Apakah Anak Piatu Berhak Menerima Santunan ?

Apakah Anak Piatu Berhak Menerima Santunan ?

Apakah Anak Piatu Berhak Menerima Santunan ? – pengertian antara yatim, piatu, dan yatim piatu mempunyai perbandingan yang lumayan mencolok. Bersumber pada penafsiran syariat, seseorang anak yatim merupakan anak yang ditinggal mati oleh bapaknya dalam umur belum baligh. Sedangkan itu, anak piatu ialah keadaan kala anak ditinggal mati oleh ibunya di umur saat sebelum baligh.

Berikutnya, anak yatim piatu merupakan campuran dari anak yatim serta anak piatu. Oleh sebab itu, Agama Islam menempatkan kalau pemberian santunan kepada anak yatim piatu lebih utama dibanding anak yatim serta piatu. Terlebih, anak yatim piatu tidak cuma hadapi keadaan kekurangan secara raga. Tetapi, mereka pula kekurangan rasa kasih sayang dari kedua orang tua.

Buat penetapan umur baligh pada anak yatim ataupun yatim piatu, terdapat 4 aspek yang butuh jadi pertimbangan, ialah:

Keluar air sperma yang dapat saja terjalin kala mimpi ataupun kegiatan lain untuk anak pria.

Untuk anak wanita, kriteria baligh dapat dikenal kala terjalin siklus haid. Penentuan anak yang telah baligh ataupun tidak pula dapat dikenal dari perkembangan bulu di zona dekat kemaluan, baik pria maupun wanita.

Batasan minimun anak pria serta wanita yang berumur baligh masing masing umur 15 tahun serta 9 tahun.

manfaat berbagi kebahagiaan
image credit : rihlatuna.blogspot.com

Aplikasi pemberian santunan anak yatim ataupun yatim piatu yang terdapat di warga universal sering salah kaprah. Tidak tidak sering, anak yatim ataupun yatim piatu yang menerima santunan nyatanya telah berumur baligh. Sementara itu,

kala telah berumur baligh, hingga status yatim, yatim piatu, serta piatu juga terhapuskan. Pemberian santunan buat anak yatim maupun yatim piatu yang sudah baligh juga tidak lagi dibutuhkan.

Walaupun begitu, pemberian santunan kepada anak yatim, yatim piatu, maupun piatu yang telah baligh tidak dilarang oleh agama. Cuma saja, statusnya bukan lagi santunan buat yatim ataupun yatim piatu, melainkan santunan buat keluarga tidak sanggup ataupun miskin. Walhasil, keutamaan dari pemberian santunan kepada anak yatim juga tidak dapat diperoleh.

Sebagian keutamaan tersebut di antara lain merupakan janji Allah yang menempatkan pemberi santunan anak yatim bakal terletak satu surga dengan Rasulullah. Apalagi, jarak yang memisahkan antara pemberi santunan dengan Rasulullah sangat dekat, semacam halnya jarak antara jari tengah dengan jari telunjuk. Tidak cuma itu, pemberian santunan kepada mereka pula dapat jadi fasilitas buat melembutkan hati yang keras.

Seperti itu perbandingan yang butuh Kamu tahu terpaut status dari anak yatim, yatim piatu, serta piatu. Pengetahuan ini dapat jadi landasan dalam membagikan santunan pada anak yang memanglah betul- betul membutuhkannya. Di samping itu, Kamu pula bakal mendapatkan keutamaan yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT. 

Jadi bila bertanya Apakah Anak Piatu Berhak Menerima Santunan ? tentu berhak karena anak piatu adalah anak yang tidak lagi memiliki seorang ibu sehingga berhak menerima santunan.

Tips dan Kiat Membantu Fakir Miskin

Tips dan Kiat Membantu Fakir Miskin

Ada banyak sekali orang yang rata-rata hidup dengan ekonomi yang rendah di sekitar kita. Untuk memenuhi kebutuhan pokok saja sudah sangat sulit, apalagi memenuhi kebutuhan lainnya. Menurut konstitusi negara kita, orang yang tergolong ke dalam tidak mampu adalah anak yatim, fakir  miskin, orang yang membutuhkan dan terlantar. Fakir miskin memang seharusnya dipelihara oleh negara, tetapi bisa jadi orang yang sedang mengalami kesulitan keuangan mungkin harus mempertahankan diri karena alasan anggaran. 

Jika kita ingin membantu orang yang kesulitan ekonomi atau fakir miskin, anak yatim piatu, dan lain-lain, kita harus melakukannya dengan cara memberikan pendidikan yang baik. Tidak hanya sekedar memberikan uang, akan tetapi lebih baik kita memberi yang bermanfaat untuk bisa berubah menjadi lebih baik.

Berikut ini adalah tips dan kiat yang baik untuk membantu masyarakat yang kesulitan ekonomi:

1. Memberikan Pekerjaan yang Layak

Jika kita ahli dalam bisnis, jadilah mentor dan investor bagi para pengangguran dan orang miskin. Beri mereka pekerjaan atau modal untuk mengembangkan bisnis mereka yang sudah ada. Maka jangan menyerah begitu saja, terus dikendalikan dan dibimbing agar bisnisnya dapat maju.

2. Ajarkan Keterampilan yang Bermanfaat

Jika ingin membantu masyarakat kurang mampu, kita bisa berbagi ilmu dengan mereka tentang ilmu atau keterampilan yang dapat berguna untuk mendapatkan penghasilan yang besar sehingga Anda dapat mandiri di masa depan. Jika perlu, biayai kursus atau sekolah yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

3. Bimbing dan Biayai Sekolah Anak-Anaknya

Jika seseorang yang kita bantu mengalami kesulitan belajar dan bekerja di bawah instruksi, maka, kita fokus untuk  meningkatkan generasi mudanya seperti anak, cucu, dan lain-lain. Kita jadikan generasi-generasi muda dari mereka untuk menjadi generasi yang berkualitas dan mandiri dengan cara mengarahkan dan menjadi pengasuh mereka. Jika perlu, kita bisa menyekolahkan mereka agar bisa memperoleh pendidikan yang layak dan nantinya dapat meningkatkan taraf hidup mereka dan keluarga.

4. Membantu yang Bersifat Mendesak

Jangan terlalu sering membantu orang-orang yang kita rasa mereka sudah dapat untuk menghadapi masalah hidupnya sendiri. Kita bantu mereka dengan sewajarnya dan sudahi bantuan ketika mereka sudah dapat hidup dengan semestinya. misalnya seperti membiayai pengobatan rumah sakit, membiayai biaya sekolah yang sudah menunggak, memberi makan dan minum orang yang kelaparan, membantu biaya renovasi rumah tak layak dari orang tak mampu, dan lain-lain.

5. Menanggung Biaya Hidup Secara Penuh

Bagi orang miskin yang sudah tua, sakit dan lain-lain. Mereka yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, kita hanya bisa membantu mereka semua. Bantuan, mulai dari sandang, pangan, papan dan berbagai kebutuhan penunjang lainnya. Sebagai manusia, kita memiliki kewajiban untuk saling membantu.

Anda dapat mulai membantu fakir miskin yang sedang membutuhkan dengan disekitar wilayah Anda tinggal, namun jika disekitar tidak ada, Anda bisa menyalurkan bantuan ke sebuah yayasan yang memang sudah terpercaya.

Salah satu lembaga penyaluran sedekah dan zakat adalah Yayasan Komitmen Bersama Indonesia Kuat (YKBIK) dapat membantu menerima dan menyalurkan dana zakat ataupun donasi dalam bentuk tunai atau barang bantuan lainnya untuk disalurkan kepada penerima yang berhak dan membutuhkan.

Jika Anda ingin menyalurkan donasi Anda ke Yayasan Komitmen Bersama Indonesia Kuat (YKBIK). Anda bisa menyalurkan nya dengan mengakses website Ykbik atau dengan mengirimkan donasi melalui  rekening berikut ini :

REKENING DONASI

BRI : 3313-01-000795-50-4

Mandiri : 167-00-0245958-3

BCA : 0663308049

Muamalat : 4580003446

A/n Yayasan Komitmen Bersama Indonesia Kuat

Hukum Membaca Doa Qunut Saat Sholat Subuh

Hukum Membaca Doa Qunut Saat Sholat Subuh

Hukum Membaca Doa Qunut  – Salah satu kebiasaan saat shalat Subuh adalah membaca doa Qunut. Apakah wajib membaca doa qunut saat sholat subuh atau sunnah atau bahkan bid’ah?

Mari Simak Ulasan dari 4 mazhab tentang doa qunut :

Mazhab Hanafi

Mazhab Hanafi menganggap membaca doa Qunut dalam sholat Subuh sebagai sebuah bidah. Dalam hal ini mazhab Hanafi menggunakan dalil Imam al-Bukhari dan Muslim :

Dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW membaca doa Qunut selama satu bulan setelah ruku’ untuk mendoakan suatu kaum lalu kemudian Beliau meninggalkannya (HR. Bukhari Muslim)

Kemudian juga dijelaskan oleh dalil yang diriwayatkan oleh Imam An Nasai dan Imam At Tirmidzi :

Dari Sa’ad bin Thoriq beliau berkata : Aku bertanya kepada ayahku, wahai ayahku, sesungguhnya engkau telah sholat bersama Rasulullah saw, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Apakah mereka membaca doa qunut pada waktu shalat fajar?

Kemudian dijawab : wahai anakku itu termasuk perbuatan baru (bid’ah). ( HR. Nasai dan Tirmidzi. Beliau mengatakan hadits ini Hasan Shohih).

Mazhab Maliki

Mazhab Maliki berpendapat bahwa membaca Doa Qunut pada shalat shubuh hukumnya Mustahab atau Sunnah. Doa Qunut dibaca sebelum ruku’ pada rakaat kedua.

Dalam masalah ini, Mazhab Maliki menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari & Imam Muslim:

حدثنا عاصم، قال: سألت أنس بن مالك عن القنوت، فقال: قد كان القنوت قلت: قبل الركوع أو بعده؟ قال: قبله. رواه البخاري ومسلم.

Dari Ashim rodhiyallohu ‘anhu bahwa Anas Bin Malik ditanya tentang Qunut, Dijawab: Iya dulu kami membaca Doa Qunut, apakah sebelum ruku’ atau setelahnya? Dijawab: sebelum ruku’. (HR. Bukhori Muslim)

Dan juga menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi & Imam Ad-Daruqutni:

عَنْ أنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّr قَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَيْهِمْ ثُمَّ تَرَكَهَ فَأَمَّا فِي الصُّبْحِ فَلَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ حَتىَّ فَارَقَ الدُّنْيَا. حديث صحيح رواه جماعة من الحفاظ وصححوه. ورواه البيهقي والدارقطني.

Dari Anas bin Malik radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW melakukan doa qunut selama sebulan mendoakan keburukan untuk mereka, kemudian meninggalkannya. Adapun pada shalat shubuh, beliau tetap melakukan doa qunut sampai meninggal dunia. (HR. Al-Baihaqi & ad-Daruqutni dengan sanad yang shahih).

Mazhab Syafi’iy

Mazhab Syafi’iy berpendapat bahwa membaca Doa Qunut pada shalat shubuh hukumnya Sunnah Mu’akkadah. Doa Qunut dibaca setelah ruku’ pada rakaat kedua.

Dalam masalah ini, Mazhab Syafi’iy menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari & Imam Muslim:

عن محمد بن سيرين، قال: سئل أنس بن مالك: أقنت النبي صلى الله عليه وسلم في الصبح؟ قال: نعم، فقيل له: أوقنت قبل الركوع؟ قال: «بعد الركوع يسيرا. رواه البخاري ومسلم.

Dari Ibnu Siriin rodhiyallohu ‘anhu bahwa Anas Bin Malik ditanya, Apakah Nabi SAW membaca Doa Qunut pada shalat shubuh? Dijawab: Iya, apakah sebelum ruku’? Dijawab: setelah ruku’ sejenak. (HR. Bukhori Muslim)

Dan juga menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi & Imam Ad-Daruqutni:

عَنْ أنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّr قَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَيْهِمْ ثُمَّ تَرَكَهَ فَأَمَّا فِي الصُّبْحِ فَلَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ حَتىَّ فَارَقَ الدُّنْيَا. حديث صحيح رواه جماعة من الحفاظ وصححوه. ورواه البيهقي والدارقطني.

Dari Anas bin Malik radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW melakukan doa qunut selama sebulan mendoakan keburukan untuk mereka, kemudian meninggalkannya. Adapun pada shalat shubuh, beliau tetap melakukan doa qunut sampai meninggal dunia. (HR. Al-Baihaqi & ad-Daruqutni dengan sanad yang shahih)

Derajat hadits ini dinyatakan shahih menurut beberapa ulama hadits, di antaranya Imam al-Hakim dalam kitab Al-Arbainnya berkata bahwa hadits ini shahih. Diriwayatkan juga oleh Imam ad-Daruquthni dan imam Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Apa Hukum Membaca Doa Qunut Saat Salat Subuh? Bidah, Sunnah, atau Wajib? Simak Penjelasan 4 Mazhab, https://makassar.tribunnews.com/2021/01/25/apa-hukum-membaca-doa-qunut-saat-salat-subuh-bidah-sunnah-atau-wajib-simak-penjelasan-4-mazhab?page=3.

Mazhab Hambali

Hukum Membaca Doa Qunut menurut Mazhab Hanbali pada shalat shubuh hukumnya makruh dan tidak disyariatkan. Namun jika bermakmum pada Imam yang membaca Doa Qunut maka Hanbali menganjurkan untuk mengaminkan Qunutnya.

Dalam masalah ini, Mazhab Hanbali menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari & Muslim:

عن أنس رضي الله عنه قال: أن النبي صلى الله عليه وسلم قنت شهرا بعد الركوع يدعو على أحياء من العرب ثم تركه. رواه البخاري ومسلم.

Dari Anas rodhiyallohu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad saw membaca doa qunut selama satu bulan setelah bangun dari ruku’ untuk mendoakan suatu kaum, kemudian beliau meninggalkannya. (HR. Bukhori Muslim)

Dan juga menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasai & Imam At-Tirmidzi:

وعن سعد بن طارق قال ” قلت لأبي يا أبي إنك قد صليت خلف رسول الله صلي الله عليه وسلم وأبي بكر وعمر وعثمان وعلي أكانوا يقنتون في الفجر؟ فقال أي بني فحدث. رواه النسائي والترمذي وقال حديث حسن صحيح.

Dari Sa’ad bin Thoriq beliau berkata : Aku bertanya kepada ayahku, wahai ayahku, sesungguhnya engkau telah sholat bersama Rosululloh saw, Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali. Apakah mereka membaca doa qunut pada waktu shalat fajar? Kemudian dijawab : wahai anakku itu termasuk perbuatan baru (bid’ah). ( HR. Nasai dan Tirmidzi. Beliau mengatakan hadits ini Hasan Shohih)

Sumber : tribunnews.com

Begini Perhitungan Zakat Mal yang Benar

Begini Perhitungan Zakat Mal yang Benar

Perhitungan Zakat Mal – Selain puasa, membayar zakat juga merupakan hukum wajib bagi umat Islam. Dalam islam, zakat dibagi menjadi dua yakni zakat mal dan zakat fitrah.

Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari raya idul fitri pada awal syawal atau awal ramadhan. Aturan Zakat Fitrah adalah sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter per orang dalam bentuk makanan pokok untuk daerah setempat.

Sedangkan zakat mal adalah zakat yang dibayarkan dalam bentuk tunai, emas, surat berharga dan aset yang disewakan. Biasanya orang yang memiliki kekayaan lebih dalam setahun, dapat membayar zakat kepada orang miskin dan orang yang membutuhkan lainnya.

pengertian zakat mal

Bagaimana cara menghitung zakat mal dengan benar?

Seperti yang jelas dari Badan Pengelola Zakat Nasional di situs resminya, perhitungan uang zakat adalah sebagai berikut:

2,5% x jumlah harta yang disimpan dalam 1 tahun, sebagaimana contoh berikut ini :

Tuan A memiliki aset satu tahun (emas/perak/tunai) senilai 100.000.000. Jika harga emas saat ini Rp 622.000 per gram, maka nisab zakatnya adalah Rp 52.870.000. Jadi Pak “A” wajib mengeluarkan zakat. Uang zakat yang harus dikeluarkan adalah:

2,5% x Rp100.000.000 = Rp2.500.000

Cara menghitung zakat dapat disesuaikan dengan harga emas yang berubah dari waktu ke waktu.

Sedangkan dalam hal ini zakat yang harus dikeluarkan harus memenuhi nishab atau batas minimal dan bebas hutang. Tidak hanya itu, harta yang harus dikeluarkan sebagai zakat mal juga milik mereka sendiri, bukan milik orang lain. 

Itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana cara perhitungan zakat mal yang benar, semoga bermanfaat

8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat

8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat

Golongan yang Berhak Menerima Zakat – Membayar zakat adalah salah satu kewajiban dalam Islam. Ada berbagai jenis zakat, seperti zakat fitrah yang wajib dikeluarkan di bulan Ramadhan. Pengertian zakat sendiri berasal dari bahasa arab yaitu zaka yang berarti suci, bersih, berkembang dan subur.

Zakat berarti bagian tertentu dari harta yang harus dibayarkan oleh setiap muslim jika telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat dibayarkan kepada (berbagai) orang yang berhak.

Makna pertumbuhan zakat menunjukkan bahwa pengeluaran zakat sebagai penyebab pertumbuhan pengembangan aset, pelaksanaan zakat menghasilkan banyak pahala.

pengertian zakat mal

Di Al Quran terdapat 8 golongan yang berhak menerima zakat diantaranya :

  1. Orang Miskin, yaitu golongan yang bekerja namun tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan dan dalam keadaan kekurangan.
  2. Orang Fakir, yaitu golongan yang tidak memiliki tenaga dan harta untuk dapat memenuhi kebutuhannya
  3. Amil Zakat, yaitu orang yang mengelola zakat
  4. Mualaf, yaitu orang orang yang baru saja masuk islam
  5. Budak / Hamba Sahaya
  6. Sabilillah yaitu orang orang yang sedang berjuang di jalan Allah SWT
  7. Orang yang melakukan perjalanan yaitu ibnu sabil

Zakat dibayarkan atas harta yang dimiliki. Namun, tidak semua harta dikenakan kewajiban zakat. Adapun syarat-syarat untuk menerapkan zakat harta antara lain sebagai berikut:

  1. Harta yang diperoleh dengan cara yang halal
  2. Harta sepenuhnya milik sendiri
  3. Harta yang dapat tumbuh dan berkembang
  4. Harta yang sudah mencapai nisabnya sesuai dengan jenis harta tersebut
  5. Harta yang sudah mencapai haul nya
  6. Pemilik tidak memiliki hutang / credit yang harus dilunasi dalam jangka pendek.
Berikut Merupakan Keutamaan Sholat Tahajud Bagi Pelakunya

Berikut Merupakan Keutamaan Sholat Tahajud Bagi Pelakunya

Keutamaan Sholat Tahajud Bagi Pelakunya – Karena sangat sulit untuk bangun dari tidur, terutama setelah rutinitas hari hari yang sibuk, inilah alasan mengapa sholat tahajud ini membuat seseorang mendapatkan banyak manfaat dan status yang tinggi dari Allah SWT. Sholat Tahajud dilakukan pada malam hari tepatnya sepertiga malam setelah bangun tidur.

Sholat tahajud merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT sebagaimana bunyi surat Al Isra ayat 79 yang artinya :

“Dan pada sebagian malam hari sembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’ : 79) (sumber : kumparan.com)

Berikut merupakan  Faedah dan keutamaan Sholat Tahajud :

Allah Berikan kedudukan yang Mulia dan Terpuji di Sisi Nya

Keutamaan pertama dalam shalat Tahajud adalah memberikan tempat terbaik dan kehormatan bagi pelakunya di hadirat Allah SWT. Ini adalah janji dari Allah SWT yang akan mengangkat derajat hamba-Nya ke tempat terpuji, bagi mereka yang melakukan shalat Tahajud dengan tekun dan ikhlas dengan harapan ridho ilahi.

Keutamaan Sholat Tahajud Bagi Pelakunya

Allah Akan Kabulkan Doanya

Karena sholat tahajud merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan Allah akan kabulkan permohonan dan permintaan hamba Nya yang beribadah dengan ikhlas para ahli tahajud.

Diampuni Segala Dosa

Orang yang melakukan sholat tahajud akan diampuni segala dosa dosanya, hal ini sebagaimana termaktub dalam hadits :

Rasulullah SAW Bersabda “Lakukan qiyamullail. Karena itu kebiasaan orang shaleh sebelum kalian, bentuk taqarrub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili). (sumber : kumparan.com)

Rendah Hati

Allah SWT menjamin bahwa orang yang melakukan keutamaan shalat Tahajud akan selalu rendah hati dan ramah. Ketenangan yang mencerminkan ketenangan pikiran dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat akan membuat kita rendah hati.

Jembatan Masuk Surga

Keutamaan shalat Tahajud selanjutnya adalah dapat menjadi jembatan menuju Surga. Allah SWT telah menjanjikan surga bagi semua orang yang taat kepada-Nya. Sebaliknya, dia menciptakan hukuman neraka bagi mereka yang tidak taat.

Selain itu, Allah SWT telah menunjukkan kepada kita jalan untuk mencapai Surga-Nya. Salah satu cara masuk surga adalah dengan melaksanakan shalat tahajud. Itulah beberapa Keutamaan Sholat Tahajud Bagi Pelakunya.

Pengertian dan Waktu Pengerjaan Sholat Tahajud

Pengertian dan Waktu Pengerjaan Sholat Tahajud

Waktu Pengerjaan Sholat Tahajud – Sholat Tahajud adalah amalan Sunnah yang sangat disarankan oleh Nabi Muhammad SAW, dianjurkan untuk dilakukan oleh umatnya.

Sholat Tahajud merupakan salah satu sholat sunnah yang paling istimewa. Disebutkan pula dalam Al-Qur’an bahwa shalat Tahajud dapat menjadikan orang yang melaksanakannya mendapat tempat yang terpuji di sisi Allah SWT.

Sebagaimana arti dari Q.S Al-Isra ayat 79 :

“Pada sebagian malam, hendaklah kau bertahajud sebagai tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji.”

Sholat sunnah ini merupakan ibadah yang istimewa dan memiliki kelebihan. Sebagaimana diketahui penjelasan dalam islam bahwa sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang pengerjaannya dilakukan setelah bangun tidur.

Sholat Tahajud yang benar harus dilakukan sesuai dengan Sunnah. Melakukan tahajud menurut sunnah sebenarnya sama saja dengan sholat pada umumnya. Perbedaan utama adalah niat, waktu dan jumlah rakaat yang akan dilakukan.

jenis jenis doa dalam islam

Niat Sholat Tahajud

Sholat Tahajud seperti yang kita ketahui sholat sunnah di malam hari. Niat dari shalat Tahajud adalah sebagai berikut:

“Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala.”

Artinya, “Aku niat sholat tahajud dua rakaat karna Allah ta’ala.”

Waktu Pengerjaan Sholat Tahajud

Waktu pengerjaan sholat tahajud adalah pada malam hari. Sholat Tahajud bisa dilakukan kapan saja setelah sholat isya hingga subuh.

Namun, terkadang dianjurkan untuk melakukan shalat Tahajud, pada sepertiga malam. Walau hanya sebentar, Sholat Tahajud sangat dianjurkan untuk dilakukan setelah tidur.

Jumlah Rakaat Sholat Tahajud

Tahajud ini lakukan dua rakaat, dua rakaat dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas. Namun menurut hadits HR Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW tidak pernah melakukan shalat Tahajud lebih dari 11 atau 13 rakaat (jumlah rakaat dan witir).

Manfaat dan Keutamaan Shalat Dhuha yang Perlu Diketahui

Manfaat dan Keutamaan Shalat Dhuha yang Perlu Diketahui

Keutamaan Shalat Dhuha  – Shalat dhuha memiliki banyak keutamaan, terutama masalah rezeki. Sebagian besar umat Islam melakukan shalat ini karena memiliki keinginan atau hajat untuk mendapatkan rezeki dari Allah. Sholat dhuha umumnya merupakan sholat sunnah yang dilakukan di pagi hari, terutama saat dhuha. Ini adalah waktu ketika matahari mulai terbit sekitar 7 hasta hingga menjelang siang hari.

Namun, ada beberapa saran yang mengatakan bahwa shalat dhuha lebih baik di akhir waktu dhuha.

Terlepas dari awal dan akhir waktu, shalat dhuha ini memiliki banyak keutamaan. Pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan shalat fardhu pada umumnya. Dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.

Untuk mengawali shalat dhuha ini seperti biasa membaca niat :

Usholli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa an lillaahi taaalaa.”

Yang artinya: “Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”

Berikut merupakan keutamaan shalat dhuha :

Shalat dhuha memiliki banyak keutamaan, terutama masalah rezeki. Sebagian besar umat Islam melakukan shalat ini karena memiliki keinginan atau hajat untuk mendapatkan rezeki dari Allah. Sholat dhuha umumnya merupakan sholat sunnah yang dilakukan di pagi hari, terutama saat dhuha. Ini adalah waktu ketika matahari mulai terbit sekitar 7 hasta hingga menjelang siang hari.

1. Diampuni Dosa Dosanya

Keutamaan shalat dhuha yang pertama adalah diampuni dosa nya. Dosa diganjar setelah melakukan pelanggaran yang melanggar hukum. Biasanya dosa ini bisa berupa dosa kecil atau bahkan dosa besar. Pada dasarnya, manusia adalah tempat dosa dan berbagai kesalahan.

Entah sengaja atau tidak sengaja. Bahkan, banyak umat Islam yang terus melakukan hal-hal maksiat walaupun tahu bahwa yang dilakukannya merupakan sebuah dosa.

Namun, Allah Maha Pengampun. Betapapun banyaknya dosa yang dilakukan hamba-hambanya, jika mereka mau bertaubat dan tidak mengulangi semua dosa mereka, maka dosa-dosa mereka akan diampuni.

Selain itu, ada banyak cara di mana orang dapat mencari penebusan atas dosa-dosa mereka. Salah satunya adalah Sholat Dhuha.

2. Dicukupkan Rezeki

Di dunia ini, rezeki sangat bervariasi. Rezeki ini dapat membantu setiap manusia untuk menjalani kehidupan yang nyaman. Namun, rezeki ini tidak terbatas pada materi  dan harta. Namun kesehatan keluarga yang harmonis  juga termasuk bentuk rezeki.

Kebanyakan orang seringkali meminta rezeki yang cukup. Ini bukan masalah, karena semua manusia membutuhkannya. Bagi anda yang ingin mencari nafkah di dunia dan akhirat, laksanakanlah sholat dhuha secara rutin. Seperti hadits berikut ini:

“Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu (rezeki)  di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).

3. Dibuatkan Tempat tinggal di Surga

Pasti semua muslimin ingin dirinya masuk surga, malah banyak dari mereka yang berlomba lomba melakukan kebaikan dan amal shaleh agar dapat jaminan surga di akhirat kelak. Dan rupanya salah satu keutamaan dalam mengerjakan shalat dhuha yaitu mendapatkan jaminan masuk surga. Hal ini sesuai dengan hadits :

Barang siapa yang (melaksanakan) shalat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ No. 634)

4. Mendapatkan Pahala Sedekah

Seperti yang kita ketahui sedekah adalah salah satu amalan yang diridhoi Allah. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk bersedekah dan mendapatkan pahala. Padahal, meski kita tidak memiliki banyak harta, ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk bersedekah. Salah satunya melakukan shalat Dhuha. Itulah sebabnya melalui shalat dhuha kita mendapatkan pahala seperti sedekah.

Hal ini dijelaskan dalam hadits :

“Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha,” (HR Muslim)

5. Mendapatkan Pahala Haji

Ibadah haji merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam. Bahkan, haji juga dianggap sebagai salah satu rukun Islam. Namun, tidak semua orang bisa melakukan ibadah ini. Pasalnya, untuk menunaikan ibadah haji banyak hal yang perlu dipersiapkan. Baik secara mental, hingga materi yang lumayan.

Namun, ada satu cara yang bisa membawa Anda memperoleh pahala haji yaitu melakukan shalat Dhuha. Dalam salah satu hadits diriwayatkan bahwa Anas r.a. berkata:

Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna.”

Jelas dari riwayat ini dijelaskan bahwa siapa saja yang duduk berdzikir kepada Allah dan shalat Dhuha, meskipun hanya dua rakaat, pahala yang dilakukan bahkan dibalas seperti orang yang melakukan haji dan umrah.

Sebab Sebab Terhalangnya Doa

Sebab Sebab Terhalangnya Doa

Sebab Sebab Terhalangnya Doa – Bila doa itu tidak segera menunjukkan tanda-tanda yang diijabah oleh Allah SWT, maka sebaiknya setiap hamba tetap berhusnudzan. Dan perlu mengevaluasi diri mengapa doa kita belum terkabul.

Berikut merupakan beberapa sebab sebab terhalangnya doa :

1. Harta berasal dari yang haram

“Kemudian Nabi menceritakan keadaan seseorang yang melakukan safar panjang, rambutnya kusut, mukanya berdoa, menengadahkan tangan ke langit dan berkata: Wahai Rabbku, wahai Rabbku. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi asupan gizi dari yang haram, maka bagaimana bisa diterima doanya?” (H.R Muslim).

2. Tidak yakin dalam doanya (hatinya lalai)

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai lagi main-main,” (H.R at Tirmidzi, dishahihkan al-Hakim dan dihasankan al-Albani).

3. Tergesa-gesa

“Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa dengan mengatakan: ‘Aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan’,” (H.R al Bukhari dan Muslim

4. Doanya mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi

“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi kecuali Allah akan beri 3 kemungkinan,” (H.R at Tirmidzi, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan dinyatakan bahwa sanad-sanadnya jayyid(baik) oleh al-Bushiri)

Rasulullah SAW bersabda, ”Doa seorang hamba Allah tetap dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim atau tak terburu-buru segera dikabulkan.” Seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah maksud terburu-buru?” Rasulullah menjawab, ”Ia mengatakan, ‘aku telah berdoa tapi aku tidak melihat doaku dikabulkan’, sehingga ia mengabaikan dan meninggalkan doanya itu.” (HR Muslim).

Ibrahim bin Adham menjawab, ”Hatimu telah mati dari sepuluh perkara.  Yakni, pertama, engkau mengenali Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya. Kedua, engkau membaca kitab Allah, tetapi tidak mau mempraktikkan isinya. Ketiga, engkau mengaku bermusuhan dengan iblis, tetapi mengikuti tuntunannya.

Keempat, engkau mengaku cinta Rasul, tetapi meninggalkan tingkah laku dan sunah beliau. Kelima, engkau mengaku senang surga, tetapi tidak berbuat menuju kepadanya.

Keenam, engkau mengaku takut neraka, tetapi tidak mengakhiri perbuatan dosa. Ketujuh, engkau mengakui kematian itu hak, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kedelapan, engkau asyik meneliti aib-aib orang lain, tetapi melupakan aib-aib dirimu sendiri. Kesembilan, engkau makan rezeki Allah, tetapi tidak bersyukur pada-Nya. Dan kesepuluh, engkau menguburkan orang-orang, tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu. 

Sumber : INSPIRASI DATA

Manfaat Berbagi Kebahagiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Manfaat Berbagi Kebahagiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Manfaat Berbagi Kebahagiaan – Pandemi Covid-19 sudah hampir 2 tahun melanda Indonesia dan belum adanya tanda tanda akan berakhir. Ini berdampak buruk bagi banyak orang terutama masyarakat kecil. Namun dengan bangkit nya semangat gotong royong rakyat Indonesia nampaknya memberi angin segar bagi masyarakat.

Bagaimana tidak, pasalnya banyak kalangan yang bahu membahu memberikan bantuan sosial kepada masyarakat Indonesia yang terdampak, mulai dari influencer, artis, selebgram pengusaha dan banyak lagi.

Memang benar Indonesia tidak kekurangan orang baik, bahkan Indonesia dijuluki sebagai negara yang rakyatnya paling toleransi dan saling membantu.

Berbagi dengan mereka yang membutuhkan tidak hanya sebatas dalam bentuk materi saja, tetapi bisa dalam berbagai bentuk mulai dari berbagi makanan, kebutuhan sehari-hari, ilmu pengetahuan dll. Asalkan dilakukan dengan niat yang tulus, berapapun, dan apapun yang akan diberikan akan menjadi berkah dan kebahagiaan bagi banyak orang.

Pasti anda setuju mengapa memberi itu memberikan banyak manfaat  bagi kita dan orang lain. Berikut merupakan manfaat berbagi kebahagiaan kepada sesama :

1. Memberi Harapan Baru

Berbagi dapat menambah rasa kepedulian seseorang pada keadaan sosial dan mereka yang membutuhkan. Dengan memberi bantuan kepada mereka, karena itu otomatis anda memberi harapan baru untuk mereka yang kurang beruntung untuk selalu berusaha jadi manusia yang lebih baik tanpa pernah putus asa.

2. Menciptakan Tali Persaudaraan

Berbagi bukan dilihat dari apa yang di beri, tetapi dengan keikhlasan. Sekecil apa saja bantuan yang di berikan ke seseorang, mereka akan suka dan selalu mengingatnya. Oleh karena itu, kita makin lebih terbuka untuk sama-sama berangkulan dan bersatu setelah saling berbagi kebahagiaan.

3. Menularkan untuk Berbagi Kebaikan

Menolong mereka yang memerlukan, tidak cuma menolong yang dikenal, tetapi yang tidak kamu kenali. Saat menolong mereka yang memerlukan bantuan, karena itu tindakan anda akan dikenang oleh mereka. Oleh karena itu, untuk membalasnya kebaikan yang sudah kamu beri, umumnya mereka akan lakukan hal yang sama saat ada orang lain yang memerlukan bantuan.

4. Memunculkan Rasa Syukur

Saat anda berbagi ke mereka yang memerlukan, anda akan menyaksikan jika ada banyak orang yang nasibnya tidak seburuntung anda. Menyaksikan hal itu, anda bisa menjadi individu yang lebih bersyukur pada apa yang dipunyai sekarang.

5. Tingkatkan Keyakinan dan Motivasi

Cukup banyak faedah yang diberi dari berbagi dengan sesama, satu diantaranya ialah anda akan makin dihormati dan disegani oleh sekitar kamu.

Tetapi, tujuan inti dari berbagi dengan sesama bukan terletak pada ingin dihormati, tetapi anda bisa memberikan rasa optimis dan motivasi pada mereka jika semua kejadian yang terjadi sekarang ini akan menghadiahkan yang lebih baik pada hari mendatang.

Home

Laporan

Donasi

Blog

Chat