Berikut Merupakan Keutamaan Sholat Tahajud Bagi Pelakunya

Berikut Merupakan Keutamaan Sholat Tahajud Bagi Pelakunya

Keutamaan Sholat Tahajud Bagi Pelakunya – Karena sangat sulit untuk bangun dari tidur, terutama setelah rutinitas hari hari yang sibuk, inilah alasan mengapa sholat tahajud ini membuat seseorang mendapatkan banyak manfaat dan status yang tinggi dari Allah SWT. Sholat Tahajud dilakukan pada malam hari tepatnya sepertiga malam setelah bangun tidur.

Sholat tahajud merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT sebagaimana bunyi surat Al Isra ayat 79 yang artinya :

“Dan pada sebagian malam hari sembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’ : 79) (sumber : kumparan.com)

Berikut merupakan  Faedah dan keutamaan Sholat Tahajud :

Allah Berikan kedudukan yang Mulia dan Terpuji di Sisi Nya

Keutamaan pertama dalam shalat Tahajud adalah memberikan tempat terbaik dan kehormatan bagi pelakunya di hadirat Allah SWT. Ini adalah janji dari Allah SWT yang akan mengangkat derajat hamba-Nya ke tempat terpuji, bagi mereka yang melakukan shalat Tahajud dengan tekun dan ikhlas dengan harapan ridho ilahi.

Keutamaan Sholat Tahajud Bagi Pelakunya

Allah Akan Kabulkan Doanya

Karena sholat tahajud merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan Allah akan kabulkan permohonan dan permintaan hamba Nya yang beribadah dengan ikhlas para ahli tahajud.

Diampuni Segala Dosa

Orang yang melakukan sholat tahajud akan diampuni segala dosa dosanya, hal ini sebagaimana termaktub dalam hadits :

Rasulullah SAW Bersabda “Lakukan qiyamullail. Karena itu kebiasaan orang shaleh sebelum kalian, bentuk taqarrub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili). (sumber : kumparan.com)

Rendah Hati

Allah SWT menjamin bahwa orang yang melakukan keutamaan shalat Tahajud akan selalu rendah hati dan ramah. Ketenangan yang mencerminkan ketenangan pikiran dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat akan membuat kita rendah hati.

Jembatan Masuk Surga

Keutamaan shalat Tahajud selanjutnya adalah dapat menjadi jembatan menuju Surga. Allah SWT telah menjanjikan surga bagi semua orang yang taat kepada-Nya. Sebaliknya, dia menciptakan hukuman neraka bagi mereka yang tidak taat.

Selain itu, Allah SWT telah menunjukkan kepada kita jalan untuk mencapai Surga-Nya. Salah satu cara masuk surga adalah dengan melaksanakan shalat tahajud. Itulah beberapa Keutamaan Sholat Tahajud Bagi Pelakunya.

Sebab Sebab Terhalangnya Doa

Sebab Sebab Terhalangnya Doa

Sebab Sebab Terhalangnya Doa – Bila doa itu tidak segera menunjukkan tanda-tanda yang diijabah oleh Allah SWT, maka sebaiknya setiap hamba tetap berhusnudzan. Dan perlu mengevaluasi diri mengapa doa kita belum terkabul.

Berikut merupakan beberapa sebab sebab terhalangnya doa :

1. Harta berasal dari yang haram

“Kemudian Nabi menceritakan keadaan seseorang yang melakukan safar panjang, rambutnya kusut, mukanya berdoa, menengadahkan tangan ke langit dan berkata: Wahai Rabbku, wahai Rabbku. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi asupan gizi dari yang haram, maka bagaimana bisa diterima doanya?” (H.R Muslim).

2. Tidak yakin dalam doanya (hatinya lalai)

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai lagi main-main,” (H.R at Tirmidzi, dishahihkan al-Hakim dan dihasankan al-Albani).

3. Tergesa-gesa

“Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa dengan mengatakan: ‘Aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan’,” (H.R al Bukhari dan Muslim

4. Doanya mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi

“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi kecuali Allah akan beri 3 kemungkinan,” (H.R at Tirmidzi, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan dinyatakan bahwa sanad-sanadnya jayyid(baik) oleh al-Bushiri)

Rasulullah SAW bersabda, ”Doa seorang hamba Allah tetap dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim atau tak terburu-buru segera dikabulkan.” Seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah maksud terburu-buru?” Rasulullah menjawab, ”Ia mengatakan, ‘aku telah berdoa tapi aku tidak melihat doaku dikabulkan’, sehingga ia mengabaikan dan meninggalkan doanya itu.” (HR Muslim).

Ibrahim bin Adham menjawab, ”Hatimu telah mati dari sepuluh perkara.  Yakni, pertama, engkau mengenali Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya. Kedua, engkau membaca kitab Allah, tetapi tidak mau mempraktikkan isinya. Ketiga, engkau mengaku bermusuhan dengan iblis, tetapi mengikuti tuntunannya.

Keempat, engkau mengaku cinta Rasul, tetapi meninggalkan tingkah laku dan sunah beliau. Kelima, engkau mengaku senang surga, tetapi tidak berbuat menuju kepadanya.

Keenam, engkau mengaku takut neraka, tetapi tidak mengakhiri perbuatan dosa. Ketujuh, engkau mengakui kematian itu hak, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kedelapan, engkau asyik meneliti aib-aib orang lain, tetapi melupakan aib-aib dirimu sendiri. Kesembilan, engkau makan rezeki Allah, tetapi tidak bersyukur pada-Nya. Dan kesepuluh, engkau menguburkan orang-orang, tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu. 

Sumber : INSPIRASI DATA

Manfaat Berbagi Kebahagiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Manfaat Berbagi Kebahagiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Manfaat Berbagi Kebahagiaan – Pandemi Covid-19 sudah hampir 2 tahun melanda Indonesia dan belum adanya tanda tanda akan berakhir. Ini berdampak buruk bagi banyak orang terutama masyarakat kecil. Namun dengan bangkit nya semangat gotong royong rakyat Indonesia nampaknya memberi angin segar bagi masyarakat.

Bagaimana tidak, pasalnya banyak kalangan yang bahu membahu memberikan bantuan sosial kepada masyarakat Indonesia yang terdampak, mulai dari influencer, artis, selebgram pengusaha dan banyak lagi.

Memang benar Indonesia tidak kekurangan orang baik, bahkan Indonesia dijuluki sebagai negara yang rakyatnya paling toleransi dan saling membantu.

Berbagi dengan mereka yang membutuhkan tidak hanya sebatas dalam bentuk materi saja, tetapi bisa dalam berbagai bentuk mulai dari berbagi makanan, kebutuhan sehari-hari, ilmu pengetahuan dll. Asalkan dilakukan dengan niat yang tulus, berapapun, dan apapun yang akan diberikan akan menjadi berkah dan kebahagiaan bagi banyak orang.

Pasti anda setuju mengapa memberi itu memberikan banyak manfaat  bagi kita dan orang lain. Berikut merupakan manfaat berbagi kebahagiaan kepada sesama :

1. Memberi Harapan Baru

Berbagi dapat menambah rasa kepedulian seseorang pada keadaan sosial dan mereka yang membutuhkan. Dengan memberi bantuan kepada mereka, karena itu otomatis anda memberi harapan baru untuk mereka yang kurang beruntung untuk selalu berusaha jadi manusia yang lebih baik tanpa pernah putus asa.

2. Menciptakan Tali Persaudaraan

Berbagi bukan dilihat dari apa yang di beri, tetapi dengan keikhlasan. Sekecil apa saja bantuan yang di berikan ke seseorang, mereka akan suka dan selalu mengingatnya. Oleh karena itu, kita makin lebih terbuka untuk sama-sama berangkulan dan bersatu setelah saling berbagi kebahagiaan.

3. Menularkan untuk Berbagi Kebaikan

Menolong mereka yang memerlukan, tidak cuma menolong yang dikenal, tetapi yang tidak kamu kenali. Saat menolong mereka yang memerlukan bantuan, karena itu tindakan anda akan dikenang oleh mereka. Oleh karena itu, untuk membalasnya kebaikan yang sudah kamu beri, umumnya mereka akan lakukan hal yang sama saat ada orang lain yang memerlukan bantuan.

4. Memunculkan Rasa Syukur

Saat anda berbagi ke mereka yang memerlukan, anda akan menyaksikan jika ada banyak orang yang nasibnya tidak seburuntung anda. Menyaksikan hal itu, anda bisa menjadi individu yang lebih bersyukur pada apa yang dipunyai sekarang.

5. Tingkatkan Keyakinan dan Motivasi

Cukup banyak faedah yang diberi dari berbagi dengan sesama, satu diantaranya ialah anda akan makin dihormati dan disegani oleh sekitar kamu.

Tetapi, tujuan inti dari berbagi dengan sesama bukan terletak pada ingin dihormati, tetapi anda bisa memberikan rasa optimis dan motivasi pada mereka jika semua kejadian yang terjadi sekarang ini akan menghadiahkan yang lebih baik pada hari mendatang.

Bulan Muharram Merupakan Bulan yang Suci dan Mulia

Bulan Muharram merupakan bulan yang suci dan mulia. Mengapa ? Pertama, bulan Muharram adalah tahun baru Islam. Muharram menjadi awal perhitungan kalender tahun baru hijriyah berdasarkan peredaran bulan (Qomariyah). Al-Sanah Al-Hijriyah mulai berlaku pada masa Khalifah Umar bin Khattab ra.

Imam Tabiin, Hasan Al Bashri mengatakan, “Sesungguhnya Allah SWT membuka awal tahun dengan bulan Haram (suci) dan menutup akhir tahun dengan bulan haram pula. Tidak ada bulan yang lebih agung di sisi Allah Azza Wajalla setelah Ramadhan dibandingkan bulan Muharram”.

Di antara bulan suci yang dimaksudkan pada ayat di atas adalah bulan Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW saat melaksanakan haji wada.

Beliau berkata, “Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun ada dua belas bulan, darinya ada empat bulan haram, tiga diantaranya adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan Rajab adalah bulan Mudhar yang terdapat di antara Jumadats Tsaniy dan Syaban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, Muharram termasuk bagian dari Asyhurul Hurum (Bulan Suci). Muharram adalah satu dari empat bulan suci dalam Islam. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. At Taubah ayat 36, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”

Ketiga, Muharram adalah Syahrullah atau Bulan Allah. Sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Puasa yang paling afdal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada Syarullah Al Muharram.” (HR. Muslim). Penisbatan bulan Muharram dengan lafaz Allah SWT ini menunjukkan kemuliaan dan kesucian bulan ini.

Keempat, bulan Muharram memiliki hari Asyura. Bulan ini menjadi suci dan istimewa karena di dalamnya terdapat sepuluh hari istimewa. Secara bahasa, Asyura berasal dari bahasa Arab yang artinya hari kesepuluh. Kata Asyura diambil dari kata Al’Asyirah yang artinya kemuliaan dan kesucian.  Itulah mengapa bulan muharram merupakan bulan yang suci dan mulia. (sumber :news.detik.com)

Jenis Jenis Doa dalam Islam

Jenis Jenis Doa dalam Islam

Jenis Jenis Doa dalam Islam – Manusia bukan apa-apa di depan Allah. Karenanya, umat Islam selalu memanjatkan doa supaya semua kemauannya diwujudkan oleh Allah. Doa yang disampaikannya itu juga harus dilaksanakan dengan suara yang halus dan rendah hati.

Allah SWT berfirman dalam Alquran, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.” (QS al-A’raf (7): 55)

Islam sudah pasti sebagai agama dengan doa yang paling variasi. Tiap gerakan manusia akan ‎memiliki doa yang diajarkan langsung dari Nabi, Aimmah atau orang-orang sholeh. Doanya ‎saling berlanjut, dari bangun tidur sampai tidur kembali semuanya ada doanya.

Dalam penelitian tentang Doa dan Kesehatan Jiwa, Poloma dan Peddlelton sebagaimana dikutip dari pengantar Tafsir Doa Kumayl, membagi doa dalam empat ‎kategori.

Contemplative-mediative prayer. Yaitu doa yang mengandung renungan tentang kebesaran ‎dan kasih sayang Tuhan, serta ungkapan berbagai perasaan ketika pendoa berada bersama ‎Tuhan.‎ Doa-doa ahlul bait dipenuhi dengan ungkapan perasaan keagungan akan Tuhan.

Dalam doa Arafah Imam Husein as,  mengatakan “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang tiada seorang pun dapat menolak ketentuan-Nya, mencegah pemberian-Nya, dan tak ada seorang pun dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya. Engkau jaga aku waktu kecil dalam belaian, Engkau anugerahi aku susu berlimpah, Engkau lembutkan kalbu para pengasuh kepadaku, Engkau wajibkan ibu-ibu pengasih membimbingku, Engkau lindungi aku dari bisikan Jin, dan Engkau selamatkan aku.”

Pada bagian lain munajatnya, Imam Husein as berkata: “Dengan rububiyah-Mu, kuakui bahwa Engkau adalah Tuhanku, kepada-Mu pengembalianku, Engkau ciptakan aku dengan limpahan nikmat-Mu, sedang aku ketika itu belum berupa apapun yang dapat disebut.”

‎2.‎ Ritualis prayer, yaitu doa yang sudah baku dan dibacakan atau diungkapkan berdasarkan ‎hapalan.‎ Sejak kecil kita sudah menghapal doa-doa ini. Mulai dari doa makan, dan doa-doa lainnya.

Salah satu doa yang sering kita ucapkan adalah shalawat untuk Nabi Muhammad saw. Inilah salah satu doa yang Allah sendiri melakukannya sebelum memerintahkannya kepada manusia.

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzaab: 56].

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Ketika nama Nabi saw disebutkan, maka perbanyaklah bershalawat kepadanya, sesungguhnya orang yang bershalawat kepada Nabi saw satu kali, Allah bershalawat kepadanya seribu kali bersama seribu barisan malaikat.

Tidak ada satu pun makhluk Allah kecuali ia bershalawat kepada hamba-Nya karena Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepadanya. Barangsiapa yang tidak mencintai shalawat, ia adalah orang yang jahil dan ghurur (tertipu). Allah dan Rasul-Nya serta Ahlul baitnya berlepas diri darinya.” (Al-Kafi, jilid 2, halaman 492)

3.‎ Petitionary prayer, yaitu doa yang berisi permohonan untuk diri sendiri atau utuk orang lain ‎yang dekat dengan pendoa.‎ Ada satu kisah Sayidah Fatimah Az Zahra as sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ja’far Shadiq as kakek-kakeknya bahwa Imam Hasan bin Ali a.s. berkata:

“Di setiap malam Jumat, ibuku beribadah hingga fajar menyingsing. Ketika ia mengangkat tangannya untuk berdoa, ia selalu berdoa untuk kepentingan orang, dan ia tidak pernah berdoa untuk dirinya sendiri. Suatu hari aku bertanya kepadanya: “Ibu, mengapa Anda tidak pernah berdoa untuk diri Anda sendiri sebagaimana Anda mendoakan orang lain?” “Tetangga harus didahulukan, wahai putraku”, jawabnya singkat”.

‎4. Colloquial prayer, yaitu doa yang berbentuk percakapan dengan Tuhan, dengan permohonan-‎permohonan yang tidak spesifik. ‎Dalam doa ahli makrifat Imam Zainal Abidin mengungkapkan doanya, “Tuhanku, alangkah lezat getar ilham dalam hati karena mengingat-Mu.

Alangkah manisnya perjalanan menuju-Mu, dalam jalan-jalan kegaiban, karena kenangan-Mu. Betapa sedap rasa cinta-Mu, betapa nikmat minuman qurbah-Mu. Jangan engkau campakan dan jangan Engkau jauhi kami. Jadikan kami yang paling istimewa di antara pengenal-Mu. Itulah jenis jenis doa dalam islam yang perlu diketahui.

Tata Cara Berdoa yang Baik dan Benar 

Tata Cara Berdoa yang Baik dan Benar 

Tata Cara Berdoa yang Baik dan Benar  – Doa ialah berharap kepada Allah SWT, berdoa sebagai langkah hamba Allah memohon kepada Rabb yakni Allah SWT.

Dapat disebut jika beribadah yang paling ringan untuk tiap hamba yakni doa, karena tidak terikat oleh waktu, tempat dan keadaan, berdoa dapat dilakukan dimanapun serta kapan pun

Setiap akan melakukan aktivitas apapaun disarankan untuk berdoa kepada Allah Swt. Ini supaya semua aktivitasnya berjalan lancar karena ada ridho Allah Swt.

Dalam berdoa sudah pasti ada tata cara berdoa yang baik dan benar supaya dikabulkan Allah yang penting dipahami oleh tiap orang. 

Lewat doa, seorang hamba berbicara langsung dengan Sang Pencipta. Tidaklah aneh jika sebagian ulama mengartikan doa sebagai wujud ekspresi kebutuhan hamba-Nya ke Allah SWT.

Banyak ulama juga mengajari selalu untuk berdoa. Walau itu benar-benar sepele sekalipun. Saat seorang tidak berdoa, dia dipandang seperti orang yang sombong. Sebab menganggap dapat memenuhi kebutuhan sendiri, seolah tidak perlu bantuan dari Allah SWT.

Tata cara berdoa yang betul dipercayai akan menolong memudahkan doa untuk segera dikabulkan. Walau demikian tentu saja harus tetap disertai dengan husnudzon pada keputusan Allah, dan usaha atau ikhtiar.

Berikut merupakan tata cara berdoa kepada Allah SWT yang baik dan benar dalam islam :

  1. Konsumsi yang halal.
  2. Yakini doanya ijabah.
  3. Jaga hati, supaya tidak lupa saat berdoa.
  4. Tidak minta suatu hal yang mengandung dosa.
  5. Tidak minta hal yang dapat memutuskan bersilahturahmi.
  6. Tidak minta yang bisa menyia-nyiakan hak umat Islam.
  7. Tidak minta hal yang tidak mungkin pada umumnya.
  8. Manfaatkan saat yang afdhal dalam berdoa, seperti waktu sujud dan waktu jeda di antara azan dan iqamah.
  9. Wudhu dan sholat lebih dulu saat sebelum berdoa.
  10. Menghadap kiblat, mengangkat tangan saat berdoa dan menyeka muka selanjutnya
  11. Tobat dan mengaku dosa lebih dulu saat sebelum berdoa.
  12. Tulus dalam berdoa.
  13. Buka doa dengan tahmid dan shalawat nabi.
  14. Akhiri doa dengan shalawat nabi.
  15. Membaca shalawat nabi di tengah-tengah doa.
  16. Konsepnya tidak berlebihan dalam pemakaian kata saat berdoa
  17. Berdoa dengan penuh ketundukan dan kekhusukan.
Macam Macam Puasa Sunnah dan Keutamaannya

Macam Macam Puasa Sunnah dan Keutamaannya

Macam Macam Puasa Sunnah  – Islam mengenal kewajiban puasa setiap bulan Ramadhan. Selain itu, Islam juga mengenal berbagai puasa sunnah. Puasa sunnah dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Puasa sunnah juga merupakan amalan untuk menyempurnakan puasa wajib. Berikut ini termasuk jenis-jenis puasa sunnah dan kelebihannya dalam Islam.

Puasa Asyura

Puasa Asyura menjadi puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Seutama-utama puasa setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama salat sesudah salat fardu, ialah shalat malam” (HR. Muslim).

Puasa Syawal

Puasa syawal sebagai puasa sunah yang dikerjakan pada enam hari pada bulan syawal. Puasa syawal bisa dikerjakan secara berurut atau terpisah-pisah. Tetapi, kerjakan dengan berurut paling utama karena memperlihatkan sikap bersegera dalam melakukan kebaikan dan tidak menahan-nahan amal.

Kelebihan puasa enam hari pada bulan syawal ialah seperti berpuasa sepanjang setahun seperti pada kisah hadis berikut :

 “Siapa saja yang berpuasa Ramadan, kemudian diikuti puasa enam hari bulan Syawal, maka itulah puasa satu tahun” (HR. Ahmad dan Muslim)

Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis sebagai puasa sunah yang seringkali dilakukan oleh Rasulullah Saw. Sebuah hadis meriwayatkan sesungguhnya Rasulullah SAW ialah orang yang paling banyak berpuasa di hari Senin dan Kamis.” 

Dan saat Rasulullah ditanyakan mengenai alasannya. Beliau bersabda “Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan.” Maka Allah pun berfirman ‘Tangguhkan keduanya’” (HR. Ahmad).

Keutamaan puasa Senin-Kamis diterangkan dalam kisah Tirmidzi, “Semua amal tindakan manusia di hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karenanya aku senang saat amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi).

Puasa Arafah

Puasa Arafah sebagai puasa yang dilakukan di hari ke-9 bulan Dzulhijah untuk yang tidak melakukan ibadah haji. Puasa ini bersamaan dengan penerapan wukuf di Arafah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah bersabda, “Tidak ada amal yang soleh yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih dicintai dibanding hari-hari di sepuluh hari pertama dalam bulan Dzulhijah.”

Puasa Arafah mempunyai kelebihan bisa menghapuskan dosa sepanjang 2 tahun, yaitu setahun awalnya dan setahun sesudah hari berpuasa. Puasa Arafah dapat melepaskan dari siksa api neraka karena Allah Swt. memberi kebebasan dari siksa api neraka untuk semua umat muslim pada hari arafah.

Puasa di Sembilan Hari Pertama Bulan Dzulhijah

Tidak hanya pada hari ke-9, Islam mensunahkan puasa pada sembilan hari awal bulan Dzulhijah. Keutamaan puasa pada bulan Dzulhijah ini sama dengan kita berpuasa satu tahun penuh. Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak ada sebarang hari juga yang lebih dicintai Allah di mana seorang hamba beribadat dalam hari-hari itu dibanding beribadah yang dilakukan dalam 10 hari Dzulhijah. Puasa satu hari di dalam hari itu menyamai puasa satu tahun dan qiyamulail (menghidupkan malam) dalam hari itu seumpama qiamulail satu tahun.”

Puasa Tasua

Puasa Tasua ialah puasa sunnah yang dikerjakan di tanggal 9 Muharam. Puasa ini dilaksanakan untuk mengiringi puasa yang dilakukan pada esok harinya yakni pada tanggal 10 Muharam karena pada hari yang sama yakni tanggal 10 Muharam orang-orang Yahudi mengerjakan puasa. Puasa pada tanggal 9 Muharam bisa membedakan dengan puasa yang tengah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani

Puasa Daud

Puasa daud ialah puasa sunah yang sudah dilakukan secara selang-seling, yakni satu hari berpuasa dan satu hari buka (tidak berpuasa). Dari Abdullah bin Amru radhialahu ‘anhu, Rasulullah Saw. bersabda,

“Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud ‘alaihissalam dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku berkata, sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu” (HR. Bukhari).

Puasa Daud mempunyai beragam kelebihan. Puasa Daud memelihara kaum muslim dari tindakan maksiat, menumbuhkan adab yang mulia, memiliki pikiran yang positif, dan istiqomah dalam kebaikan.

Puasa Syaban

Keutamaan puasa pada bulan Syaban tidak dapat dilepaskan dari keistimewaan bulan Syaban tersebut. Beberapa ibadah yang dapat dilaksanakan pada bulan syaban ialah seperti berikut.

Berpuasa sehari pada bulan Syaban akan bawa keuntungan seperti Allah mengharamkan tubuhnya dari api neraka, nantinya akan menjadi penghuni suurga, dan jadi teman untuk nabi Yusuf As.

Berpuasa 3 hari di permulaan, tengah, dan akhir bulan Syaban akan membawa keuntungan memperoleh pahala 70 nabi dan seperti melaksanakan ibadah 70 tahun, bila dia wafat pada tahun itu, karena itu dia akan ditempatkan dalam kelompok orang-orang yang mati syahid.

Jika berpuasa sebulan penuh pada bulan Syaban diberi keringanan saat dia mati seperti lepas dari kegelapan alam kubur, terlepas dari huru hara malaikat munkar dan nakir, Allah akan tutup aibnya pada hari kiamat, dan dia akan jadi penghuni surga. Itulah beberapa macam macam puasa sunnah yang ada dalam agama islam, semoga bermanfaat!

Waktu yang Mustajab untuk Berdoa

Waktu yang Mustajab untuk Berdoa

Waktu yang Mustajab Untuk Berdoa – Salah satu senjata umat Islam adalah Berdoa. Berdoa merupakan kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan oleh umat Islam, dan banyak keutamaan dalam melakukannya.

Doa bisa dilakukan kapan saja dan Tuhan bisa memberikan semuanya. Namun ingatlah bahwa ada waktu Berdoa yang efektif jika ada saat berdoa yang apabila dilakukan pada waktu yang tepat maka akan lebih dikabulkan oleh Allah SWT.

Berikut merupakan waktu yang mustajab untuk Berdoa :

Antara Adzan dan Iqamah

Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Dan waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

Sungguh beruntung orang yang datang pada waktu awal shalat, sehingga ia bisa melaksanakan shalat sunnah dan berdoa diantara adzan dan iqamah. 

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad; shahih).

Sujud dalam Shalat

Sujud adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Oleh karena itu, banyak ulama memperpanjang sujud dalam shalat sunnah untuk berdoa. Sedangkan untuk shalat lima waktu, waktu sujud harus disesuaikan dengan situasi jemaah agar tidak memberatkan.

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim).

waktu yang mustajab untuk berdoa

Hari Jumat

Hari Jumat ialah waktu mustajab untuk berdoa. Terutamanya di saat yang sedikit pada hari itu, benar-benar mustajab hingga Rasulullah menyebutkan tidak hamba berdoa tetapi tentu dikabulkan Allah Ta’ala.

Beberapa ulama menerangkan jika saat itu ialah semenjak diawalinya khutbah sampai usai shalat Jumat, beberapa ulama yang lain menerangkan jika saat itu ialah sesudah sholat Ashar sampai matahari tenggelam, dan beberapa ulama yang lain kembali menerangkan jika saat itu diakhir hari Jumat mendekati matahari tenggelam.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa di waktu itu, pasti diberikan apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam paling akhir sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Bahkan juga sebagai saat yang paling mustajab. Karena Rasulullah mensabdakan terkabulkannya doa di saat itu.

Sepertiga malam terakhir berikut waktu paling penting untuk menjalankan sholat tahajud.

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir di setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa saja yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberi, siapa saja yang memohon ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah Sholat 5 Waktu

Abu Umamah Al Bahili radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ya Rasulullah, doa manakah yang didengar Allah?” Beliau menjawab, “(Doa pada) akhir malam dan setelah sholat maktubah (sholat wajib)” (HR. Tirmidzi; hasan).

Banyak ulama menerangkan jika maksud hadits ini ialah doa saat sebelum salam. Tetapi Imam Nawawi memberikan hadits ini dalam kitab Al Adzkar pada bab Zikir-Dzikir Sesudah Sholat.

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun dalam Islam

Doa Akhir Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya:
“Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Doa Awal Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya:
“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

Manfaat Sedekah Anak Yatim di Hari Jum’at

Manfaat Sedekah Anak Yatim di Hari Jum’at

Sedekah anak yatim di hari jumat – Sedekah adalah salah satu amalan yang dianjurkan bagi semua Muslim. Sebaik-baik hari bagimu untuk bersedekah adalah hari Jum’at, dan golongan yang berhak menerima sedekah adalah salah satunya anak yatim.

Berikut adalah keutamaan memberi sedekah kepada anak yatim pada hari Jumat :

1. Pahala Sedekah Berlipat Ganda

Hari Jum’at merupakan hari yang istimewa, karena pada hari ini hampir semua amalan kita akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Salah satu yang bisa dilakukan adalah sedekah. Anda dapat memberikan sebagian dari harta Anda kepada anak yatim piatu.

2. Dapat Memperkuat Iman

Sedekah adalah salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Maka bila Anda memberi sedekah secara teratur, akan dapat meningkatkan serta memperkuat keimanan. Dengan memberikan sedekah dengan niat tulus dan ikhlas kepada yang membutuhkan, kita akan semakin di bukakan pintu hati dan keyakinan terhadap Allah SWT.   

3. Mendapat Pertolongan Allah yang Tidak Terduga

Allah SWT akan selalu membantu hambanya yang kesulitan, namun nyatanya pertolongan yang Tuhan berikan seringkali tidak disadari oleh manusia. Jika kita menyantuni anak yatim, terutama pada hari Jum’at, pasti kita akan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah. Allah akan memberi kita bantuan yang tidak terduga.

4. Dapat Mempererat Tali Silaturahmi

Sebagai manusia, kita tidak pernah memikirkan kapan kita membutuhkan bantuan orang lain. Melalui banyak amal, kita secara tidak langsung terhubung dengan orang lain.

Baca Juga : Daftar Aplikasi dan Situs Online yang bisa digunakan untuk Berbagi

5. Merupakan Amalan Mulia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, keutamaan bersedekah pada hari Jumat akan sama dengan ketika kita bersedekah di bulan Ramadhan, jadi ini adalah perbuatan mulia yang akan dicatat sebagai bentuk ibadah kita kepada Allah SWT. Faktanya, banyak peristiwa yang terjadi pada hari Jum’at, sehingga tidak heran jika hari Jum’at adalah hari yang mulia.

6. Allah SWT Melimpahkan Karunia-Nya Kepada Orang yang Bersedekah

Diberi hadiah adalah salah satu bentuk pahala yang diberikan oleh Allah karena kita telah melakukan perbuatan baik. Oleh karena itu, bagi yang bersedekah, adalah hak Anda untuk menerima hadiah dari Allah, terutama jika Anda mengamalkannya pada hari Jum’at. Jum’at Sedekah adalah cara bagi mereka yang ingin menerima hadiah. Hari Jum’at adalah hari dimana Allah melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya kepada setiap hamba-Nya.

Home

Laporan

Donasi

Blog

Chat