Keceriaan Lomba 17 Agustus Part 2: Keceriaan, Sportivitas, dan Kebersamaan Anak Yatim

Keceriaan Lomba 17 Agustus Part 2: Keceriaan, Sportivitas, dan Kebersamaan Anak Yatim

Alhamdulillah, rangkaian acara dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia di Yayasan Komitmen Bersama berlanjut ke Part 2 yang tak kalah meriah. Pada Sabtu, 10 Agustus 2024, halaman yayasan kembali dipenuhi tawa riang anak-anak yatim dan binaan yang ikut serta dalam perlombaan seru. Suasana sore itu penuh semangat kebersamaan, kegembiraan, dan keceriaan.

Keseruan Lomba Tarik Tambang, Bulu Tangkis, dan Futsal Bersama Anak Yatim

Lomba Bulu Tangkis: Seru dan Penuh Kejutan

Kegiatan dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan lomba bulu tangkis. Dari anak-anak yang masih belajar memegang raket hingga yang sudah lihai bermain, semuanya tampil penuh semangat. Ada momen lucu ketika beberapa anak bingung memukul kok, namun sorak-sorai teman-temannya membuat suasana makin hangat.

Keseruan Lomba Tarik Tambang, Bulu Tangkis, dan Futsal Bersama Anak Yatim

Tak disangka, ada juga anak-anak laki-laki yang menunjukkan bakat luar biasa dalam bermain. Mereka berhasil melaju ke babak semi final, dan pertandingan semakin sengit. Namun final bulu tangkis belum dimainkan hari itu—karena sudah ditentukan akan digelar pada tanggal 16 Agustus di GOR setempat, sekaligus menjadi puncak penyerahan hadiah.

Tarik Tambang: Paling Ditunggu Anak-Anak

Setelah bulu tangkis selesai, ternyata banyak anak yang tak sabar menunggu lomba tarik tambang. Sorak-sorai semakin heboh ketika tim dibagi menjadi kelompok kecil dan besar agar pertandingan terasa seimbang.

Lomba Tarik tambang anak yatim

Di sini, bukan hanya soal menang atau kalah, tapi lebih kepada kebersamaan yang tercipta. Anak-anak berusaha sekuat tenaga menarik tali, tawa pecah saat ada yang terjatuh bersama, dan semua itu menjadi momen yang sulit dilupakan. Energi kebersamaan inilah yang membuat lomba tarik tambang jadi salah satu favorit di sore itu.

Futsal: Antusias dari Anak Laki-Laki

Tak kalah seru, lomba berikutnya adalah futsal. Anak-anak dibagi menjadi 4 tim—2 tim laki-laki dan 2 tim perempuan. Uniknya, futsal ini tidak pakai sistem panjang, langsung menuju babak final. Permainan berjalan penuh semangat dan sportivitas. Anak-anak berlari, menendang bola, dan sesekali saling tertawa meski harus jatuh bangun di lapangan sederhana yang dipakai.

Kemenangan bukan tujuan utama, melainkan kebersamaan yang tercipta di antara mereka. Sorak-sorai penonton, baik dari anak-anak maupun pembina, membuat suasana semakin hidup dan penuh warna.


Puncak Acara: Final Bulu Tangkis & Pembagian Hadiah

Setelah rangkaian lomba pada 10 Agustus, acara dilanjutkan kembali pada 16 Agustus 2024. Hari itu menjadi momen puncak dengan digelarnya final bulu tangkis di GOR.

Keseruan Lomba Tarik Tambang, Bulu Tangkis, dan Futsal Bersama Anak Yatim

Setelah final bulu tangkis selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah untuk semua lomba. Senyum merekah dik-anak saat menerima hadiah yang sudah disiapkan. Walau sederhana, kebahagiaan mereka sangat terasa dan menjadi bukti bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan momen berbagi tawa dan kebersamaan.

Penutup: Terima Kasih untuk Semua yang Terlibat

Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir berjalan dengan lancar. Semangat anak-anak dalam menyambut kemerdekaan Indonesia sungguh luar biasa.

Kegiatan lomba ini bukan hanya menjadi wadah untuk bersenang-senang, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat silaturahmi. Semoga semangat kemerdekaan ini selalu menginspirasi kita semua untuk terus berbagi dan menebar kebahagiaan.


 

 

Menjadi Pahlawan Masa Kini: Selamatkan Masa Depan Anak Yatim yang Terancam Putus Sekolah

Menjadi Pahlawan Masa Kini: Selamatkan Masa Depan Anak Yatim yang Terancam Putus Sekolah

17 Agustus selalu dirayakan dengan penuh semangat, bendera dikibarkan, lagu kebangsaan dinyanyikan, dan berbagai lomba meriah digelar. Kita bebas bersuara, bebas belajar, bebas bermimpi. Tapi di sudut-sudut desa, gang-gang sempit kota, hingga pelosok negeri masih banyak anak-anak yang belum sepenuhnya merasakan arti kemerdekaan.

Mereka adalah anak-anak yatim. Yang sejak kecil sudah kehilangan sosok pelindung, pencari nafkah utama dalam keluarga. Banyak dari mereka harus mengubur mimpi sekolah hanya karena tidak punya seragam, tidak mampu bayar SPP, atau harus membantu ibu bekerja demi sesuap nasi.

Mereka bangun pagi bukan untuk berangkat ke sekolah, tapi untuk mengais sisa sayur di pasar. Mereka tidak merengek minta dibelikan buku baru, karena mereka sudah belajar menerima hidup apa adanya. Padahal mereka juga punya hak yang sama: hak untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi.

Data dari berbagai laporan sosial menunjukkan bahwa masih banyak anak yatim di Indonesia yang putus sekolah karena ketiadaan biaya, bahkan sejak duduk di bangku SD. Banyak dari mereka harus membantu ibunya berjualan, memulung, atau menjadi buruh cilik demi bisa makan hari itu juga.

Mereka tumbuh terlalu cepat karena tuntutan hidup, bukan karena pilihan. Di usia yang seharusnya bermain dan belajar, mereka justru dibebani tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga. Tidak ada buku, tidak ada seragam, tidak ada kesempatan belajar seperti anak-anak lainnya. Bahkan, ada anak yang menangis hanya karena ingin sekali punya sepatu sekolah seperti teman sebayanya

Kemerdekaan seharusnya bermakna bebas dari penderitaan dan kebodohan. Namun bagi sebagian anak yatim, kemerdekaan hanyalah kata-kata, karena hidup mereka masih terkekang oleh keterbatasan ekonomi dan ketidakadilan sosial.

Mereka hidup dalam bayang-bayang kehilangan dan kekurangan. Tidak hanya kehilangan sosok ayah atau ibu, tetapi juga kehilangan akses pada pendidikan, gizi layak, dan pengasuhan yang aman. Di pelosok negeri, masih banyak anak-anak yang belajar mengaji dari iqro robek dan usang, atau belajar membaca dengan buku bekas yang harus digunakan bergantian.

Pahlawan untuk anak yatim bukanlah sekadar gelar kosong. Di era sekarang, menjadi pahlawan tidak harus mengangkat senjata. Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari perubahan besar. Kita bisa menjadi pahlawan masa kini yang mengangkat masa depan mereka dari kegelapan menuju harapan. Melalui program beasiswa pendidikan, donasi iqro dan Al-Qur’an, berbagi makan sehat, hingga bantuan sembako untuk keluarga mereka, setiap rupiah dari kita akan menjadi cahaya bagi anak-anak yang selama ini hidup dalam gelap.

Mari jadikan kemerdekaan ini bermakna dengan ikut ambil bagian dalam program-program kebaikan berikut:

📖 1. Sedekah Al-Qur’an dan Iqro

Pahlawan untuk Anak Yatim

Bantu anak-anak yatim dan santri di pelosok untuk bisa mengaji dengan layak.
🔗 Donasi Sekarang → ykb.or.id/sedekah-quran-pelosok-negri

🎓 2. Beasiswa Pendidikan Anak Yatim

Pahlawan untuk Anak Yatim

Dukung mereka untuk tetap sekolah dan mengejar cita-cita.
🔗 Donasi Beasiswa Pendidikan → ykb.or.id/beasiswa-pendidikan yatim

🍱 3. Program Makan Sehat untuk Anak Yatim

Pastikan perut mereka kenyang agar bisa tumbuh dengan sehat dan semangat.
🔗 Donasi Makan Sehat → ykb.or.id/berbagi-makan-sehat

🛍️ 4. Santunan dan Kebutuhan Harian

Pahlawan untuk Anak Yatim

Untuk keperluan pakaian, perlengkapan belajar, dan kebutuhan pokok lainnya.
🔗 Donasi Umum → ykb.or.id/santunan-pendidikan

Bersama Kita Bisa: Ayo Jadi Pahlawan untuk Anak Yatim

Kemerdekaan tidak akan lengkap bila masih ada anak-anak yang menangis karena tidak bisa sekolah, tidak bisa mengaji, atau sekadar tidak punya makan malam. Kita bisa menjadi pahlawan untuk mereka. Dengan berdonasi, Anda tidak hanya memberi bantuan—Anda memberi harapan.

Yuk Jadi Bagian dari Perubahan!

Mari kita rayakan kemerdekaan ini dengan cara yang berbeda.
Jadilah bagian dari perjuangan mewujudkan kemerdekaan sejati untuk anak-anak yatim dan dhuafa di Indonesia.

🔗 Anda bisa berdonasi melalui:
🌐 www.ykb.or.id
💳 Rekening BSI: 717 711 5309 a.n Yayasan Komitmen Bersama
📱 WhatsApp Layanan Donatur: 62 851-7234-6299
📲 Instagram & Facebook: ykb.idn

 

Home

Laporan

Donasi

Blog

Chat