Sobat YKB, pernah ga kamu berpikir mengapa dalam Islam anak yatim memiliki kedudukan yang begitu istimewa? Mengapa Al-Qur’an dan hadits berkali-kali menyinggung tentang mereka? Artikel ini akan mengajak kamu memahami jawabannya
Anak Yatim dalam Pandangan Islam
Kehilangan orang tua, khususnya ayah, bukanlah perkara ringan. Anak yatim sering kali harus tumbuh lebih cepat dari usianya. Mereka menghadapi dunia dengan keterbatasan.
Dalam Islam, anak yatim adalah anak yang kehilangan ayah sebelum ia dewasa. Kehilangan ini bukan hanya soal sosok orang tua, tetapi juga tentang hilangnya pelindung, penopang hidup, dan tempat bergantung.
Karena itulah, Islam hadir dengan perhatian yang sangat besar. Allah mengingatkan umat Islam agar memperlakukan anak yatim dengan penuh kasih sayang dan tidak menyakiti perasaan mereka:
“Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”
(QS. Ad-Dhuha: 9)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa memuliakan anak yatim adalah bagian dari akhlak seorang Muslim.
Tahu kah kamu bahwa Rasulullah sendiri adalah seorang yatim? Ayah beliau wafat sebelum beliau lahir, dan ibunya wafat saat beliau masih kecil.
Allah mendidik Rasulullah dengan pengalaman kehilangan agar beliau menjadi pribadi yang paling memahami perasaan anak yatim. Karena itulah, beliau begitu lembut dan penuh kasih kepada mereka.
Mengapa Anak Yatim Sangat Dimuliakan?
Pertanyaan mengapa Islam sangat memuliakan anak yatim dijawab Islam melalui banyak lapisan makna. Berikut penjelasan utamanya:
Karena Anak Yatim Adalah Amanah Sosial Umat
Dalam Islam, anak yatim bukan hanya tanggung jawab keluarganya, tetapi juga tanggung jawab masyarakat. Islam ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang tumbuh merasa sendirian.
Ketika umat Islam menjaga anak yatim, sejatinya umat sedang menjaga masa depan generasi.
Karena Islam Melatih Kepekaan Hati
Menyantuni anak yatim bukan hanya tentang memberi harta, tetapi tentang melembutkan hati manusia. Orang yang terbiasa peduli kepada anak yatim akan lebih peka terhadap penderitaan orang lain.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang mengasuh anak yatim, aku dan dia di surga seperti ini.”
(HR. Bukhari)
Beliau merapatkan dua jarinya sebagai isyarat kedekatan. Hadits ini menunjukkan bahwa kepedulian kepada anak yatim bukan amalan kecil.
Karena Anak Yatim Mudah Dizalimi Jika Tidak Dilindungi
Islam sangat tegas melarang pengambilan hak anak yatim. Bahkan Allah memberikan peringatan keras bagi siapa pun yang memakan harta anak yatim secara zalim.
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka menelan api ke dalam perutnya.”
(QS. An-Nisa: 10)
Ini menunjukkan betapa seriusnya Islam menjaga kehormatan dan hak anak yatim.
Menyantuni Anak Yatim: Lebih dari Sekadar Memberi

Dalam Islam, menyantuni anak yatim bukan hanya soal memberi harta. Lebih dari itu, ada nilai kasih sayang dan kepedulian yang harus dihadirkan.
Menyantuni anak yatim berarti:
- Membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka
- Mendukung pendidikan dan masa depan mereka
- Menghadirkan rasa aman dan perhatian
Berbagi Lebih Mudah Bersama Yayasan Komitmen Bersama
Sobat YKB, di sekitar kita masih banyak anak yatim yang membutuhkan uluran tangan. Tidak semua orang bisa hadir langsung mendampingi mereka, tetapi kebaikan tetap bisa disalurkan dengan cara yang tepat.
Islam mengajarkan bahwa kebaikan sekecil apa pun akan bernilai besar jika dilakukan dengan niat yang tulus.
Kini, menyantuni anak yatim tidak lagi sulit. Melalui Yayasan Komitmen Bersama, kamu dapat menyalurkan kepedulian dengan lebih mudah dan amanah.
Salurkan bantuan Anda melalui:
- Website: www.ykb.or.id
- Rekening BSI: 717 711 5309 a.n. Yayasan Komitmen Bersama
Yayasan Komitmen Bersama hadir membantu menyalurkan donasi untuk program anak yatim, mulai dari kebutuhan harian, pendidikan, hingga pembinaan berkelanjutan.
Satu kebaikan yang kamu titipkan hari ini, bisa menjadi senyum dan harapan bagi mereka di masa depan.





