disangka, ada juga anak-anak laki-laki yang menunjukkan bakat luar biasa dalam bermain. Mereka berhasil melaju ke babak semi final, dan pertandingan semakin sengit. Namun final bulu tangkis belum dimainkan hari itu—karena sudah ditentukan akan digelar pada tanggal 16 Agustus di GOR setempat, sekaligus menjadi puncak penyerahan hadiah.
Setelah bulu tangkis selesai, ternyata banyak anak yang tak sabar menunggu lomba tarik tambang. Sorak-sorai semakin heboh ketika tim dibagi menjadi kelompok kecil dan besar agar pertandingan terasa seimbang.


Di sini, bukan hanya soal menang atau kalah, tapi lebih kepada kebersamaan yang tercipta. Anak-anak berusaha sekuat tenaga menarik tali, tawa pecah saat ada yang terjatuh bersama, dan semua itu menjadi momen yang sulit dilupakan. Energi kebersamaan inilah yang membuat lomba tarik tambang jadi salah satu favorit di sore itu.
Tak kalah seru, lomba berikutnya adalah futsal. Anak-anak dibagi menjadi 4 tim—2 tim laki-laki dan 2 tim perempuan. Uniknya, futsal ini tidak pakai sistem panjang, langsung menuju babak final. Permainan berjalan penuh semangat dan sportivitas. Anak-anak berlari, menendang bola, dan sesekali saling tertawa meski harus jatuh bangun di lapangan sederhana yang dipakai.
Kemenangan bukan tujuan utama, melainkan kebersamaan yang tercipta di antara mereka. Sorak-sorai penonton, baik dari anak-anak maupun pembina, membuat suasana semakin hidup dan penuh warna.
Setelah rangkaian lomba pada 10 Agustus, acara dilanjutkan kembali pada 16 Agustus 2024. Hari itu menjadi momen puncak dengan digelarnya final bulu tangkis di GOR.


Setelah final bulu tangkis selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah untuk semua lomba. Senyum merekah dik-anak saat menerima hadiah yang sudah disiapkan. Walau sederhana, kebahagiaan mereka sangat terasa dan menjadi bukti bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan momen berbagi tawa dan kebersamaan.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir berjalan dengan lancar. Semangat anak-anak dalam menyambut kemerdekaan Indonesia sungguh luar biasa.
Kegiatan lomba ini bukan hanya menjadi wadah untuk bersenang-senang, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat silaturahmi. Semoga semangat kemerdekaan ini selalu menginspirasi kita semua untuk terus berbagi dan menebar kebahagiaan.