Kenapa Setelah Ramadan Ibadah Kita Menurun? Ini Penyebabnya

Kenapa Setelah Ramadan Ibadah Kita Menurun? Ini Penyebabnya

Sobat YKB, banyak dari kita merasakan perubahan yang cukup terasa setelah Ramadhan berlalu. Saat bulan suci, hati terasa ringan untuk beribadah. Salat tepat waktu, Al-Qur’an sering dibaca, sedekah terasa mudah, dan masjid terasa begitu dekat. Namun ketika Ramadhan selesai, perlahan ibadah menurun setelah ramadan. Al-Qur’an mulai jarang dibuka, ibadah sunnah berkurang, dan semangat yang dulu begitu besar terasa menurun.

Perasaan ini sangat manusiawi dan dialami banyak muslim. Kondisi ini bukan berarti iman hilang, tetapi ada beberapa sebab yang sering tidak kita sadari.


Suasana Ramadan Sangat Mendukung Ibadah

Salah satu alasan terbesar kenapa kita begitu mudah beribadah saat Ramadhan adalah karena suasananya benar-benar berbeda dari bulan lainnya. Ramadan bukan hanya tentang puasa, tetapi tentang atmosfer kebaikan yang terasa di mana-mana. Sejak pagi, siang, hingga malam, kita seperti berada di lingkungan yang terus mengingatkan pada ibadah.

Dari suara tilawah di masjid, jadwal kajian yang semakin ramai, pesan-pesan kebaikan yang memenuhi media sosial, hingga obrolan keluarga yang banyak membahas ibadah, semuanya membentuk suasana yang mendorong hati untuk ikut terlibat. Bahkan tanpa kita sadari, lingkungan sekitar ikut “menarik” kita untuk lebih dekat kepada Allah. Ketika adzan berkumandang, kita merasa terdorong untuk segera salat. Ketika melihat orang lain membaca Al-Qur’an, kita ikut ingin membuka mushaf. Saat mendengar teman bercerita tentang target khatam, kita ikut termotivasi.

Suasana kebersamaan ini memberikan efek yang sangat besar. Kita merasa menjadi bagian dari gelombang kebaikan yang besar. Tanpa disuruh, tanpa dipaksa, hati dengan sendirinya terdorong untuk rajin beribadah.

Namun ibadah menurun setelah ramadan, suasana itu perlahan menghilang. Masjid kembali sepi, tidak ada lagi tarawih, tidak ada lagi momen sahur dan berbuka yang mengingatkan pada ibadah. Lingkungan yang dulu begitu mendukung, kini kembali seperti biasa. Inilah yang sering membuat semangat ibadah kita ikut menurun, bukan karena iman hilang, tetapi karena dorongan suasana yang dulu membantu kita sudah tidak lagi terasa.

Tubuh dan Pikiran Mengalami Kelelahan

Ramadhan meningkatkan aktivitas fisik dan mental. Kita tidur lebih malam karena tarawih, bangun lebih awal untuk sahur, memperbanyak ibadah, dan menjaga emosi sepanjang hari. Semua itu membutuhkan energi besar.

Ketika Ramadhan selesai, tubuh dan pikiran memasuki fase istirahat. Rasa lelah yang tertahan selama sebulan mulai terasa. Akibatnya, semangat ibadah menurun bukan karena malas, tetapi karena energi kita sedang turun.

Contohnya, saat Ramadan setelah tarawih masih kuat membaca Al-Qur’an. Setelah Ramadan, selesai Isya rasanya ingin segera beristirahat.

Standar Ibadah Ramadan Terlalu Tinggi untuk Dipertahankan

Di bulan Ramadan, kita mampu membaca satu juz sehari, salat malam setiap hari, dan bersedekah rutin. Kebiasaan ini sangat baik, tetapi ketika Ramadhan selesai kita sering mencoba mempertahankan semuanya sekaligus.

Karena tidak mampu, akhirnya kita berhenti total. Padahal jika diturunkan porsinya, ibadah tetap bisa berjalan.

Contohnya, saat Ramadhan membaca satu juz sehari. Setelah Ramadan, karena merasa tidak sanggup satu juz, akhirnya tidak membaca sama sekali. Jika diganti menjadi satu halaman sehari, kebiasaan itu sebenarnya masih bisa terjaga.

Rutinitas Dunia Kembali Mendominasiibadah menurun setelah ramadan

Setelah Ramadan, aktivitas pekerjaan, urusan rumah, dan kegiatan sosial kembali padat. Waktu yang dulu terasa longgar kini kembali sibuk. Setelah Subuh yang biasanya digunakan untuk tilawah kini dipakai untuk persiapan kerja. Dan waktu malam yang biasanya tarawih kini digunakan untuk beristirahat.

Fokus kita kembali tersita oleh urusan dunia sehingga waktu ibadah terdesak.

Ibadah Ramadan Lebih Banyak Karena Suasana

Sebagian dari kita rajin di bulan Ramadan karena terbawa suasana. Ketika semua orang beribadah, kita ikut beribadah. Ketika suasana itu hilang, semangat ikut menurun.

Artinya, yang perlu dibangun bukan hanya kebiasaan, tetapi kesadaran bahwa ibadah adalah kebutuhan hati, bukan sekadar mengikuti suasana.

Godaan Kembali Seperti Biasa

ibadah menurun setelah ramadan

Sobat YKB, saat Ramadan kita lebih mudah menjaga diri dari kebiasaan yang kurang bermanfaat. Waktu setelah Subuh diisi tilawah, malam hari diisi tarawih, dan penggunaan ponsel atau hiburan berkurang dengan sendirinya karena fokus kita tertuju pada ibadah.

Namun setelah Ramadan, kebiasaan lama perlahan kembali. Setelah Subuh lebih sering membuka ponsel daripada mushaf. Setelah Isya, waktu diisi dengan istirahat atau hiburan. Tanpa terasa, waktu yang dulu dipakai untuk ibadah kini tergantikan oleh aktivitas lain.

Godaan ini sering bukan dalam bentuk hal yang salah, tetapi hal yang berlebihan dan menyita waktu. Akibatnya, ruang untuk ibadah semakin sempit dan semangat pun ikut menurun.


Contoh Perubahan yang Sering Terjadi

Saat Ramadan, setelah Subuh langsung membaca Al-Qur’an. Setelah Ramadan, setelah Subuh lebih sering membuka ponsel.

Saat Ramadan, malam hari diisi tarawih dan witir. Setelah Ramadhan, malam hari diisi dengan istirahat lebih awal atau hiburan.

Saat Ramadan, sedekah terasa ringan dilakukan setiap hari. Setelah Ramadan, kebiasaan itu terlupakan.

Ini bukan karena niat kita berubah, tetapi karena kebiasaan kita kembali seperti sebelumnya.

Solusi Agar Ibadah Tetap Terjaga

Kunci utamanya bukan mempertahankan semua kebiasaan Ramadan, tetapi mengambil sebagian kecil yang bisa dilakukan terus menerus.

Beberapa contoh yang bisa diterapkan:

  • Membaca satu halaman Al-Qur’an setiap hari
  • Salat witir tiga rakaat sebelum tidur
  • Sedekah rutin setiap pekan
  • Dzikir singkat setelah salat

Ibadah yang kecil tetapi konsisten jauh lebih kuat pengaruhnya bagi hati dibanding ibadah besar yang hanya sesaat.

Baca juga : Sejarah shalat tarawih, dari zaman rasulullah hingga khalifah umar

Ramadhan adalah latihan. Tujuannya bukan membuat kita rajin selama 30 hari, tetapi membentuk kebiasaan baik untuk 11 bulan berikutnya. Jika ibadah menurun setelah ramadan, jangan merasa gagal. Ini adalah fase yang wajar. Yang terpenting adalah mulai kembali, meskipun dari hal yang kecil.

Buka kembali Al-Qur’an, perbaiki salat, hidupkan dzikir, dan jaga kebiasaan baik sedikit demi sedikit. Dengan cara ini, semangat Ramadhan tidak hilang, tetapi berubah menjadi kebiasaan yang terus hidup dalam keseharian.

Untuk Sobat YKB yang ingin mendapatkan lebih banyak artikel edukasi Islami dan inspirasi kebaikan lainnya, kunjungi website kami dan ikuti media sosial YKB di Instagram, Facebook, dan YouTube.

Rakaat Tarawih 11 atau 23? Ini Penjelasan Dalil dan Pendapat Ulama

Rakaat Tarawih 11 atau 23? Ini Penjelasan Dalil dan Pendapat Ulama

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan kemuliaan. Pada bulan inilah umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah, mulai dari berpuasa, membaca Al-Qur’an, bersedekah, hingga menghidupkan malam dengan shalat tarawih. Sobat YKB tentu merasakan suasana yang berbeda saat Ramadhan tiba. Setelah shalat Isya, masjid dipenuhi oleh jamaah yang ingin melaksanakan shalat tarawih. Namun, di tengah pelaksanaan shalat tarawih, sering muncul pertanyaan di kalangan umat Islam: sebenarnya jumlah rakaat tarawih itu 11 atau 23 rakaat?

Perbedaan ini sering menjadi pembahasan dalam kajian keislaman. Meski demikian, para ulama sepakat bahwa kedua jumlah rakaat tersebut memiliki dasar dari hadits dan praktik para sahabat.

Dalil Keutamaan Shalat Tarawih

Shalat tarawih termasuk dalam ibadah qiyam Ramadhan, yaitu menghidupkan malam bulan Ramadhan dengan berbagai ibadah, khususnya shalat malam.

Rasulullah bersabda:

“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat dan ibadah lainnya.

perbedaan berapa rakaat sholat tarawih

Pendapat Ulama: Tarawih 11 Rakaat

Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat tarawih dilaksanakan 11 rakaat, yang terdiri dari 8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir.

Pendapat ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar. Beliau berkata:

“Rasulullah tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan di luar Ramadhan lebih dari sebelas rakaat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah biasa melaksanakan shalat malam sebanyak sebelas rakaat, termasuk witir. Oleh karena itu, sebagian ulama memahami bahwa jumlah tersebut juga menjadi dasar pelaksanaan tarawih.

Banyak umat Islam yang mengikuti praktik ini dengan tujuan meneladani langsung ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah.

Pendapat Ulama: Tarawih 23 Rakaat

Di sisi lain, banyak ulama juga berpendapat bahwa shalat tarawih dapat dilakukan 23 rakaat, yang terdiri dari 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir.

Pendapat ini merujuk pada praktik para sahabat pada masa kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab. Pada masa beliau, kaum muslimin dikumpulkan untuk melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah di masjid dengan jumlah 20 rakaat.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa kaum muslimin pada masa tersebut melaksanakan tarawih sebanyak 20 rakaat dan kemudian ditutup dengan shalat witir.

Sejak saat itu, praktik shalat tarawih 23 rakaat menjadi tradisi yang banyak dilakukan di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Mengapa Terjadi Perbedaan?

Perbedaan jumlah rakaat tarawih 11 atau 23 terjadi karena adanya perbedaan pemahaman ulama terhadap dalil dan praktik para sahabat.

Sebagian ulama lebih menekankan pada praktik shalat malam yang dilakukan langsung oleh Rasulullah, yaitu sekitar 11 rakaat. Sementara ulama lain melihat praktik para sahabat yang melaksanakan tarawih sebanyak 20 rakaat sebagai bentuk ijtihad yang dibolehkan dalam ibadah sunnah.

Karena itu, para ulama sepakat bahwa shalat tarawih tidak memiliki jumlah rakaat yang benar-benar dibatasi secara pasti, selama dilakukan dengan niat menghidupkan malam Ramadhan.

Para ulama menekankan bahwa yang paling utama dari shalat tarawih bukanlah semata-mata jumlah rakaatnya, tetapi kekhusyukan, keikhlasan, serta semangat dalam menghidupkan malam Ramadhan. Selama dilakukan dengan niat yang tulus dan mengharap pahala dari Allah SWT, insyaAllah ibadah tersebut akan diterima dan menjadi amal kebaikan yang besar.

Menjadikan Tarawih sebagai Momentum Perbaikan Diri

Sobat YKB, Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Melalui shalat tarawih, kita diajak untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, memperbanyak doa, serta memperkuat keimanan.

Baik melaksanakan tarawih 11 rakaat maupun 23 rakaat, yang terpenting adalah menjaga niat, kekhusyukan, dan semangat dalam beribadah sepanjang bulan Ramadhan.

Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

Untuk informasi lengkap dan update kegiatan terbaru, kunjungi dan ikuti kami melalui:

Penyaluran Zakat Fitrah untuk Lansia Dhuafa di Kampung Cibeber

Penyaluran Zakat Fitrah untuk Lansia Dhuafa di Kampung Cibeber

Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjalankan ibadah puasa, Ramadan juga menjadi waktu terbaik untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Salah satu bentuk kepedulian adalah zakat fitrah, yang bertujuan agar mereka yang kurang mampu, dapat merasakan kebahagiaan di bulan suci.

Penyaluran zakat Fitrah yayasan komitmen bersama bogor

Sebagai bagian dari upaya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Yayasan Komitmen Bersama pada 26 Maret 2025 menyalurkan zakat fitrah kepada 20 lansia dhuafa di Kampung Cibeber, Klapanunggal. Zakat ini tidak hanya berupa beras dan kebutuhan pokok, tetapi juga diantarkan langsung ke rumah masing-masing penerima, memberikan kehangatan serta kebahagiaan bagi mereka yang mungkin sering kali merasa sendiri.

Berbagi Kebahagiaan dari Rumah ke Rumah

Siang itu, kami turun langsung ke lapangan, menyusuri perkampungan mengetuk satu per satu pintu rumah para lansia yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Metode ini dipilih agar zakat benar-benar sampai kepada mereka yang berhak dan agar bisa berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat.

Penyaluran zakat fitrah

Salah satu lansia dhuafa yang menerima zakat hari itu adalah Mak Ijah. Seorang nenek berusia lebih dari 70 tahun yang hidup di rumah sederhana, dengan kondisi badan yang sudah renta dan sulit hanya untuk sekedar duduk. Ketika menerima zakat fitrah, beliau terlihat begitu terharu dengan mata berkaca-kaca. Selain Mak Ijah, ada juga Pak Mis, seorang kakek yang kesehariannya hanya mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Ketika tim yayasan datang, ia tersenyum lebar, merasa senang karena ada yang peduli kepadanya.

Zakat fitrah yayasan komitmen bersama

Banyak dari para lansia ini yang tidak hanya membutuhkan bantuan secara materi, tetapi juga perhatian dan kepedulian. Kunjungan singkat ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi mereka, membuat mereka merasa dihargai dan tidak sendirian dalam menjalani hari di usia senja.

Baca juga : Penyaluran kado lebaran dhuafa lansia

Harapan Agar Kebaikan Ini Terus Berlanjut

Penyaluran zakat fitrah tahun ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membantu mereka yang kurang mampu, terutama para lansia dhuafa yang kerap kali luput dari perhatian. Dengan adanya program ini, kami berharap semakin banyak lansia yang bisa merasakan manfaat dan mendapatkan kehidupan yang lebih layak, terutama di bulan penuh berkah ini.

Tentunya, keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama. Tanpa kebaikan hati para donatur, program ini tidak akan bisa berjalan dengan baik.

Baca juga : Penyaluran kado lebaran untuk para pejuang nafkah

Kami mengajak sahabat semua untuk ikut serta dalam program kebaikan ini. Bagi yang ingin berdonasi dan berbagi keberkahan di bulan suci, bisa menyalurkan bantuan melalui:

🌐 Website: Campaign Zakat Fitrah
🏦 Rekening BSI: 717 711 5309 📌 Info Selengkapnya: ykbik.or.id

Setiap rupiah yang diberikan akan menjadi ladang pahala dan membawa kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan berkah yang melimpah.

Cara Sedekah Terbaik di Bulan Ramadhan

Cara Sedekah Terbaik di Bulan Ramadhan

Alhamdulillah, kita kembali dipertemukan dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh ampunan dan keberkahan. Ini adalah saat terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk bersedekah. Di bulan ini, Allah SWT melipatgandakan pahala setiap amal, menjadikan sedekah sebagai peluang emas untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Sobat ykb, ada banyak cara sedekah terbaik di bulan ramadhan. Mulai dari membantu anak yatim, dhuafa, mendukung pendidikan, hingga menyebarkan Al-Qur’an ke rumah-rumah ibadah. Yuk, kita bahas satu per satu.

1. Memberi Makan untuk Berbuka Puasa

Sedekah Tebaik Bulan Ramadhan

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka puasa bagi orang lain, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)

Sedekah terbaik di bulan Ramadhan yang pertama adalah memberi makan orang berbuka puasa, kamu bisa berbagi paket makanan sehat untuk anak yatim dan dhuafa, atau mengirimkan sembako untuk keluarga yang membutuhkan. Meski sederhana, makanan yang Sobat berikan bisa jadi sumber kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka.

2. Menyantuni Anak Yatim dan Dhuafa

Menyantuni anak yatim dhuafa

Anak yatim dan dhuafa sering kali menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan menyisihkan sedikit rezeki untuk mereka, Sobat bisa menjadi sebab kebahagiaan dan harapan baru. Santunan ini bisa berupa uang tunai, pakaian, perlengkapan sekolah, atau kebutuhan lainnya.

3. Sedekah untuk Pendidikan Yatim

Pendidikan adalah kunci untuk mengubah masa depan. Sayangnya, banyak anak yatim yang terhalang meraih pendidikan karena keterbatasan biaya.

Dengan bersedekah untuk program beasiswa pendidikan yatim, kamu bisa membantu mereka melanjutkan sekolah, mendapatkan perlengkapan belajar, dan mengejar cita-cita mereka. Ini adalah investasi jangka panjang yang pahalanya terus mengalir seiring ilmu yang mereka amalkan di masa depan.

4. Sedekah Al-Qur’an untuk TPQ

Sedekah Terbaik Bulan Ramadhan

Apa ada sedekah yang lebih indah daripada membantu menyebarkan kalam Allah? bisa bersedekah Al-Qur’an untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang membutuhkan.Banyak TPQ yang kekurangan mushaf untuk para santri. Dengan menyumbangkan Al-Qur’an, Sobat turut berperan dalam mencetak generasi penghafal dan pecinta Al-Qur’an. Setiap ayat yang mereka baca akan menjadi pahala yang terus mengalir untuk Sobat, insyaAllah.

Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah ladang pahala yang luas. Setiap kebaikan yang Sobat lakukan akan dilipatgandakan, termasuk sedekah.

“Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

Bayangkan, satu mushaf Al-Qur’an, satu paket buka puasa, atau satu beasiswa pendidikan bisa menjadi amal besar yang terus mengalirkan kebaikan.

Salurkan Sedekahmu Lewat Lembaga Terpercaya

Kalau kamu bingung harus menyalurkan sedekah ke mana, jangan khawatir Yayasan Komitmen Bersama siap menjadi jembatan kebaikanmu dengan bersedekah, seperti:

jangan tunda lagi untuk berbuat kebaikan. Ramadhan hanya datang setahun sekali, jadi mari manfaatkan setiap detiknya untuk memperbanyak amal. Semoga setiap sedekah yang Sobat berikan menjadi cahaya penerang hidup, menghapus dosa, dan menjadi penyelamat di akhirat kelak.

Bersedekah itu tidak mengurangi harta, justru membuka pintu-pintu rezeki yang lebih luas dan menghadirkan ketenangan hati.

Berbagi Makan Sehat di TPQ Hidayatus Shibyan Klapanunggal, Bogor

Berbagi Makan Sehat di TPQ Hidayatus Shibyan Klapanunggal, Bogor

Setiap anak berhak tumbuh sehat dan bahagia, termasuk mendapatkan makanan bergizi yang bisa menjadi sumber energi untuk mereka belajar dan beribadah. Asupan nutrisi yang cukup tidak hanya mengisi perut, tetapi juga memberikan semangat dan kekuatan untuk mengejar cita-cita mereka.

Berbagi makan sehat

Alhamdulillah, Sabtu sore, 23 Februari 2025, Yayasan Komitmen Bersama kembali menyalurkan kebaikan melalui program berbagi nasi sehat. Sebanyak 40 nasi kotak dari donatur Okira Bento disalurkan untuk anak-anak di TPQ Hidayatus Shibyan, Kp. Bagogog, Klapanunggal, Bogor. Makanan ini dikirimkan pukul 5 sore, tepat sebelum Magrib, agar anak-anak bisa mengisi energi sebelum memulai kegiatan mengaji.

Program sedekah nasi sehat ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya nutrisi dalam mendukung aktivitas belajar dan ibadah anak-anak. Namun, tidak semua anak memiliki akses mudah ke makanan sehat setiap harinya. Untuk itu yayasan komitmen bersama membuat program ini untuk membantu anak-anak yatim, santri, maupun TPQ mendapat makanan sehat.

Meski terlihat sederhana, bantuan ini membawa kebahagiaan yang besar. Anak-anak terlihat kembali ceria dan bersemangat setelah menerima makanan sehat ini.

baca juga: Berbagi Makan Sehat Untuk Anak-Anak di Afrika

Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan Ini

Berbagi makan sehat

Setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki dampak yang luar biasa. Kami mengajak sahabat semua untuk ikut berpartisipasi dalam program berbagi makan sehat ini. Berapapun yang Anda berikan, akan menjadi berkah dan membantu anak-anak terus belajar dan mengejar impian mereka tanpa harus melawan rasa lapar.

Jika ingin berdonasi, bisa melalui rekening berikut:

Bank Syariah Indonesia (BSI): 717 711 5309 a/n: Yayasan Komitmen Bersama, untuk info lengkap bisa klik link berikut:  ykbik.or.id

Terima kasih kepada Okira Bento dan semua donatur yang telah berbagi rezeki dan kebahagiaan. Semoga setiap suapan nasi menjadi sumber kekuatan dan keberkahan. Mari terus bergerak dalam kebaikan, karena bersama-sama, kita bisa menjadi cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Buka Puasa Bersama di Rumah Yatim Kahuripan

Buka Puasa Bersama di Rumah Yatim Kahuripan

alhamdulillah, selama bulan puasa ramadhan 1445H ,Yayasan Komitmen Bersama Mengadakan Buka Puasa Bersama yatim setiap harinya di rumah yatim kahuripan. Kegiatan buka bersama dan santunan anak yatim ini dilakukan dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan yang penuh berkah,  kegiatan ini dilakukan selama sebulan penuh dengan tujuan utamanya adalah untuk kebahagiaan dan kasih sayang, serta memberi dukungan kepada adik adik yatim.

Buka Puasa Bersama Yatim

Selain itu, membantu anak yatim juga memiliki keutamaan yang luar biasa, salah satunya adalah mendapatkan pahala yang berlimpah dan ketenangan di surga.

Bulan Ramadhan menjadi salah satu waktu yang tepat untuk menyantuni anak yatim, salah satu caranya dengan mengadakan buka puasa bersama anak yatim.

momen ini juga bertujuan mempererat tali hubungan silaturahmi antar sesama. Adapun keutamaan memberi makan anak yatim seperti di riwayatkan dalam sebuah hadits:

“Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

Mari tabung pahala sebanyak-banyaknya di bulan yang penuh dengan rahmat dari Allah SWT, hingga idul fitri nanti kita mendapatkan kebahagiaan dan merayakan kemenangan.

   

Kegiatan Buka Puasa Bersama Yatim di rumah yatim kahuripan ini diawali dengan bertadarus alquran untuk menambah paala kita selama bulan ramadhan

manfaat bertadarus lainnya adalah untuk menjalin silaturahmi, mendapatkan ilmu pengetahuan, pahala yang akan dilipat gandakan, dan membuat kita lupa akan waktu dan terasa lebih singkat

Sambil menunggu bedug magrib, biasanya ada ngabuburit bersama yaitu dengan kuis bagi adik-adik yatim yang ada di sana. Para pembina memberikan soal kepada adik adik yang ada di sana. dan bagi yang bisa menjawab akan mendapat hadiah. hadiahnya bisa berupa uang atau bingkisan makanan ringan , kuis yg diberikan pun biasanya berbeda setiap harinya agar lebih seru dan menyenangkan.

 

setelah kuis selesai kami menyiapkan makanan untuk disiapkan untuk buka bersama ,tak lupa sebelum berbuka puasa berdoa bersama terlebih dahulu

Buka Puasa Bersama Yatim   Buka Puasa Bersama Yatim  

Buka Puasa Bersama Yatim   

Setelah berbuka puasa adik adik mencuci piring sendiri ,kemudian kita mengadakan sholat maghrib berjamaah sebelum pulang kerumah masing-masing

 

Penyaluran Kado Lebaran Yatim di Panti Ittihadul Ummat Garut

Penyaluran Kado Lebaran Yatim di Panti Ittihadul Ummat Garut

Alhamdulillah Yayasan Komitmen Bersama kembali menunjukkan komitmennya dalam Kegiatan Ramadhan 1445H dalam program cahaya kebaikan dengan penyaluran kado lebaran yatim untuk adik adik di panti ittihadul ummat garut jawa barat yang dilaksanakan pada hari sabtu 30 maret 2024. Alhamdulillah, dengan izin Allah rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan berhasil menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi para dermawan, panitia dan relawan, serta seluruh adik-adik penerima manfaat kebaikan ini.

Penyaluran Kado Lebaran Yatim

penyaluran kado lebaran yatim ini bertujuan untuk meringankan beban adik-adik yatim di panti ittihadul ummat, garut untuk memastikan kebutuhan sehari hari mereka dapat terpenuhi menjelang hari raya idul fitri

kegiatan penyaluran bingkisan ini disambut dengan gembira oleh adik adik yatim penerima bantuan , kebahagiaan yang terpancar dari wajah adik adik yatim ini menjadi bukti nyata bahwa program ini membawa manfaat besar bagi mereka, doa-doa terbaik pun mengalir dari mereka untuk para donatur yang telah berkontribusi dalam kebiatan ini

Penyaluran Kado Lebaran Yatim

salah satu amalan yang dianjurkan dalam bulan ramadhan yaitu dengan berbagi dengan sesama. khususnya untuk yatim dan dhuafa yang berjuang memenuhi kehidupan sehari hari mereka, dengan bantuan ini tentunya akan sangat berarti bagi mereka

 

Penyaluran Kado Lebaran Yatim   Penyaluran Kado Lebaran Yatim

terimakasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam mendukung kegiatan Penyaluran Kado Lebaran Yatim ini,  tanpa anda semua kebaikan ini tidak akan menjadi nyata. YKB ingin mengajak sahabat yan selalu mendukung yayasan komitmen bersama untuk berpartisipasi dalam upaya kebaikan ini , anda bisa memberikan kontribusi dengan berdonasi melalui link berikut : kado lebaran yatim dan menjadi bagian dari perubahan positif dalam masyarakat

Penyaluran Fidyah Ramadhan 1445H

Penyaluran Fidyah Ramadhan 1445H

PenyaAlhamdulillah, pada hari sabtu 30 maret 2024 dibulan ramadhan, Yayasan Komitmen Bersama membuat program penyaluran fidyah ramadhan 1445H kepada para lansia di jl. rawakuda cikahuripan klapanunggal bogor jawa barat.

Penyaluran Fidyah Ramadhan 1445H

Pendistribusian fidyah berupa makanan siap saji telah kami salurkan kepada mereka yang berhak menerimanya, ini adalah bukti nyata kebaikan yang dapat memberi manfaat kepada mereka yang membutuhkan

   

Fidyah adalah pembayaran wajib yang harus diberikan oleh seorang Muslim yang tidak mampu berpuasa selama bulan Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit atau kelemahan fisik yang kronis dan tidak dapat disembuhkan. Ini termasuk orang tua yang sedang menyusui, wanita hamil yang merasa berpuasa dapat membahayakan kesehatan dirinya atau janinnya, serta orang yang dalam perjalanan jauh yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa.

    Penyaluran Fidyah Ramadhan 1445H

penyaluran Fidyah ramadhan 1445H ini diberikan sebagai ganti atas hari-hari puasa yang terlewatkan, dan nilainya setara dengan memberikan makan kepada seorang fakir miskin atau orang yang membutuhkan untuk setiap hari puasa yang terlewatkan. Makanan yang diberikan biasanya berupa makanan pokok yang umum dikonsumsi oleh masyarakat setempat, seperti beras, atau makanan lain yang setara dengan nilainya.

Penyaluran Fidyah Ramadhan 1445H    Penyaluran Fidyah Ramadhan 1445H

Tujuan fidyah adalah untuk memberikan penggantian atas puasa yang terlewatkan serta memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, sehingga mereka juga dapat merayakan bulan Ramadan 1445 ini dengan layak. Ini merupakan salah satu bentuk kewajiban sosial dan kepedulian dalam Islam.

untuk berpartisipasi dalam menunaikan kewajiban membayar fidyah ini bisa dengan melalui website : ykb sedekah fidyah

Melalui penyaluran fidyah ini, tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Semoga amal baik ini diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat bagi yang menerimanya.

Paket Bantuan Kado Ramadhan

Paket Bantuan Kado Ramadhan

Alhamdulillah ,program penyaluran paket bantuan kado ramadhan dari  Yayasan Komitmen Bersama untuk meringankan beban yatim dan dhuafa yang bertepatkan di kampung lapak dan kampung cibening Bekasi, Jawa Barat pada hari sabtu ,23 maret 2024 dapat terlaksana dengan lancar.

Paket Bantuan kado ramadhan

sebanyak total 150 paket bantuan yang disalurkan. ada 100 paket bantuan untuk yatim yang berisikian beras 2,5 kg ,gula 1 kg ,indomie 5 pics, teh 1 kotak, bisquit 1 bungkus, dan suplemen 2 strip

dan 50 paket untuk dhuafa yang telah disalurkan yang berisikan beras 2,5 kg, minyak goreng 1 kg, gula 1kg, teh 1 kotak, indomie 5pics, dan suplemen 3 strip

     

tak lupa juga ada santunan yang diberikan untuk adik-adik yatim dari yayasan komitmen bersama untuk membantu finansial mereka membantu memenuhi kebutuhan sehari hari.

kegembiraan terpancar dari mata mereka, menunjukan betapa berartinya bantuan yang kita berikan bagi mereka.

 

proses penyerahan paket sembako dan santunan kepada adik adik yatim ini dilakukan dengan penu kehangatan, mereka menerima bantuan dengan antusias dan merasa dihargai oleh orang-orang yang peduli. setiap paket sembako yang mereka terima memberikan harapan baru dan semangat bagi mereka, ini juga memberikan inspirasi untuk para pengurus dan donatur yayasan komitmen bersama untuk terus berbuat kebaikan terhadap sesama

    Paket Bantuan Kado Ramadhan

saat kita bisa berkumpul bersama keluarga dengan suka cita, diluar sana banyak saudara kita yang masih kesulitan dan dan kekurangan, padahal selama ramadhan ini semua ingin ikut merasakan suasana penuh kebahagiaan.

baca juga : tadarus Quran selama bulan ramadhan

untuk itu yayasan komitmen bersama membuat program paket bantuan kado ramadhan untuk meringankan beban mereka yang membutuhkan, dengan berbagi dibulan mulia ini melalui bantuan kado ramadhan ini agar lebih banyak lagi yang terbantu dan merasakan kebahagiaan di bulan ramadhan ini.

“Allah selalu menolong orang selama orang itu selalu menolong saudaranya” (HR Ahmad)

Tadarus Quran Selama Bulan Ramadhan

Tadarus Quran Selama Bulan Ramadhan

Tadarus Quran Selama Ramadhan. tadarus adalah istilah yang sering dikaitkan dengan kitab suci al quran. Al quran adalah kitab suci yang paling banyak dibaca oleh umat manusia sepanjang zaman. Al qur’an merupakan pedoman dan tuntunan hidup bagi umat Muslim.

Secara umum, tadarus adalah sebuah kegiatan membaca, mempelajari, memahami dan mengkaji secara bersama-sama. Dengan rutin tadarus Al-Qur’an, maka anda akan mendapatkan safaat dan ketenangan dalam hidup.

Yayasan Komitmen Bersama ,sejak awal ramadhan 1445, setiap harinya menjelang berbuka puasa, kita mengisi waktu kita mengadakan tadarus quran dan iqro bersama adik-adik binaan,

kegiatan ini dilaksanakan dengan mengisi waktu adik-adik yatim untuk menamba ilmu dan pahala selama bulan puasa ini,

kita mengabiskan waktu ngabuburit dengan hal yang bermanfaat untuk menambah ilmu dan pahala, dengan tadarus quran bersama ini dapat memperdalam spiritual dan kebersamaan dalam menjalani ibadah

Tadarus Quran Selama Ramadhan 

manfaat tadarus quran dalam keidupan sehari hari

Tadarus quran dan iqro tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga memberikan manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membaca dan memahami alqur’an, kita akan diberkahi dengan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, ketenangan dalam menghadapi masalah, serta rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam dalam setiap detik kehidupan.

baca juga : tips menjaga kesehatan selama puasa ramadhan

: Mengatur Pola Makan Dibulan Ramadhan

dengan tadarus quran selama ramadhan ini akan mendatangkan pahala dan kebaikan, memberikan derajat dan wibawa lebih baik, memperoleh rahmat dan perlindungan malaikat, memberi syafaat di hari kiamat, hingga menghindarkan dari sesat dan celaka bagi pembacanya. Keutamaan membaca Al-Qur’an ini sudah pasti akan mendatangkan banyak berkah.

Home

Laporan

Donasi

Blog

Chat