Lebaran Yatim 1448 H: Parade Cita-Cita, Menguatkan Harapan Anak-Anak Yatim untuk Meraih Masa Depan

Lebaran Yatim 1448 H: Parade Cita-Cita, Menguatkan Harapan Anak-Anak Yatim untuk Meraih Masa Depan

Jumat, 26 Juni 2026, Aula Yayasan Komitmen Bersama dipenuhi keceriaan anak-anak yatim yang mengikuti rangkaian kegiatan Lebaran Yatim 1448 H. Mengangkat tema “Parade Cita-Cita: Berani Bermimpi, Siap Meraih Masa Depan”, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, bermain, berdoa, sekaligus berani menyampaikan mimpi-mimpi yang ingin mereka raih di masa depan.

Momentum 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Lebaran Yatim selalu menjadi waktu yang istimewa untuk berbagi kasih sayang kepada anak-anak yatim. Melalui kegiatan ini, Yayasan Komitmen Bersama ingin menghadirkan lebih dari sekadar santunan. Kami ingin memberikan pengalaman yang menyenangkan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mengingatkan mereka bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya.

Suasana Hangat Sejak Awal Acara

Sejak sore hari, anak-anak mulai berdatangan ke Aula Yayasan Komitmen Bersama dengan penuh semangat. Wajah-wajah ceria terlihat memenuhi ruangan, sementara dekorasi bertema Parade Cita-Cita semakin menambah semarak suasana.

Acara dibuka oleh Kak Nabil dan Kak Wahyu yang memandu kegiatan dengan penuh semangat. Interaksi hangat yang mereka bangun membuat anak-anak langsung merasa nyaman dan antusias mengikuti setiap rangkaian acara.

Setelah pembukaan, salah satu anak binaan membacakan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh peserta menengadahkan tangan, memohon keberkahan kepada Allah SWT agar setiap langkah yang dijalani senantiasa diberikan kemudahan, kesehatan, dan masa depan yang penuh kebaikan.

Dongeng Motivasi yang Menghibur dan Menginspirasi

Melalui cerita yang dibawakan dengan penuh ekspresi, Kak Nabil mengajak anak-anak memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk sukses selama memiliki kemauan untuk belajar, berusaha, dan tidak mudah menyerah. Melihat antusiasme mereka menjadi pengingat bahwa proses belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Di balik setiap permainan, terselip nilai-nilai tentang keberanian, kerja sama, dan rasa percaya diri.

Parade Cita-Cita, Saat Mimpi Dikenalkan kepada Semua Orang

Puncak kegiatan sore itu adalah Parade Cita-Cita, sebuah sesi yang dirancang untuk mengajak anak-anak berani mengenalkan impian mereka di depan teman-teman yang lain. Satu per satu anak mengenakan selempang sesuai dengan profesi yang mereka cita-citakan. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, polisi, pilot, atlet sepak bola, arsitek, pengusaha, tentara, hafiz Al-Qur’an, hingga ustadzah.

parade cita cita yatim

Dengan penuh semangat mereka maju ke depan dan memperkenalkan cita-cita yang ingin diwujudkan. Beberapa anak bahkan memerankan profesi impiannya dengan percaya diri Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling berkesan. Di balik kesederhanaannya, Parade Cita-Cita mengajarkan bahwa setiap mimpi layak untuk diucapkan dan diperjuangkan. Dukungan dari lingkungan sekitar menjadi langkah awal agar anak-anak memiliki keyakinan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Santunan Pendidikan dan Bingkisan sebagai Wujud Kepedulian

Menjelang akhir acara, seluruh anak menerima santunan pendidikan dan bingkisan Lebaran Yatim. Senyum bahagia tampak menghiasi wajah mereka saat menerima bingkisan yang dibagikan satu per satu, santunan ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga menjadi simbol perhatian dan kasih sayang dari para sahabat kebaikan yang terus mendukung program-program untuk anak yatim. Semoga setiap amanah yang telah dititipkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar, beribadah, dan menggapai masa depan yang lebih baik.

parade cita cita

Kebersamaan yang Menjadi Penutup Indah

Setelah seluruh rangkaian acara selesai, anak-anak menikmati makan bersama dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Mereka duduk bersama sambil berbincang, bercanda, dan menikmati hidangan yang telah disiapkan. Kebahagiaan tidak selalu hadir melalui hal-hal yang besar, tetapi juga melalui perhatian, kebersamaan, dan waktu yang diluangkan untuk saling berbagi.

Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan anak-anak yatim dalam menumbuhkan harapan dan keberanian untuk meraih cita-cita. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan bagi kita semua.

Keceriaan Lebaran Yatim Masih Berlanjut…

Parade Cita-Cita menjadi pembuka yang penuh semangat dalam rangkaian Lebaran Yatim 1448 H bersama anak-anak binaan Yayasan Komitmen Bersama. Melalui doa, dongeng motivasi, permainan interaktif, hingga parade cita-cita, anak-anak diajak untuk berani bermimpi dan percaya bahwa masa depan yang cerah dapat diraih dengan ilmu, doa, dan usaha.

Masih ada rangkaian kegiatan seru lainnya yang telah disiapkan sebagai bagian dari peringatan Lebaran Yatim tahun ini. Pada kegiatan berikutnya, anak-anak akan mengikuti Kemah Ceria, sebuah pengalaman yang dipenuhi dengan aktivitas edukatif, permainan kelompok, kebersamaan, dan pembelajaran yang dirancang untuk membangun kemandirian, kekompakan, serta rasa percaya diri mereka.

Sampai jumpa di Keceriaan Lebaran Yatim Part 2: Kemah Ceria!

Mengapa Tahun Baru Islam Dimulai dari Muharram, Bukan Ramadhan?

Mengapa Tahun Baru Islam Dimulai dari Muharram, Bukan Ramadhan?

Ketika mendengar istilah Tahun Baru Islam, kita langsung teringat pada bulan Muharram. Padahal jika berbicara tentang bulan yang paling dikenal umat Islam, mungkin banyak orang akan menjawab Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan puasa, bulan diturunkannya Al-Qur’an, dan bulan yang penuh keberkahan. Karena itu, tidak sedikit yang bertanya-tanya, “Mengapa Tahun Baru Islam justru dimulai dari Muharram, bukan Ramadan?”

Pertanyaan ini ternyata memiliki jawaban yang menarik. Di balik penetapan Muharram sebagai awal tahun Hijriah, terdapat sejarah panjang yang berkaitan dengan perjalanan umat Islam dan para sahabat Rasulullah.

Awalnya, Umat Islam Belum Memiliki Kalender Resmi

Pada masa Rasulullah, umat Islam sebenarnya belum menggunakan sistem penanggalan seperti yang kita kenal saat ini. Ketika menulis surat, membuat perjanjian, atau mencatat suatu peristiwa, biasanya hanya disebutkan nama bulan dan tahun secara umum tanpa penomoran tahun yang jelas.

Seiring berkembangnya wilayah Islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, kebutuhan akan sistem penanggalan yang lebih teratur mulai dirasakan. Banyak surat dan dokumen penting yang membutuhkan penanda waktu yang pasti agar tidak menimbulkan kebingungan. Dari sinilah muncul gagasan untuk membuat kalender resmi bagi umat Islam.

Mengapa Disebut Kalender Hijriah?

Ketika para sahabat bermusyawarah untuk menentukan titik awal penanggalan Islam, muncul beberapa usulan. Ada yang mengusulkan tahun kelahiran Rasulullah sebagai awal kalender, ada pula yang mengusulkan tahun diangkatnya beliau menjadi nabi. Sebagian sahabat bahkan mengusulkan tahun wafatnya Rasulullah.

Namun setelah berdiskusi, para sahabat sepakat memilih peristiwa hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah sebagai awal perhitungan tahun Islam. Karena hijrah menjadi titik balik yang sangat penting dalam sejarah Islam. Setelah hijrah, umat Islam tidak lagi hanya menjadi kelompok kecil yang tertindas, tetapi mulai membangun masyarakat, pemerintahan, dan peradaban yang kuat.

Peristiwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan awal dari perubahan besar bagi umat Islam. Karena itulah kalender Islam kemudian dikenal dengan nama kalender Hijriah.

Baca juga : Tahukah Kamu? Satu Puasa Ini Bisa Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Jika Awalnya Hijrah, Mengapa Bulan Pertamanya Muharram?

Hijrah Rasulullah  sebenarnya tidak terjadi pada bulan Muharram. Secara sejarah, perjalanan hijrah dimulai sekitar bulan Safar dan Rasulullah tiba di Madinah di bulan Rabiul Awal.

Lalu mengapa kalender Hijriah tetap dimulai dari Muharram?

Ksrna Muharram adalah bulan yang datang setelah Dzulhijjah, yaitu bulan ketika umat Islam menyelesaikan ibadah haji. Setelah musim haji berakhir, banyak orang mulai mempersiapkan perjalanan dan aktivitas baru. Karena itu, Muharram dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan.

Selain itu, tekad untuk berhijrah yang menjadi dasar kalender Hijriah juga mulai muncul setelah peristiwa Baiat Aqabah yang terjadi menjelang Muharram. Dengan kata lain, meskipun hijrahnya berlangsung beberapa bulan setelahnya, semangat dan persiapan menuju hijrah telah dimulai sejak Muharram. Karena alasan itulah para sahabat memilih Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam.

Muharram Juga Merupakan Bulan yang Dimuliakan Allah

Pemilihan Muharram bukan hanya karena pertimbangan sejarah. Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Allah berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Empat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal saleh. Keistimewaan Muharram semakin terlihat ketika Rasulullah menyebutnya sebagai Syahrullah atau Bulan Allah.

Baca juga : Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Penjelasannya

Tahun Baru Islam dimulai dari Muharram bukan karena peristiwa hijrah terjadi pada bulan tersebut, melainkan karena keputusan para sahabat yang melihat Muharram sebagai awal yang tepat untuk memulai perjalanan baru umat Islam.

Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Penjelasannya

Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Penjelasannya

Saat mendengar nama Muharram, sebagian besar umat Islam mungkin langsung teringat dengan Tahun Baru Islam atau puasa Asyura. Namun, tahukah Sobat YKB bahwa Muharram memiliki sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya?

Saat mendengar nama Muharram, sebagian besar umat Islam mungkin langsung teringat dengan Tahun Baru Islam atau puasa Asyura. Namun Pernahkah Sobat YKB bertanya atau mungkin belum tahu kalau ada satu bulan dalam kalender Hijriah yang disebut sebagai “Bulan Allah”?

Di balik penyebutan tersebut ternyata tersimpan makna yang sangat dalam. Bahkan banyak umat Islam yang belum mengetahui bahwa Muharram bukan sekadar awal tahun baru Islam, melainkan salah satu bulan yang memiliki kedudukan sangat istimewa di sisi Allah SWT.

Sebuah Kisah di Balik Nama “Bulan Allah”

Ketika para sahabat mendengar Rasulullah berbicara tentang bulan Muharram, beliau bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. (HR. Muslim)

Menariknya, Rasulullah tidak hanya menyebut bulan Muharram, tetapi menyebutnya dengan istilah “Syahrullah Al-Muharram” atau Bulan Allah, yaitu Muharram.

Para ulama menjelaskan bahwa penyandaran sesuatu kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan yang besar. Sebagaimana Ka’bah disebut sebagai Baitullah (Rumah Allah), atau unta Nabi Shalih disebut Naqatullah atau Unta Allah, maka penyebutan Muharram sebagai Bulan Allah merupakan bentuk pemuliaan yang menunjukkan kedudukannya yang istimewa.

Karena itulah banyak ulama mengatakan bahwa Muharram adalah salah satu bulan yang sangat layak untuk diisi dengan amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Muharram Sudah Dimuliakan Jauh Sebelum Islam Datang

Hal yang mungkin belum banyak diketahui adalah bahwa kemuliaan Muharram ternyata sudah ada jauh sebelum masa Rasulullah. Dalam tradisi para nabi terdahulu, terdapat empat bulan yang dihormati dan dimuliakan. Allah SWT kemudian menegaskan hal tersebut dalam Al-Qur’an:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٌۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُۚ فَلَا تَظۡلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمۡۚ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Empat bulan tersebut adalah: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, Rajab. Pada masa lampau, peperangan bahkan dihentikan ketika memasuki bulan-bulan haram sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu yang dimuliakan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa Muharram bukan bulan biasa. Ia memiliki sejarah panjang sebagai bulan yang dihormati sejak zaman para nabi.

Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Islam?

Banyak orang mengira kalender Islam dimulai dari kelahiran Rasulullah atau turunnya wahyu pertama. Namun ternyata tidak. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, para sahabat bermusyawarah untuk menentukan titik awal kalender Islam. Setelah berdiskusi, mereka sepakat menjadikan peristiwa hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah sebagai awal perhitungan tahun Hijriah.

Mengapa hijrah?

Karena hijrah bukan sekadar perpindahan tempat. Hijrah merupakan titik awal perubahan besar dalam sejarah Islam. Dari peristiwa hijrah lahir masyarakat Islam yang kuat, bersatu, dan mampu membawa rahmat bagi banyak orang. Karena itu tahun Hijriah mengajarkan bahwa perubahan menuju kebaikan selalu membutuhkan keberanian, pengorbanan, dan kesabaran.

Apa yang Membuat Muharram Begitu Istimewa?

1. Bulan Pembuka Tahun Hijriah

Muharram menjadi awal lembaran baru bagi umat Islam. Jika banyak orang membuat resolusi di awal tahun Masehi, maka Muharram menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

2. Puasa Sunnah Terbaik Setelah Ramadhan

Rasulullah memberikan keistimewaan khusus kepada puasa di bulan Muharram. Bahkan beliau menyebutnya sebagai puasa sunnah terbaik setelah puasa Ramadhan. Ini menunjukkan betapa besar peluang pahala yang Allah sediakan pada bulan ini.

3. Bulan untuk Memperbanyak Amal Saleh

Para ulama menjelaskan bahwa amal kebaikan yang dilakukan pada bulan-bulan haram memiliki keutamaan tersendiri. Karena itu Muharram menjadi waktu yang sangat baik untuk:

  • Bersedekah
  • Membaca Al-Qur’an
  • Memperbanyak dzikir
  • Menjaga silaturahmi
  • Membantu sesama
  • Menyantuni anak yatim

Mari jadikan Muharram sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan menebarkan manfaat kepada sesama. Semoga tahun Hijriah yang baru membawa keberkahan, ketenangan, dan semangat baru dalam menjalani kehidupan.

Untuk Sobat YKB yang ingin mendapatkan lebih banyak artikel edukasi Islami dan inspirasi kebaikan lainnya, kunjungi website kami ykb.or.id dan ikuti media sosial YKB di InstagramFacebook, dan YouTube.

Laporan Kegiatan Qurban Idul Adha 1447 H

Laporan Kegiatan Qurban Idul Adha 1447 H

Mengawali Hari Raya dengan Semangat Kebersamaan

Setiap tahun, Yayasan Komitmen Bersama berupaya menjalankan amanah qurban yang dititipkan oleh para donatur dan pequrban. Melalui Program Qurban Bagi Negri (QUBAGI) daging qurban disalurkan kepada anak yatim, dhuafa, lansia, dan masyarakat yang membutuhkan agar kebahagiaan hari raya dapat dirasakan lebih luas.

Setelah melaksanakan Sholat Idul Adha pada Kamis pagi, 7 Mei 2026, para pengurus, relawan, dan panitia qurban mulai berdatangan ke halaman yayasan untuk mempersiapkan pelaksanaan qurban.

Sebelum kegiatan dimulai, seluruh panitia berkumpul untuk mengikuti pengarahan dan pembagian tugas. Mulai dari tim penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, pengemasan hingga distribusi. Momen ini menjadi awal yang baik untuk membangun kekompakan seluruh tim dalam menjalankan amanah qurban dari para donatur.

Terlihat semangat kebersamaan yang begitu kuat sejak pagi hari. Para relawan bekerja dengan penuh antusias, saling membantu satu sama lain demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Proses Pelaksanaan Penyembelihan Hewan Qurban

Ada hal yang menjadi rasa syukur tersendiri dalam pelaksanaan qurban tahun ini. Jika pada tahun sebelumnya proses penyembelihan dilakukan bersama tim juru sembelih dari Qibas, maka tahun ini Alhamdulillah Yayasan Komitmen Bersama telah memiliki tim juru sembelih sendiri.

Penyembelihan hewan qurban dilakukan oleh Ustadz Sopyan dan Ustadz Mushatdak yang merupakan bagian dari keluarga besar Yayasan Komitmen Bersama. Dengan tetap memperhatikan syariat Islam dan tata cara penyembelihan yang baik, proses penyembelihan berlangsung dengan khidmat dan lancar.

Bagi yayasan, hal ini bukan hanya sekadar proses teknis penyembelihan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk terus meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan program qurban. Tentunya semua ini dapat terwujud berkat proses belajar, pengalaman, serta dukungan dari berbagai pihak selama beberapa tahun terakhir.

Baca juga : Bolehkah qurban untuk orang yang sudah meninggal

Amanah Qurban Tahun Ini: 12 Ekor Kambing dan 1 Ekor Sapi

Alhamdulillah, pada Idul Adha 1447 H tahun ini Yayasan Komitmen Bersama mendapatkan amanah qurban sebanyak 12 ekor kambing dan 1 ekor sapi. Sebanyak 12 ekor kambing disembelih di halaman Yayasan Komitmen Bersama dengan melibatkan para relawan dan panitia. Sementara itu, 1 ekor sapi disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Cibinong agar proses penyembelihan dan penanganannya dapat dilakukan secara optimal.

Setelah penyembelihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan proses pengulitan, pemotongan, pencacahan tulang, penimbangan hingga pengemasan daging qurban. Seluruh tahapan dilakukan secara gotong royong. Para relawan bekerja tanpa mengenal lelah, saling membantu dan berbagi tugas agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu.

Suasana kebersamaan begitu terasa. Ada yang bertugas memotong daging, ada yang menimbang, ada yang menyiapkan kemasan, hingga ada yang bertugas mendata penerima manfaat. Semua bekerja dengan satu tujuan yang sama, yaitu memastikan amanah qurban tersampaikan dengan baik kepada mereka yang membutuhkan.

Proses Pengemasan Berjalan Lancar Hingga Siang Hari

pengemasan daging qurban

Setelah melalui proses penyembelihan dan pemotongan, tim relawan mulai melakukan pengemasan daging qurban ke dalam wadah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh tim, sekitar pukul 13.00 WIB seluruh proses pengemasan telah selesai. Waktu yang relatif cepat tersebut menjadi bukti kekompakan dan semangat gotong royong para relawan yang sejak pagi telah bekerja bersama-sama.

Menyalurkan Kebahagiaan hingga ke Berbagai Wilayah

Setelah seluruh paket qurban siap, tim distribusi segera bergerak menyalurkan amanah para donatur kepada para penerima manfaat yang telah didata sebelumnya. Daging qurban disalurkan kepada masyarakat sekitar Yayasan Komitmen Bersama, para dhuafa dan lansia di Kampung Cibeber, anak-anak yatim dan binaan yayasan, anak-anak yatim di wilayah Bintara, hingga Pondok Pesantren Ittihadul Ummat di Garut.

Momen distribusi menjadi salah satu bagian yang paling berkesan. Senyum bahagia terlihat dari wajah para penerima manfaat saat menerima paket daging qurban. Bagi sebagian keluarga, daging qurban yang mereka terima menjadi hidangan istimewa yang dapat dinikmati bersama keluarga di hari raya.

Anak-anak yatim yang hadir juga tampak antusias dan bahagia. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa qurban bukan hanya tentang berbagi daging, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan, kepedulian, dan rasa persaudaraan.

Baca juga : Kegiatan qurban idul adha 1446 H

Amanah Donatur Telah Tersampaikan

Alhamdulillah, seluruh rangkaian Program Qurban Idul Adha 1447 H Yayasan Komitmen Bersama dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Amanah yang dititipkan oleh para pequrban dan donatur telah sampai kepada mereka yang berhak menerimanya.

penyaluran daging qurban idul adha 1447 H yayasan komitmen bersama

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, pequrban, relawan, pengurus, serta semua pihak yang telah mendukung program ini. Semoga setiap hewan qurban yang dititipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya dan menjadi sebab datangnya keberkahan dalam kehidupan. Insya Allah, dengan dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan, Yayasan Komitmen Bersama akan terus berupaya menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sampai bertemu kembali pada Program Qurban Idul Adha tahun depan. Semoga Allah SWT kembali memberikan kesempatan kepada kita semua untuk berbagi, berqurban, dan menebar manfaat bagi sesama.

Komitmen Bersama Salurkan Santunan Pendidikan tuk MI Darul Arqom dan Al Ishlah Klapanunggal

Komitmen Bersama Salurkan Santunan Pendidikan tuk MI Darul Arqom dan Al Ishlah Klapanunggal

Yayasan Komitmen Bersama kembali melaksanakan program rutin santunan pendidikan untuk anak-anak yatim di wilayah Klapanunggal, Bogor. Pada hari Rabu, 20 April, yayasan menyalurkan bantuan berupa santunan pendidikan dan paket snack di dua sekolah. yaitu MI Darul Arqom dan MI Al Ishlah.

Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian yayasan terhadap pendidikan anak yang membutuhkan dukungan agar tetap semangat belajar dan melanjutkan sekolah. Setiap bulannya, Ykb berupaya hadir langsung ke sekolah MI di daerah Klapanunggal dan sekitarnya untuk menyalurkan amanah dari para donatur. Melalui program ini, yayasan berharap bantuan yang diberikan tidak hanya membantu kebutuhan pendidikan anak-anak, tetapi juga menjadi penyemangat agar mereka tetap percaya diri dalam meraih cita-cita.

Perjalanan Menuju Lokasi Penyaluran

Siang itu cuaca di wilayah Bogor cukup mendung. Hujan sempat turun selama perjalanan menuju lokasi penyaluran santunan. Meski begitu, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat tim Yayasan Komitmen Bersama untuk tetap hadir menjalankan kegiatan.

Sesampainya di sekolah, suasana hangat langsung terasa ketika anak-anak menyambut kedatangan tim yayasan dengan penuh antusias. Beberapa siswa sudah berkumpul di dalam kelas bersama para guru sambil menunggu kegiatan dimulai.

Penyaluran Pertama di MI Darul Arqom

Santunan pendidikan MI Darul Arqom Klapanunggal

Kegiatan pertama dilaksanakan di MI Darul Arqom Klapanunggal. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa bantuan yang diterima merupakan amanah dari para donatur yang ingin ikut mendukung pendidikan mereka.

Satu per satu anak menerima santunan pendidikan dan paket snack dengan wajah bahagia. Ada yang tersenyum malu-malu ketika menerima bantuan, ada juga yang langsung memperlihatkan kartu santunan kepada teman-temannya. Suasana di dalam kelas terasa hangat dan penuh kebersamaan. Meski kegiatan dilakukan secara sederhana, momen tersebut memberikan kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak.

Melanjutkan Penyaluran ke MI Al Ishlah

Santunan pendidikan MI Al ishlah klapanunggal

Setelah kegiatan di MI Darul Arqom selesai, tim melanjutkan perjalanan menuju lokasi kedua, yaitu MI Al Ishlah yang masih berada di wilayah Klapanunggal, Bogor. Penyaluran santunan pendidikan dilakukan secara langsung kepada anak-anak yang telah terdata sebelumnya. Selain menerima santunan pendidikan, anak-anak juga mendapatkan paket snack sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan.

Program Rutin Santunan Pendidikan

Program santunan pendidikan ini merupakan salah satu kegiatan rutin Yayasan Komitmen Bersama yang dilaksanakan setiap bulan di sekolah-sekolah MI wilayah Klapanunggal dan sekitarnya. Melalui program ini, yayasan ingin membantu anak-anak yatim dan dhuafa agar tetap memiliki semangat untuk belajar dan menjalani pendidikan dengan baik. Dukungan sederhana yang diberikan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi mereka dalam menjalani aktivitas sekolah sehari-hari.

Kegiatan ini juga dapat terus berjalan berkat dukungan dan kepercayaan para donatur yang telah menitipkan amanahnya melalui Yayasan Komitmen Bersama. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan yang membawa manfaat dan keberkahan untuk semua. Melalui program santunan pendidikan, Yayasan Komitmen Bersama berharap dapat terus hadir memberikan perhatian dan dukungan anak yang membutuhkan bantuan pendidikan.

Terima kasih kepada seluruh donatur, relawan, dan pihak sekolah yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Semoga kebersamaan dan kepedulian yang terus dibangun dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Bolehkah Patungan Qurban? Ini Penjelasan untuk Sapi dan Kambing

Bolehkah Patungan Qurban? Ini Penjelasan untuk Sapi dan Kambing

patungan qurban sapi & kambing Menjelang Idul Adha biasanya suasana mulai terasa berbeda. Obrolan di masjid, di grup keluarga, sampai di warung kopi pelan-pelan mengarah ke satu tema yang sama: qurban tahun ini ikut atau tidak. Keinginan untuk beribadah ada. Hati ingin ikut ambil bagian dalam syiar Idul Adha. Tapi di sisi lain, muncul pertimbangan yang sangat manusiawi: soal biaya.

Harga hewan qurban yang tidak sedikit sering membuat sebagian orang ragu. Bukan karena tidak mau berqurban, tapi merasa kemampuan belum cukup jika menanggung satu ekor hewan sendirian. Dari sini kemudian muncul pertanyaan yang hampir selalu terdengar setiap tahun: bolehkah patungan qurban?

Pertanyaan ini sebenarnya bukan hal baru. Sudah lama jadi pembahasan di tengah masyarakat. Ada yang bilang boleh, ada yang bilang tidak. Ada yang menyarankan patungan sapi, ada juga yang mengira kambing bisa diurunan ramai-ramai. Perbedaan informasi inilah yang kadang membuat bingung, sehingga sebagian orang akhirnya memilih tidak jadi berqurban karena takut caranya keliru.

Padahal, Islam adalah agama yang tidak mempersulit. Dalam banyak ibadah, Allah memberi jalan kemudahan tanpa menghilangkan nilai ketaatannya. Termasuk dalam ibadah qurban. Syariat sudah mengatur dengan sangat rapi: mana yang boleh dipatungan, mana yang tidak, bagaimana niatnya, dan bagaimana praktiknya agar tetap sah.

Memahami hal ini penting, supaya qurban yang ditunaikan bukan sekadar ikut-ikutan suasana Idul Adha, tapi benar-benar dilakukan dengan ilmu. Karena qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tapi tentang menjalankan perintah Allah dengan cara yang benar.

Baca juga : Asal usul atau sejarah qurban

Memahami Makna Ibadah Qurban

Kalau dilihat sekilas, qurban itu seperti kegiatan tahunan biasa: beli hewan, sembelih, bagi daging, selesai. Tapi sebenarnya, makna qurban jauh lebih dalam dari itu. Qurban adalah cara belajar taat, meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Saat perintah Allah datang, yang didahulukan bukan logika, bukan perasaan, tapi ketaatan. Dari situ, qurban mengajarkan bahwa yang “dikorbankan” bukan cuma hewan, tapi juga ego dan rasa memiliki pada harta.

Qurban juga melatih keikhlasan, tidak ada yang perlu dipamerkan. Karena yang sampai kepada Allah bukan daging dan darahnya, tapi ketakwaannya. Dari qurban, kita belajar peduli. Belajar berbagi. Belajar bahwa rezeki yang dititipkan memang sudah seharusnya ikut dirasakan orang lain.

Bolehkah Patungan Qurban Sapi?

Jawabannya: boleh.

Dalam syariat Islam, seekor sapi memang diperbolehkan untuk tujuh orang. Hal ini berdasarkan hadis yang menjelaskan bahwa sapi dan unta dapat digunakan untuk qurban bersama hingga tujuh orang.

Dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ

“Kami menyembelih (qurban) bersama Rasulullah ﷺ pada tahun Hudaibiyah, seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang.” (HR. Muslim)

Jadi, satu sapi bisa diniatkan untuk tujuh pekurban. Masing-masing tetap mendapatkan pahala qurban selama niatnya benar dan sesuai syariat.

Patungan qurban sapi biasanya menjadi pilihan karena:

  • Biaya lebih ringan
  • Bisa dilakukan bersama keluarga atau komunitas
  • Jumlah daging lebih banyak
  • Menjangkau lebih banyak penerima manfaat

Contohnya:

  • Tujuh sahabat patungan membeli satu sapi
  • Satu keluarga besar bersama-sama berqurban sapi
  • Komunitas kantor mengumpulkan dana qurban bersama

Semua itu diperbolehkan selama jumlah peserta maksimal tujuh orang.

patungan qurban sapi kambing

Bagaimana dengan Patungan Qurban Kambing?

Nah, untuk kambing aturannya berbeda.

Seekor kambing hanya diperuntukkan bagi satu orang untuk ibadah qurban. Artinya, kambing tidak bisa dijadikan qurban patungan untuk beberapa orang dengan niat qurban masing-masing.

Namun ada hal yang sering disalahpahami. Meskipun qurban kambing hanya atas nama satu orang, pahala dan keberkahannya tetap bisa diniatkan untuk keluarga di rumah. Jadi satu orang membeli kambing, lalu diniatkan juga untuk keluarganya, hal ini diperbolehkan.

Dari sahabat Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan:

أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ ذَبَحَ كَبْشًا وَقَالَ: اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

“Nabi Muhammad SAW menyembelih seekor kambing, lalu beliau berdoa: Ya Allah, terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad.” (HR. Muslim)

Kenapa Sapi Bisa Patungan Sedangkan Kambing Tidak?

Dasarnya ada dalam hadits riwayat Jabir bin Abdullah yang tercatat di Shahih Muslim. Dalam riwayat itu dijelaskan bahwa para sahabat pernah berqurban satu unta atau satu sapi untuk tujuh orang. Artinya, praktik patungan pada hewan besar memang ada contohnya.

Sementara untuk kambing, tidak ada riwayat yang menunjukkan boleh dipakai qurban bersama-sama. Karena itu, ulama menetapkan satu kambing/ domba hanya untuk satu orang pequrban. Sapi dan unta berukuran besar, dagingnya banyak, sehingga syariat memberi keringanan bisa untuk tujuh orang. Kambing lebih kecil, maka dikhususkan untuk satu nama saja, namun boleh di niatkan untuk sekeluarga. Intinya, dalam ibadah qurban yang diikuti bukan logika, tapi tuntunan. Yang ada contohnya, dijalankan. Yang tidak ada, tidak dibuat-buat.

Niatkan karena Allah

Yang paling utama dalam qurban adalah keikhlasan. Kadang ada yang merasa minder karena hanya mampu ikut patungan sapi atau hanya bisa berqurban kambing kecil. Padahal dalam Islam, yang paling utama bukan besar kecilnya hewan, tetapi ketakwaan dan keikhlasan hati. Allah melihat niat dan kesungguhan hamba-Nya. Karena itu, jangan ragu untuk ikut berqurban meski dimulai dari yang mampu dilakukan saat ini.

Baca juga : Qurban online apa sah menurut syariat?

Yuk Tebar Kebahagiaan Qurban Bersama Yayasan Komitmen Bersama

qurban idul adha di yayasan komitmen bersama

Idul Adha adalah momen indah untuk berbagi dan menghadirkan senyum bagi sesama. Melalui qurban, banyak saudara yang merasakan kebahagiaan, terutama di wilayah yang jarang mendapatkan daging qurban. Mari ikut mengambil bagian dalam kebaikan ini bersama Yayasan Komitmen Bersama.

Setiap qurban yang dititipkan akan disalurkan dengan amanah kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga setiap langkah kebaikan menjadi ladang pahala dan keberkahan untuk kehidupan dunia maupun akhirat.

Yuk, wujudkan semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha bersama Yayasan Komitmen Bersama.

Komitmen Bersama Menyalurkan Alquran dan Iqro untuk TPA Baitul Ummah

Komitmen Bersama Menyalurkan Alquran dan Iqro untuk TPA Baitul Ummah

Pada hari Jumat, 8 Mei 2026 sore, Yayasan Komitmen Bersama datang ke TPA Baitul Ummah yang berada di Kp Dayeuh, Cileungsi. Kegiatan ini merupakan penyaluran Alquran, buku Iqro, dan bingkisan snack untuk anak-anak santri yang setiap hari belajar mengaji di TPA tersebut.

Di TPA ini terdapat lebih dari 60 anak yang rutin belajar setelah magrib. Sebagian masih belajar menggunakan Iqro dan sebagian lainnya sudah membaca Alquran. Kegiatan belajar mengaji berjalan setiap hari dengan bimbingan para pengajar setempat.

Mushaf Baru, Semangat Baru

Pada kesempatan ini, Alquran dan Iqro dibagikan langsung kepada para santri. Anak-anak menerima mushaf baru dengan senang. Mereka langsung melihat-lihat isi Alquran dan Iqro yang dibagikan. Terlihat mereka antusias dan semangat saat menerima buku baru untuk belajar.

Selain itu, yayasan juga membagikan bingkisan snack. Hal ini menambah keceriaan suasana sore itu. Anak-anak berkumpul bersama sambil memegang Alquran, Iqro, dan bingkisan yang diterima. Dengan adanya mushaf baru ini diharapkan anak-anak bisa lebih semangat lagi dalam belajar membaca Alquran.

Yayasan komitmen bersama menyalurkan alquran dan Iqro TPA Baitul Ummah

Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Dokumentasi yang diambil memperlihatkan momen saat pembagian berlangsung, kebersamaan para santri, serta suasana TPA saat kegiatan berlangsung.

Semoga bantuan ini bermanfaat bagi anak-anak TPA Baitul Ummah dan menjadi kebaikan bagi para donatur yang telah berpartisipasi melalui Yayasan Komitmen Bersama.

Untuk Sobat YKB yang ingin mendapatkan lebih banyak artikel edukasi Islami dan inspirasi kebaikan lainnya, kunjungi website kami dan ikuti media sosial YKB di InstagramFacebook, dan YouTube.

Qurban Online, Apakah Sah Menurut Syariat Islam?

Qurban Online, Apakah Sah Menurut Syariat Islam?

Setiap Idul Adha datang, suasana hati umat Islam selalu terasa berbeda. Ada rasa haru, ada rasa syukur, dan ada semangat berbagi yang sangat kuat. Di momen inilah ibadah qurban dilaksanakan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan kepedulian kepada sesama.

Dulu, orang yang ingin berqurban biasanya datang langsung ke kandang, memilih hewan, melihat kondisinya, lalu menyaksikan penyembelihannya. Semua dilakukan secara langsung. Namun sekarang zaman sudah berubah. Kesibukan meningkat, jarak menjadi kendala, dan teknologi memudahkan banyak hal. Maka muncullah yang disebut dengan qurban online.

Sebagian orang merasa cara ini sangat membantu. Sebagian lainnya masih ragu, apakah qurban seperti ini benar-benar sah menurut syariat Islam. Keraguan ini wajar, karena qurban adalah ibadah yang memiliki aturan jelas. Tidak boleh dilakukan sembarangan. Perlu pemahaman yang utuh agar hati menjadi tenang saat melaksanakannya.

Memahami Dulu Hakikat Ibadah Qurban

Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan. Qurban adalah ibadah yang berangkat dari kisah ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an dan menjadi simbol kepatuhan total seorang hamba.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Kautsar ayat 2 agar kita mendirikan shalat dan berqurban. Ini menunjukkan bahwa qurban adalah ibadah yang kedudukannya sangat mulia. Yang paling utama dari qurban adalah niat, keikhlasan, dan kesesuaian tata cara dengan syariat.

Baca juga : hukum berqurban menurut islam

Konsep Wakalah dalam Fiqih Islam

Di sinilah letak kunci pemahaman tentang qurban online, yaitu pada konsep wakalah atau perwakilan. Dalam fiqih Islam, seseorang boleh mewakilkan urusannya kepada orang lain, termasuk dalam urusan penyembelihan hewan qurban. Hal ini telah dijelaskan oleh para ulama dari berbagai mazhab seperti Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad bin Hanbal.

Mereka sepakat bahwa menyembelih hewan qurban boleh diwakilkan. Artinya, orang yang berqurban tidak harus menyembelih sendiri atau hadir langsung di tempat penyembelihan. Qurban online pada dasarnya adalah bentuk modern dari praktik wakalah yang sudah lama dikenal dalam Islam.

Apakah Qurban Online Sah Menurut Syariat

Jawabannya adalah sah, selama rukun dan syarat qurban terpenuhi dengan benar. Yang membuat qurban menjadi sah bukan karena dilakukan secara langsung atau online. Yang membuatnya sah adalah:

  • Hewan memenuhi syarat qurban
  • Ada niat dari shohibul qurban
  • Penyembelihan sesuai syariat
  • Dilaksanakan pada waktu yang ditentukan
  • Ada akad perwakilan yang jelas

Jika semua ini terpenuhi, maka qurban online memiliki hukum yang sama dengan qurban yang dilakukan secara langsung.

Syarat Penting Agar Qurban Online Tetap Sah

Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar qurban online tidak keluar dari ketentuan syariat:

  1. Hewan Qurban Sesuai Ketentuan : Hewan harus cukup umur, sehat, tidak cacat, dan layak dijadikan qurban.
  2. Akad Wakalah Jelas : Shohibul qurban secara sadar mewakilkan pembelian, perawatan, dan penyembelihan hewan kepada lembaga.
  3. Penyembelihan Sesuai Syariat : Penyembelihan dilakukan dengan menyebut nama Allah, oleh orang yang paham tata cara penyembelihan, dan dilakukan pada tanggal 10 sampai 13 Dzulhijjah.
  4. Niat Tetap dari Shohibul Qurban : Niat qurban tetap berasal dari orang yang berqurban, bukan dari lembaga.

Tips Memilih Layanan Qurban Online yang Amanah

Karena ini ibadah, penting untuk selektif dalam memilih lembaga. Pastikan:

  • Transparansi hewan jelas
  • Proses penyembelihan terdokumentasi
  • Penyaluran daging tepat sasaran
  • Lembaga memiliki rekam jejak amanah

Baca juga : bolehkah qurban untuk orang yang sudah meninggal? ini penjelasannya

Mari Tebarkan Manfaat Qurban Lebih Luas Bersama Yayasan Komitmen Bersama

Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan qurban, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan untuk saudara-saudara kita yang jarang merasakan nikmatnya daging qurban. Di banyak pelosok, masih ada keluarga bisa menikmati hidangan yang mungkin hanya mereka rasakan setahun sekali. Melalui program qurban bersama Yayasan Komitmen Bersama, insyaAllah qurban yang kamu titipkan tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga menjadi jalan hadirnya senyum, rasa syukur, dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Tahun ini, Yayasan Komitmen Bersama mengajak kamu untuk berbagi lebih luas dan menghadirkan manfaat qurban hingga ke daerah-daerah yang minim distribusi. Dengan sistem qurban yang amanah dan sesuai syariat, proses mulai dari pemilihan hewan, penyembelihan, hingga penyaluran dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Karena setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan selalu menemukan jalannya menuju orang-orang yang paling membutuhkan.

Jika kamu siap untuk berqurban dan menjadi bagian dari aksi nyata ini, kamu bisa menghubungi kami melalui kontak resmi di bawah ini:

Yuk Qurban Sekarang Bersama Yayasan Komitmen Bersama

📞 WhatsApp: 0852-8783-0170
🏦 Rekening BSI: 717 711 5309

Mari jadikan qurban tahun ini lebih bermakna, lebih luas manfaatnya, dan lebih banyak menghadirkan kebahagiaan untuk sesama.

Qadha Zakat Fitrah Setelah Lebaran: Apakah Masih Wajib Dibayar dan Bagaimana Caranya?

Qadha Zakat Fitrah Setelah Lebaran: Apakah Masih Wajib Dibayar dan Bagaimana Caranya?

Banyak Orang Baru Teringat Setelah Lebaran

Setelah Idul Fitri berlalu dan aktivitas kembali normal, tidak sedikit orang yang baru sadar bahwa zakat fitrah belum dibayarkan. Biasanya ini terjadi karena kesibukan menjelang lebaran. Fokus pada mudik, keluarga, belanja kebutuhan hari raya, hingga kewajiban zakat fitrah terlewat.

Lalu muncul pertanyaan yang membuat gelisah. Apakah zakat fitrah masih bisa dibayar setelah lebaran? Apakah masih sah? Atau sudah tidak dihitung sebagai zakat fitrah lagi?

Untuk menjawabnya, kita perlu memahami aturan zakat fitrah dengan jelas.

Zakat Fitrah Adalah Kewajiban Setiap Muslim

Zakat fitrah bukan amalan sunnah. Ia adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa Nabi Muhammad mewajibkan zakat fitrah atas setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Zakat fitrah memiliki dua tujuan utama. Pertama, membersihkan kekurangan selama berpuasa di bulan Ramadhan. Kedua, membantu fakir miskin agar bisa ikut merasakan kebahagiaan di hari raya. Karena itu zakat fitrah sangat penting dan tidak boleh dianggap ringan.

Baca Juga : Zakat dan Sedekah Mana yang harus didahulukan?

Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah

Batas pembayaran zakat fitrah

Rasulullah  mengajarkan bahwa zakat fitrah paling baik dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri.

Dalam hadits riwayat Sunan Abu Dawud disebutkan bahwa siapa yang membayar sebelum shalat Id maka itu zakat yang diterima. Siapa yang membayar setelah shalat Id maka itu disebut sedekah.

Hadits ini sering membuat orang salah paham. Banyak yang mengira bahwa jika sudah lewat shalat Id maka zakat fitrah tidak perlu dibayar lagi. Padahal bukan itu maksudnya.

Zakat fitrah tidak gugur walaupun sudah lewat hari raya. Para ulama seperti Imam Nawawi dan Ibnu Qudamah menjelaskan bahwa jika zakat fitrah belum dibayar sampai shalat Id, maka kewajiban itu berubah menjadi qadha, yaitu hutang ibadah yang tetap harus dibayar. Yang hilang hanya keutamaan waktunya, bukan kewajibannya. Jadi orang yang terlambat tetap wajib membayar zakat fitrah.

Sampai Kapan Zakat Fitrah Bisa Dibayar Jika Terlambat

Ini hal yang penting untuk dipahami. Tidak ada batas akhir tanggal untuk membayar zakat fitrah yang terlambat. Selama zakat fitrah belum dibayarkan, maka kewajiban itu masih ada. Jika terlambat satu hari tetap wajib. Terlambat satu minggu tetap wajib. Bahkan jika baru ingat setelah beberapa bulan, tetap wajib dibayarkan. Namun, semakin lama ditunda tanpa alasan, maka semakin besar kelalaian yang dilakukan karena menahan hak fakir miskin.

Walaupun dalam hadits disebut sedekah, para ulama menjelaskan bahwa yang berubah hanyalah nilai keutamaannya. Statusnya tetap zakat fitrah, hanya saja dibayar dalam keadaan terlambat atau qadha. Karena itu ketika membayarnya tetap harus diniatkan sebagai zakat fitrah, bukan sedekah sunnah. Jika dianggap sedekah biasa, maka orang akan merasa tidak wajib lagi membayar. Padahal kewajiban zakat fitrah belum gugur.

Baca Juga : Apa Itu Bedanya Wakaf dengan Sedekah?

Niat Membayar Zakat Fitrah yang Terlambat

Niat tempatnya di hati. Tidak wajib dilafalkan. Namun, melafalkan niat boleh dilakukan untuk membantu menghadirkan kesungguhan hati.

Inti niatnya adalah:

Saya menunaikan zakat fitrah karena Allah Ta’ala sebagai qadha (terlambat).

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakātal fiṭri ‘an nafsī qaḍā’an lillāhi ta‘ālā.

Arti: Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya sebagai qadha karena Allah Ta’ala.

Orang yang tidak membayar zakat fitrah padahal mampu berarti meninggalkan kewajiban. Zakat fitrah menjadi hutang ibadah. Bahkan jika seseorang wafat sebelum membayarnya, zakat fitrah itu boleh dibayarkan dari harta peninggalannya. Ini menunjukkan bahwa zakat fitrah adalah kewajiban yang sangat serius.

Waktu Membayar Hukum Status
Sebelum shalat Id Paling utama Zakat fitrah tepat waktu
Setelah shalat Id Tetap wajib Zakat fitrah qadha
Tidak dibayar Berdosa Hutang ibadah

Segera Tunaikan Jika Anda Terlambat

Jika kamu baru menyadari bahwa zakat fitrah belum dibayar, jangan menunggu lebih lama. Segera tunaikan dengan niat qadha zakat fitrah. Yayasan Komitmen Bersama tetap membuka penyaluran donasi bagi kamu yang ingin menambal kekurangan ibadah kemarin:  Sempurnakan ibadah, tunaikan Zakat Fitrah

Dengan menunaikan zakat fitrah, tidak hanya menyelesaikan kewajiban, tetapi juga membantu fakir miskin merasakan kebahagiaan yang seharusnya mereka terima di hari raya. Jangan biarkan zakat fitrah menjadi hutang ibadah.

Gabung Puasa Syawal dan Senin Kamis, Bolehkah?

Gabung Puasa Syawal dan Senin Kamis, Bolehkah?

Gabung Puasa Syawal dengan Senin Kamis, Bolehkah?

Pekan-pekan setelah Idul Fitri biasanya berjalan cepat. Suasana lebaran mulai reda, aktivitas kembali normal, dan perlahan semangat ibadah yang begitu terasa di bulan Ramadan mulai menurun.

Di momen inilah banyak yang berniat menjaga semangat itu dengan puasa Syawal. Tapi di saat yang sama, teringat juga dengan kebiasaan lama: puasa Senin–Kamis.

Lalu muncul pertanyaan yang sangat sering ditanyakan:

“Kalau saya puasa di hari Senin atau Kamis di bulan Syawal, boleh nggak niatnya sekalian untuk puasa Syawal? Atau harus dipisah?”

Keutamaan Puasa Syawal dalam Hadits

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadan, kemudian mengikutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”(HR. Sahih Muslim)

Hadits ini menjadi landasan utama kenapa puasa Syawal sangat dianjurkan.

Perhitungannya dijelaskan para ulama:

  • 30 hari Ramadhan × 10 = 300 hari
  • 6 hari Syawal × 10 = 60 hari
    Total = 360 hari (setara setahun penuh)

Keutamaan Puasa Senin–Kamis

Rasulullah juga dikenal rutin berpuasa di hari Senin dan Kamis. Ketika ditanya, beliau menjawab: “Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari diturunkannya wahyu kepadaku.”(HR. Sahih Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa pada hari Senin dan Kamis, amalan manusia diangkat kepada Allah, dan beliau ingin diangkat dalam keadaan berpuasa. Ini menunjukkan bahwa puasa Senin–Kamis juga memiliki keutamaan besar.

Ketika Dua Puasa Sunnah Bertemu di Hari yang Sama

Sekarang bayangkan kondisi ini, kamu ingin menjalankan puasa Syawal 6 hari. Lalu kamu melihat kalender, ternyata di minggu itu ada hari Senin dan Kamis.

Pertanyaannya: Apakah harus memilih salah satu niat? Atau boleh diniatkan sekaligus?

Para ulama menjelaskan satu kaidah penting dalam ibadah: Jika dua ibadah sunnah yang sejenis bertemu dalam satu waktu, maka boleh diniatkan bersamaan. Contoh yang sering disebut dalam kitab fiqih:

  • Shalat tahiyatul masjid digabung dengan shalat sunnah qabliyah
  • Mandi Jumat digabung dengan mandi janabah

Hal ini juga dijelaskan oleh ulama besar mazhab Syafi’i seperti Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu Syarh al-Muhadzdzab. Karena puasa Syawal dan puasa Senin–Kamis sama-sama puasa sunnah, maka boleh digabung niatnya.

Contoh Praktis yang Sering Terjadi

Misalnya begini Ahmad ingin menyelesaikan puasa Syawal. Ia melihat bahwa:

  • Senin pekan ini masih di bulan Syawal
  • Kamis pekan ini juga masih di bulan Syawal

Ahmad pun berniat ketika sahur: “Saya niat puasa sunnah Syawal sekaligus puasa Senin (atau Kamis) karena Allah Ta’ala.” Maka dalam satu hari itu, ia mendapatkan: ✅ Keutamaan puasa Syawal, ✅ Keutamaan puasa Senin atau Kamis tanpa harus menambah hari puasa lagi.

“Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.”
(HR. Sahih Muslim)

Pola Paling Ringan Menyelesaikan Puasa Syawal

Tabel Pola Paling Ringan Menyelesaikan Puasa Syawal gabung senin kamis

Agar terasa ringan, kamu bisa pakai pola ini:

  • Pekan 1: Senin & Kamis
  • Pekan 2: Senin & Kamis
  • Pekan 3: Senin & Kamis

Apakah Pahalanya Tetap Dapat Keduanya?

InsyaAllah, iya. Karena tujuan puasa Senin–Kamis adalah berpuasa di hari itu.
Dan tujuan puasa Syawal adalah berpuasa 6 hari di bulan Syawal.

Baca juga : Manfaat puasa senin kamis bagi yang menjalankannya

Yang Tidak Bisa Digabung

Banyak yang ingin menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa Syawal agar lebih hemat hari. Namun, keduanya tidak bisa digabung dalam satu niat.

Puasa qadha adalah wajib karena mengganti utang Ramadan. Puasa Syawal adalah sunnah sebagai amalan tambahan setelah Ramadan. Ibadah wajib harus diniatkan secara khusus dan tidak bisa dicampur dengan niat sunnah. Puasa Ramadan harus sudah selesai terlebih dahulu, baru diikuti puasa Syawal. Jika masih memiliki qadha, berarti kewajiban Ramadan belum tuntas.

Cara yang benar adalah menyelesaikan puasa qadha terlebih dahulu. Setelah lunas, barulah mengerjakan puasa Syawal selama masih berada di bulan Syawal.

Tanpa terasa, sudah genap 6 hari Syawal. Dan kamu tetap menjaga kebiasaan puasa Senin–Kamis.

Untuk kamu yang ingin mendapatkan lebih banyak artikel edukasi Islami dan inspirasi kebaikan lainnya, kunjungi website kami dan ikuti media sosial YKB di InstagramFacebook, dan YouTube.

Home

Laporan

Donasi

Blog

Chat