Bulan Muharram Merupakan Bulan yang Suci dan Mulia

Bulan Muharram merupakan bulan yang suci dan mulia. Mengapa ? Pertama, bulan Muharram adalah tahun baru Islam. Muharram menjadi awal perhitungan kalender tahun baru hijriyah berdasarkan peredaran bulan (Qomariyah). Al-Sanah Al-Hijriyah mulai berlaku pada masa Khalifah Umar bin Khattab ra.

Imam Tabiin, Hasan Al Bashri mengatakan, “Sesungguhnya Allah SWT membuka awal tahun dengan bulan Haram (suci) dan menutup akhir tahun dengan bulan haram pula. Tidak ada bulan yang lebih agung di sisi Allah Azza Wajalla setelah Ramadhan dibandingkan bulan Muharram”.

Di antara bulan suci yang dimaksudkan pada ayat di atas adalah bulan Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW saat melaksanakan haji wada.

Beliau berkata, “Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun ada dua belas bulan, darinya ada empat bulan haram, tiga diantaranya adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan Rajab adalah bulan Mudhar yang terdapat di antara Jumadats Tsaniy dan Syaban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, Muharram termasuk bagian dari Asyhurul Hurum (Bulan Suci). Muharram adalah satu dari empat bulan suci dalam Islam. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. At Taubah ayat 36, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”

Ketiga, Muharram adalah Syahrullah atau Bulan Allah. Sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Puasa yang paling afdal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada Syarullah Al Muharram.” (HR. Muslim). Penisbatan bulan Muharram dengan lafaz Allah SWT ini menunjukkan kemuliaan dan kesucian bulan ini.

Keempat, bulan Muharram memiliki hari Asyura. Bulan ini menjadi suci dan istimewa karena di dalamnya terdapat sepuluh hari istimewa. Secara bahasa, Asyura berasal dari bahasa Arab yang artinya hari kesepuluh. Kata Asyura diambil dari kata Al’Asyirah yang artinya kemuliaan dan kesucian.  Itulah mengapa bulan muharram merupakan bulan yang suci dan mulia. (sumber :news.detik.com)

Jenis Jenis Doa dalam Islam

Jenis Jenis Doa dalam Islam

Jenis Jenis Doa dalam Islam – Manusia bukan apa-apa di depan Allah. Karenanya, umat Islam selalu memanjatkan doa supaya semua kemauannya diwujudkan oleh Allah. Doa yang disampaikannya itu juga harus dilaksanakan dengan suara yang halus dan rendah hati.

Allah SWT berfirman dalam Alquran, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.” (QS al-A’raf (7): 55)

Islam sudah pasti sebagai agama dengan doa yang paling variasi. Tiap gerakan manusia akan ‎memiliki doa yang diajarkan langsung dari Nabi, Aimmah atau orang-orang sholeh. Doanya ‎saling berlanjut, dari bangun tidur sampai tidur kembali semuanya ada doanya.

Dalam penelitian tentang Doa dan Kesehatan Jiwa, Poloma dan Peddlelton sebagaimana dikutip dari pengantar Tafsir Doa Kumayl, membagi doa dalam empat ‎kategori.

Contemplative-mediative prayer. Yaitu doa yang mengandung renungan tentang kebesaran ‎dan kasih sayang Tuhan, serta ungkapan berbagai perasaan ketika pendoa berada bersama ‎Tuhan.‎ Doa-doa ahlul bait dipenuhi dengan ungkapan perasaan keagungan akan Tuhan.

Dalam doa Arafah Imam Husein as,  mengatakan “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang tiada seorang pun dapat menolak ketentuan-Nya, mencegah pemberian-Nya, dan tak ada seorang pun dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya. Engkau jaga aku waktu kecil dalam belaian, Engkau anugerahi aku susu berlimpah, Engkau lembutkan kalbu para pengasuh kepadaku, Engkau wajibkan ibu-ibu pengasih membimbingku, Engkau lindungi aku dari bisikan Jin, dan Engkau selamatkan aku.”

Pada bagian lain munajatnya, Imam Husein as berkata: “Dengan rububiyah-Mu, kuakui bahwa Engkau adalah Tuhanku, kepada-Mu pengembalianku, Engkau ciptakan aku dengan limpahan nikmat-Mu, sedang aku ketika itu belum berupa apapun yang dapat disebut.”

‎2.‎ Ritualis prayer, yaitu doa yang sudah baku dan dibacakan atau diungkapkan berdasarkan ‎hapalan.‎ Sejak kecil kita sudah menghapal doa-doa ini. Mulai dari doa makan, dan doa-doa lainnya.

Salah satu doa yang sering kita ucapkan adalah shalawat untuk Nabi Muhammad saw. Inilah salah satu doa yang Allah sendiri melakukannya sebelum memerintahkannya kepada manusia.

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzaab: 56].

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Ketika nama Nabi saw disebutkan, maka perbanyaklah bershalawat kepadanya, sesungguhnya orang yang bershalawat kepada Nabi saw satu kali, Allah bershalawat kepadanya seribu kali bersama seribu barisan malaikat.

Tidak ada satu pun makhluk Allah kecuali ia bershalawat kepada hamba-Nya karena Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepadanya. Barangsiapa yang tidak mencintai shalawat, ia adalah orang yang jahil dan ghurur (tertipu). Allah dan Rasul-Nya serta Ahlul baitnya berlepas diri darinya.” (Al-Kafi, jilid 2, halaman 492)

3.‎ Petitionary prayer, yaitu doa yang berisi permohonan untuk diri sendiri atau utuk orang lain ‎yang dekat dengan pendoa.‎ Ada satu kisah Sayidah Fatimah Az Zahra as sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ja’far Shadiq as kakek-kakeknya bahwa Imam Hasan bin Ali a.s. berkata:

“Di setiap malam Jumat, ibuku beribadah hingga fajar menyingsing. Ketika ia mengangkat tangannya untuk berdoa, ia selalu berdoa untuk kepentingan orang, dan ia tidak pernah berdoa untuk dirinya sendiri. Suatu hari aku bertanya kepadanya: “Ibu, mengapa Anda tidak pernah berdoa untuk diri Anda sendiri sebagaimana Anda mendoakan orang lain?” “Tetangga harus didahulukan, wahai putraku”, jawabnya singkat”.

‎4. Colloquial prayer, yaitu doa yang berbentuk percakapan dengan Tuhan, dengan permohonan-‎permohonan yang tidak spesifik. ‎Dalam doa ahli makrifat Imam Zainal Abidin mengungkapkan doanya, “Tuhanku, alangkah lezat getar ilham dalam hati karena mengingat-Mu.

Alangkah manisnya perjalanan menuju-Mu, dalam jalan-jalan kegaiban, karena kenangan-Mu. Betapa sedap rasa cinta-Mu, betapa nikmat minuman qurbah-Mu. Jangan engkau campakan dan jangan Engkau jauhi kami. Jadikan kami yang paling istimewa di antara pengenal-Mu. Itulah jenis jenis doa dalam islam yang perlu diketahui.

Tata Cara Berdoa yang Baik dan Benar 

Tata Cara Berdoa yang Baik dan Benar 

Tata Cara Berdoa yang Baik dan Benar  – Doa ialah berharap kepada Allah SWT, berdoa sebagai langkah hamba Allah memohon kepada Rabb yakni Allah SWT.

Dapat disebut jika beribadah yang paling ringan untuk tiap hamba yakni doa, karena tidak terikat oleh waktu, tempat dan keadaan, berdoa dapat dilakukan dimanapun serta kapan pun

Setiap akan melakukan aktivitas apapaun disarankan untuk berdoa kepada Allah Swt. Ini supaya semua aktivitasnya berjalan lancar karena ada ridho Allah Swt.

Dalam berdoa sudah pasti ada tata cara berdoa yang baik dan benar supaya dikabulkan Allah yang penting dipahami oleh tiap orang. 

Lewat doa, seorang hamba berbicara langsung dengan Sang Pencipta. Tidaklah aneh jika sebagian ulama mengartikan doa sebagai wujud ekspresi kebutuhan hamba-Nya ke Allah SWT.

Banyak ulama juga mengajari selalu untuk berdoa. Walau itu benar-benar sepele sekalipun. Saat seorang tidak berdoa, dia dipandang seperti orang yang sombong. Sebab menganggap dapat memenuhi kebutuhan sendiri, seolah tidak perlu bantuan dari Allah SWT.

Tata cara berdoa yang betul dipercayai akan menolong memudahkan doa untuk segera dikabulkan. Walau demikian tentu saja harus tetap disertai dengan husnudzon pada keputusan Allah, dan usaha atau ikhtiar.

Berikut merupakan tata cara berdoa kepada Allah SWT yang baik dan benar dalam islam :

  1. Konsumsi yang halal.
  2. Yakini doanya ijabah.
  3. Jaga hati, supaya tidak lupa saat berdoa.
  4. Tidak minta suatu hal yang mengandung dosa.
  5. Tidak minta hal yang dapat memutuskan bersilahturahmi.
  6. Tidak minta yang bisa menyia-nyiakan hak umat Islam.
  7. Tidak minta hal yang tidak mungkin pada umumnya.
  8. Manfaatkan saat yang afdhal dalam berdoa, seperti waktu sujud dan waktu jeda di antara azan dan iqamah.
  9. Wudhu dan sholat lebih dulu saat sebelum berdoa.
  10. Menghadap kiblat, mengangkat tangan saat berdoa dan menyeka muka selanjutnya
  11. Tobat dan mengaku dosa lebih dulu saat sebelum berdoa.
  12. Tulus dalam berdoa.
  13. Buka doa dengan tahmid dan shalawat nabi.
  14. Akhiri doa dengan shalawat nabi.
  15. Membaca shalawat nabi di tengah-tengah doa.
  16. Konsepnya tidak berlebihan dalam pemakaian kata saat berdoa
  17. Berdoa dengan penuh ketundukan dan kekhusukan.
Macam Macam Puasa Sunnah dan Keutamaannya

Macam Macam Puasa Sunnah dan Keutamaannya

Macam Macam Puasa Sunnah  – Islam mengenal kewajiban puasa setiap bulan Ramadhan. Selain itu, Islam juga mengenal berbagai puasa sunnah. Puasa sunnah dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Puasa sunnah juga merupakan amalan untuk menyempurnakan puasa wajib. Berikut ini termasuk jenis-jenis puasa sunnah dan kelebihannya dalam Islam.

Puasa Asyura

Puasa Asyura menjadi puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Seutama-utama puasa setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama salat sesudah salat fardu, ialah shalat malam” (HR. Muslim).

Puasa Syawal

Puasa syawal sebagai puasa sunah yang dikerjakan pada enam hari pada bulan syawal. Puasa syawal bisa dikerjakan secara berurut atau terpisah-pisah. Tetapi, kerjakan dengan berurut paling utama karena memperlihatkan sikap bersegera dalam melakukan kebaikan dan tidak menahan-nahan amal.

Kelebihan puasa enam hari pada bulan syawal ialah seperti berpuasa sepanjang setahun seperti pada kisah hadis berikut :

 “Siapa saja yang berpuasa Ramadan, kemudian diikuti puasa enam hari bulan Syawal, maka itulah puasa satu tahun” (HR. Ahmad dan Muslim)

Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis sebagai puasa sunah yang seringkali dilakukan oleh Rasulullah Saw. Sebuah hadis meriwayatkan sesungguhnya Rasulullah SAW ialah orang yang paling banyak berpuasa di hari Senin dan Kamis.” 

Dan saat Rasulullah ditanyakan mengenai alasannya. Beliau bersabda “Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan.” Maka Allah pun berfirman ‘Tangguhkan keduanya’” (HR. Ahmad).

Keutamaan puasa Senin-Kamis diterangkan dalam kisah Tirmidzi, “Semua amal tindakan manusia di hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karenanya aku senang saat amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi).

Puasa Arafah

Puasa Arafah sebagai puasa yang dilakukan di hari ke-9 bulan Dzulhijah untuk yang tidak melakukan ibadah haji. Puasa ini bersamaan dengan penerapan wukuf di Arafah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah bersabda, “Tidak ada amal yang soleh yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih dicintai dibanding hari-hari di sepuluh hari pertama dalam bulan Dzulhijah.”

Puasa Arafah mempunyai kelebihan bisa menghapuskan dosa sepanjang 2 tahun, yaitu setahun awalnya dan setahun sesudah hari berpuasa. Puasa Arafah dapat melepaskan dari siksa api neraka karena Allah Swt. memberi kebebasan dari siksa api neraka untuk semua umat muslim pada hari arafah.

Puasa di Sembilan Hari Pertama Bulan Dzulhijah

Tidak hanya pada hari ke-9, Islam mensunahkan puasa pada sembilan hari awal bulan Dzulhijah. Keutamaan puasa pada bulan Dzulhijah ini sama dengan kita berpuasa satu tahun penuh. Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak ada sebarang hari juga yang lebih dicintai Allah di mana seorang hamba beribadat dalam hari-hari itu dibanding beribadah yang dilakukan dalam 10 hari Dzulhijah. Puasa satu hari di dalam hari itu menyamai puasa satu tahun dan qiyamulail (menghidupkan malam) dalam hari itu seumpama qiamulail satu tahun.”

Puasa Tasua

Puasa Tasua ialah puasa sunnah yang dikerjakan di tanggal 9 Muharam. Puasa ini dilaksanakan untuk mengiringi puasa yang dilakukan pada esok harinya yakni pada tanggal 10 Muharam karena pada hari yang sama yakni tanggal 10 Muharam orang-orang Yahudi mengerjakan puasa. Puasa pada tanggal 9 Muharam bisa membedakan dengan puasa yang tengah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani

Puasa Daud

Puasa daud ialah puasa sunah yang sudah dilakukan secara selang-seling, yakni satu hari berpuasa dan satu hari buka (tidak berpuasa). Dari Abdullah bin Amru radhialahu ‘anhu, Rasulullah Saw. bersabda,

“Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud ‘alaihissalam dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku berkata, sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu” (HR. Bukhari).

Puasa Daud mempunyai beragam kelebihan. Puasa Daud memelihara kaum muslim dari tindakan maksiat, menumbuhkan adab yang mulia, memiliki pikiran yang positif, dan istiqomah dalam kebaikan.

Puasa Syaban

Keutamaan puasa pada bulan Syaban tidak dapat dilepaskan dari keistimewaan bulan Syaban tersebut. Beberapa ibadah yang dapat dilaksanakan pada bulan syaban ialah seperti berikut.

Berpuasa sehari pada bulan Syaban akan bawa keuntungan seperti Allah mengharamkan tubuhnya dari api neraka, nantinya akan menjadi penghuni suurga, dan jadi teman untuk nabi Yusuf As.

Berpuasa 3 hari di permulaan, tengah, dan akhir bulan Syaban akan membawa keuntungan memperoleh pahala 70 nabi dan seperti melaksanakan ibadah 70 tahun, bila dia wafat pada tahun itu, karena itu dia akan ditempatkan dalam kelompok orang-orang yang mati syahid.

Jika berpuasa sebulan penuh pada bulan Syaban diberi keringanan saat dia mati seperti lepas dari kegelapan alam kubur, terlepas dari huru hara malaikat munkar dan nakir, Allah akan tutup aibnya pada hari kiamat, dan dia akan jadi penghuni surga. Itulah beberapa macam macam puasa sunnah yang ada dalam agama islam, semoga bermanfaat!

Manfaat Puasa Senin Kamis Bagi yang Menjalankan

Manfaat Puasa Senin Kamis Bagi yang Menjalankan

Manfaat Puasa Senin Kamis – Puasa merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat Islam. Puasa tidak hanya membebaskan mereka dari siksa Neraka, tetapi juga membantu terhindar dari godaan nafsu dunia.

Selainnya banyak pahala, banyak faedah puasa Senin-Kamis untuk kesehatan jiwa dan raga. Puasa ini menjadi satu di antara puasa sunnah yang sering dijalankan Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah bersabda, “Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi).

Berikut Merupakan Manfaat Puasa Senin – Kamis

1. Mengeluarkan Racun dalam Tubuh

puasa Senin Kamis bisa membantu keluarkan racun dalam tubuh. Toksin yang bersatu dalam lemak, darah, atau sisi lainnya datang dari minuman dan makanan yang dimakan setiap hari.

Selainnya olahraga, cara keluarkan racun ini dengan berpuasa. Saat seorang stop mengonsumsi minuman dan makanan minimum sepanjang satu hari, karena itu racun bisa dikeluarkan dengan efektif.

Pengeluaran racun bisa lewat keringat, buang air kecil atau saat bab. Jika toksin-racun itu telah keluar, karena itu badan akan berasa lebih bugar dan sehat.

2. Menurunkan Kandungan Lemak

Manfaat lainnya puasa Senin Kamis ialah menurunkan kandungan lemak. Ini mengingat lemak berlebihan pada tubuh bisa memunculkan beragam permasalahan seperti kolesterol dan jantung.

Karena itu, kelebihan lemak pada tubuh harus di hilangkan. Satu antara manfaat puasa Senin Kamis ialah membantu hilangkan lemak tidak sehat itu.

Saat berpuasa, tubuh menggunakan lemak untuk sumber energi. Akhirnya, lemak berlebihan akan menyusut dan tubuh akan terbebas dari masalah penyakit. Salah satunya, tekanan darah tinggi atau kolesterol.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Puasa Senin Kamis rupanya berguna untuk turunkan resiko aterosklerosis, yakni penyumbatan arteri karena partikel lemak. Saat puasa juga lemak akan digunakan sebagai cadangan energi.

Hormon adrenalin dan nonadrenalin akan menyusut. Ini membantu tubuh untuk jaga metabolisme masih tetap konstan, hingga tekanan darah bisa turun.

Merujuk beberapa riset, masukkan puasa ke kegiatan rutin kemungkinan benar-benar berguna dalam soal kesehatan jantung. Puasa Senin Kamis dengan teratur bisa membantu kurangi kandungan kolesterol “jahat” LDL dan trigliserida.

4. Mengistirahatkan Organ Pencernaan

Untuk dipahami, mekanisme pencernaan benar-benar sibuk dan memerlukan energi dengan jumlah besar. Mekanisme pencernaan bahkan juga bisa menyalurkan energi yang diperlukan untuk penyembuhan, perbaikan dan perawatan umum tubuh. Karena itu, masuk akal untuk memberikannya istirahat sesekali.

Sistem pencernaan manusia juga perlu istirahat dalam kurun waktu tertentu supaya bisa bekerja optimal. Saat berpuasa Senin Kamis, pencernaan dengan teratur akan istirahat dari tekanan mencerna makanan.

Dengan demikian, peranan sistem pencernaan terus akan terbangun kinerjanya. Sistem pencernaan yang sehat akan membuat manusia jauh dari penyakit pencernaan. Misalkan, permasalahan lambung, sembelit, diare, dan ada banyak lagi.

5. Kontrol Gula Darah

Manfaat puasa Senin Kamis, yaitu bisa atur tingkat gula darah. Puasa akan membuat badan menghancurkan glukosa untuk memperoleh energi.

Ini akan menurunkan produksi insulin tubuh. Hasilnya badan akan alami pengurangan gula darah. Puasa Senin Kamis dengan teratur ikut menahan lonjakan gula darah.

Seterusnya, faedah puasa akan menolong kurangi kekebalan insulin. Kurangi kekebalan insulin bisa tingkatkan sensitivitas badan pada insulin. Dengan begitu, memungkinkan untuk mengalihkan glukosa dari saluran darah ke beberapa sel lebih efektif. Itulah beberapa manfaat puasa senin kamis bagi yang menjalankan, semoga bermanfaat !

Waktu yang Mustajab untuk Berdoa

Waktu yang Mustajab untuk Berdoa

Waktu yang Mustajab Untuk Berdoa – Salah satu senjata umat Islam adalah Berdoa. Berdoa merupakan kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan oleh umat Islam, dan banyak keutamaan dalam melakukannya.

Doa bisa dilakukan kapan saja dan Tuhan bisa memberikan semuanya. Namun ingatlah bahwa ada waktu Berdoa yang efektif jika ada saat berdoa yang apabila dilakukan pada waktu yang tepat maka akan lebih dikabulkan oleh Allah SWT.

Berikut merupakan waktu yang mustajab untuk Berdoa :

Antara Adzan dan Iqamah

Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Dan waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

Sungguh beruntung orang yang datang pada waktu awal shalat, sehingga ia bisa melaksanakan shalat sunnah dan berdoa diantara adzan dan iqamah. 

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad; shahih).

Sujud dalam Shalat

Sujud adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Oleh karena itu, banyak ulama memperpanjang sujud dalam shalat sunnah untuk berdoa. Sedangkan untuk shalat lima waktu, waktu sujud harus disesuaikan dengan situasi jemaah agar tidak memberatkan.

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim).

waktu yang mustajab untuk berdoa

Hari Jumat

Hari Jumat ialah waktu mustajab untuk berdoa. Terutamanya di saat yang sedikit pada hari itu, benar-benar mustajab hingga Rasulullah menyebutkan tidak hamba berdoa tetapi tentu dikabulkan Allah Ta’ala.

Beberapa ulama menerangkan jika saat itu ialah semenjak diawalinya khutbah sampai usai shalat Jumat, beberapa ulama yang lain menerangkan jika saat itu ialah sesudah sholat Ashar sampai matahari tenggelam, dan beberapa ulama yang lain kembali menerangkan jika saat itu diakhir hari Jumat mendekati matahari tenggelam.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa di waktu itu, pasti diberikan apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam paling akhir sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Bahkan juga sebagai saat yang paling mustajab. Karena Rasulullah mensabdakan terkabulkannya doa di saat itu.

Sepertiga malam terakhir berikut waktu paling penting untuk menjalankan sholat tahajud.

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir di setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa saja yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberi, siapa saja yang memohon ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah Sholat 5 Waktu

Abu Umamah Al Bahili radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ya Rasulullah, doa manakah yang didengar Allah?” Beliau menjawab, “(Doa pada) akhir malam dan setelah sholat maktubah (sholat wajib)” (HR. Tirmidzi; hasan).

Banyak ulama menerangkan jika maksud hadits ini ialah doa saat sebelum salam. Tetapi Imam Nawawi memberikan hadits ini dalam kitab Al Adzkar pada bab Zikir-Dzikir Sesudah Sholat.

Amalan Bulan Muharram yang di Sunahkan

Amalan Bulan Muharram yang di Sunahkan

Amalan Bulan Muharram – Sebagai bulan yang dimuliakan Allah, mengerjakan amalan kebaikan di bulan ini akan tercurah kebaikan pula kepadanya. Abu Dzar ra berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: “Malam apakah yang lebih baik dan bulan apakah yang lebih utama?” Beliau menjawab” “Sebaik-baiknya malam adalah pertengahannya. Bulan yang paling utama adalah bulan Allah yang kalian sebut Muharram.” (HR. An-Nasa’i)

Berikut amalan-amalan yang bisa dikerjakan di tahun baru Islam atau di bulan Muharram:

  1. Puasa di bulan Muharram

Puasa di bulan Muharram adalah paling utama setelah puasa Ramadhan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah ra.

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Ada beberapa puasa yang bisa dikerjakan dalam bulan ini. Antara lain puasa Tasu’a (9 Muharram), puasa Asyura (10 Muharram), puasa Ayyamul Bidh (13,14,15 Muharram), dan puasa Senin dan Kamis selama bulan Muharram.

  1. Dzikir

Tahun baru Islam menjadi waktu yang baik untuk banyak mengingat Allah atau dzikir. Perintah untuk mengingat Allah ini telah disebutkan dalam beberapa surat dalam Al Quran, Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 41-42 sebagai berikut,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42)

Artinya:” Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim dikatakan bahwa orang yang membaca dzikir akan dikelilingi oleh malaikat rahmat. Dari Abu Hurairah ra berkata:

“Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah suatu kaum duduk dalam suatu majlis yang di dalamnya menyebut (dzikir) nama Allah, melainkan malaikat mengepungnya dalam rahmat menyelimutinya, dan Allah menyebut mereka sebagai golongan yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

  1. Sedekah

Amalan yang dianjurkan pada hari Asyura adalah memperbanyak sedekah. Dikutip dari buku 12 Bulan Mulia-Amalan Sepanjang Tahun oleh Abdurrahman Ahmad As, Sufyan bin Uyainah ra meriwayatkan bahwa barang siapa melapangkan keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkannya selama setahun itu. Ibnu Uyainah ra. telah mencobanya selama 50 atau 60 tahun.

  1. Bertaubat

Bulan Muharram tepatnya pada hari Asyura adalah waktu terbaik untuk bertaubat. Kesucian Muharram sebagai awal tahun hijriyah ini menjadi momentum untuk berintrospeksi diri (muhasabah) untuk kemudian bertaubat (taubat nasuha) dan melakukan peningkatan amal shaleh.

Qatadah ra. berpendapat bahwa taubat yang dilakukan Nabi Adam AS adalah pada hari Asyura. Dia juga mengatakan, terkait puasa hari Asyura, Rasulullah SAW bersabda, “Akan digantikan kejahatan-kejahatan pada tahun sebelumnya dengan kebaikan (amal ini).” (HR. Muslim)

Itulah beberapa Amalan Bulan Muharram yang di Sunahkan pada tahun baru Islam. Semoga kita semua termasuk orang beruntung, yakni lebih baik dari tahun lalu. Aamiin ya Rabbal Alamin. (sumber : news.detik.com)

 

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun dalam Islam

Doa Akhir Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya:
“Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Doa Awal Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya:
“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

Makna Bulan Muharram yang Perlu Diketahui

Makna Bulan Muharram yang Perlu Diketahui

Makna Bulan Muharram – Umat ​​Islam sangat senang merayakan Tahun Baru Islam pada tanggal 1 Muharram 1443 H. Apa keutamaan Tahun Baru Islam atau bulan Muharram? Muharram adalah bulan penuh kemuliaan. 

Bulan Muharram sendiri memiliki keutamaan dan amalan sunnah yang jika diamalkan akan menuai pahala yang besar. Tahun Baru Islam bertepatan dengan munculnya perjalanan Hijrah Nabi Muhammad SAW.

dalam beberapa hadits Rasulullah SAW menerangkan jika ada banyak ibadah yang sangat disarankan untuk dilaksanakan pada bulan Muharram.

Dalam hadits itu disebut jika tiap ibadah yang sudah dilakukan pada bulan Muharram itu akan dilipatkan pahalanya oleh Allah, dan mempunyai fadilah-fadilah tertentu.

Antara ibadah yang disunahkan pada bulan Muharram ialah berpuasa. Di mana puasa itu, menurut hadits, sebagai puasa yang paling penting sesudah bulan Ramadhan.

Dalam sebuah hadits 

جاء رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال:  شهر الله الذي تدعونه المحرم

Artinya, “Seseorang pernah datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘puasa apa yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?’ Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram,” (HR. Ibnu Majah).

Pada sebuah kisah, Imam Al-Qurthubi sempat juga menerangkan mengenai hadits kelebihan puasa pada bulan Muharram itu. Beliau berkata:

إنما كان صوم المحرم أفضل الصيام من أجل أنه أول السنة المستأنفة فكان استفتاحها بالصوم الذي هو أفضل الأعمال

Artinya: “Alasan puasa Muharram lebih utama adalah dikarenakan awal tahun. Alangkah baiknya mengawali tahun baru dengan berpuasa, sebab puasa termasuk amalan yang paling utama.”

Dalam kisah lain, Imam Al-Syafi’i pernah menerangkan jika puasa pada bulan Muharram sangat disarankan khususnya di tanggal 9 (tasu’a), 10 (‘asyura), dan 11.

Tetapi, bila tidak bisa lakukan puasa pada 3 hari bulan Muharram itu, maka sebaiknya dia melakukan puasa pada tanggal 10 saja.

Disamping berpuasa, ibadah yang lain disarankan untuk dikerjakan pada bulan muharram menurut hadits ialah perbanyak memberikan sedekah kepada sanak keluarga, khususnya di hari ‘Asyura’ itu. Itulah makna bulan muharram yang wajib kita ketahui dan pahami sebagai umat islam.

Laporan Kegiatan QUBAGI 2021

Qurban dikala pandemi menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi siapapun yang menjalaninya. Bagi yang berqurban di saat kondisi ekonomi yang belum menentu, benar-benar menjadi ujian pengorbanan seorang hamba untuk tetap bisa menjalankan ajaran Ilahi, bagi pelaksana prosesi qurban, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga memakai masker, harus tetap dipatuhi di saat  kita disibukan dengan penyembelihan hewan qurban.

Tentunya setiap peristiwa yang terjadi atas kehendakNya senantiasa terkandung hikmah dan pelajaran di dalamnya, dibalik semua itu, insyaAllah akan ada balasan yang lebih besar dan menjadi nilai ibadah di sisi  Allah S.W.T.,  karena berqurban di masa pademi memiliki dampak kebermanfaatan yang sangat besar ditengah situsi sulit covid-19 ini. Akan banyak anak yatim, dhuafa dan fakir miskin yang kembali bisa menyantap daging yang sangat jarang bisa mereka dapatkan.

Alhamdulillah, kegiatan QUBAGI (Qurbanku Bakti Bagi Negeri) dimasa PPKM 21 s/d 23 Juli 2021, telah terlaksana baik dengan memberlakukan protokol kesehatan.  Pandemi tidak menurangi semangat kami untuk melaksanakan ibadah qurban di tahun 1442 hijriah ini. Prosesi penyembelihan oleh panitia dibantu oleh warga dan tokoh agama setempat. Kami juga menyediakan tempat penyembelihan yang tidak bisa dilihat oleh hewan qurban yang masih hidup. Hal ini kami sediakan untuk mengantisipasi adanya hewan qurban yang stress atau terganggu emosionalnya karena melihat prosesi penyembelihan.

Sesuai anjuran pemerintah, kami mulai melaksanakan penyembelihan pada tanggal 11 dzulhijjah 1442 hijriah untuk mengantisipasi mobilitas warga yang membeludak. Hal ini lagi-lagi kami lakukan sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran covid-19 yang akan mudah menyebar di kerumunan. Untuk distribusi wilayah Bekasi, Bogor dan Jakarta, penyembelihan hewan qurban dilaksanakan di lahan pembangunan Rumah Yatim Kahuripan, Bogor. Pada tahun ini, kami juga mendistribusikan Penyembelihan untuk yatim dhuafa di wilayah Gantar, Indramayu, yang dilaksanakan di sekitar lahan Wakaf Sawah Produktif.

Kegiatan Qubagi tahun ini dapat terlaksana atas dukungan dan partisipasi banyak pihak. Untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada donatur dan para volunteer setempat atas segala tenaga, usaha, hingga donasi yang telah diberikan sehingga kegiatan ini sukses terlaksana. Kebahagiaan para dhuafa fakir miskin, dan yatim, InsyaaAllah menjadi kebahagiaan kita semua. Semoga amal soleh dan segala kebaikan sekeluarga menjadi keberkahan dalam kehidupan di dunia hingga akhirat kelak.

Aamiin yaa Allah yaa Rabbal’alamiin

 

 

Home

Laporan

Donasi

Blog

Chat